Bank umum, siapa yang tidak pernah mendengar ataupun mengenalnya. Kita pastilah sering melihat atau mungkin pernah berhubungan dengan bank umum. Ya, bank  umum merupakan bank yang biasa kita jumpai. Perbankan tersebut biasa menghimpun dana dari masyarakat yang dapat berupa tabungan, deposito ataupun berupa giro yang berfungsi untuk menambah dana perbankan. Hal lain yang tidak kalah penting dari peran bank umum adalah fungsinya sebagai penyalur dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Selain itu, bank juga masih memiliki tugas-tugas lain.

Dengan semakin berkembangnya dunia perbankan, bank umum yang dulunya hanya kita kenal sebagai bank konvensional yang memberikan imbalan berupa bunga pada setiap transaksinya, maka saat ini bank umum juga ada yang berbentuk bank syariah. Yang membedakan antara bank konvensional dan bank syariah biasanya ada pada masalah bunga dan bagi hasil, meskipun pada kenyataannya tidak hanya berputar pada masalah itu.

Beda Bank Konvensional dan Bank Syariah

Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah, akan dijelaskan secara mudah sebagai berikut.

Untuk bank konvensional, pada setiap transaksi, baik itu pada kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penyaluran dana kepada masyarakat, bank akan selalu mengenakan bunga. Bunga pinjaman akan lebih tinggi dari pada bunga simpanan. Bunga yang dikenakan oleh pihak perbankan tersebut bersifat tetap bagaimanapun kinerja perbankan ataupun pihak yang meminjam dana. Misalnya ketika bank mengalami penurunan, bank harus tetap mengenakan bunga simpanan sebesar yang diperjanjikan di awal. Dan ketika nasabah peminjam dana di bank terkena suatu masalah terkait usahanya, maka dia juga tetap dikenakan bunga sebesar perjanjian awal.

Kondisi tersebut sedikit berbeda dengan yang terjadi pada perbankan syariah. Pada perbankan ini tidak diperkenalkan bunga melainkan bagi hasil. Konsep bagi hasil itu sendiri pada perbankan syariah dibagi menjadi dua jenis yang meliputi akad mudharabah dan musyarakah. Mungkin sebagian dari Anda masih ada yang kesulitan untuk memahami jenis akad pada perbankan syariah. Oleh karena itu di sini akan dijelaskan secara mudah mengenai beragam akan yang sering dijumpai pada perbankan syariah yang antara lain:

  1. Akad musyarakah

Jenis akad pertama ini merupakan akad pada perbankan syariah yang menggunakan sistem bagi hasil. Ketika melakukan suatu kerjasama, misalnya ketika nasabah mengajukan pinjaman ke bank untuk keperluan usaha, ada pembagian prosentase dana antara bank dan nasabah. Sehingga ketika usaha tersebut berjalan dengan baik, maka keuntungan dapat dirasakan antara pihak perbankan dan pihak nasabah.

  1. Akad mudharabah

Sedangkan akad mudharabah biasa kita temui pada produk tabungan perbankan. Nasabah mempercayakan uangnya secara penuh untuk dikelola oleh bank. Dan dari kerjasama tersebut, kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil.

  1. Akad murabahah

sedangkan pada jenis akad murabahah atau yang lebih dikenal dengan akad jual beli, digunakan ketika nasabah ingin meminjam dana kepada perbankan dengan tujuan untuk pembelian barang konsumsi.

Dengan mengetahui beragam perbedaan antara perbankan konvensional dan perbankan syariah, Anda bisa menentukan jenis jasa perbankan mana yang akan dipilih, baik sebagai investasi atau untuk mengajukan pembiayaan.

Tugas Perbankan

Untuk lebih mengenal mengenai jasa perbankan, kali ini akan diulas mengenai tugas-tugas perbankan yang antara lain meliputi hal-hal berikut.

1. Menghimpun dana dari masyarakat

Tugas pokok bank umum khusunya di Indonesia adalah menghimpun dana dari masyarakat. Penghimpunan dana tersebut perlu dilakukan untuk menjaga kelangsungan bank. Karena tanpa adanya penghimpunan dana, bank akan kesulitan untuk bisa mendapatkan uang guna menjalankan operasionalnya. Hal tersebut terjadi karena percaya ataupun tidak dana di perbankan sebagian besar berasal dari dana nasabah. Bank biasanya menghimpun dana dari nasabah dalam bentuk tabungan, deposito maupun dalam bentuk giro. Untuk bentuk tabungan itu sendiri, bank mempunyai beragam prduk yang meliputi tabungan umum, tabungan pendidikan,tabungan haji, dll. Semua jenis produk tersebut dikeluarkan oleh bank guna meningkatkan keinginan masyarakat untuk menyimpan dananya di bank. Selain itu untuk lebih menarik hati masyarakat, bank akan mengenakan bunga atau bagi hasil dari tabungan yang disimpan oleh masyarakat.

Untuk pemberlakuan bunga pada simpanan yang dilakukan oleh masyarakat, bersifat tetap, sesuai dengan perjanjian di awal. Sedangkan untuk pengenaan bagi hasil pada perbankan syariah dikenakan sistem prosentase sehingga bagi hasil yang dikenakan pada simpanan tersebut disesuaikan dengan pendapatan perbankan saat itu. Jika kinerja perbankan sedang baik, maka bagi hasilnya akan meningkat dan begitu pula sebaliknya.

2. Menyalurkan dana kepada masyarakat (kredit)

Hal lain yang tidak kalah penting dari tugas perbankan adalah menjalankan fungsinya untuk meyalurkan kredit atau pinjaman. Hal tersebut penting untuk dilakukan karena komponen utama pendapatan perbankan berasal dari kredit. Kondisi tersebut bisa terjadi karena pendapatan perbankan biasanya diperoleh dari selisih antara bunga yang didapat dari kredit dan bunga yang diberikan perbankan pada nasabah yang menyimpan dananya di bank.

Jika dana perbankan tersebut tidak disalurkan, yang terjadi adalah operasional perbankan akan kurang sehat. Namun dalam penyaluran dana tersebut pihak perbankan juga memiliki risiko dengan adanya kredit macet atau kredit yang tidak dibayarkan oleh nasabah.

Oleh karena itu meskipun perbankan membutuhkan kredit untuk meningkatkan pendapatannya, hal lain yang tidak kalah penting adalah menganalisis kelayakan kredit yang dikeluarkan oleh perbankan tersebut.

Untuk lebih menarik minat nasabah dalam upaya meningkatkan kredit, pihak perbankan menawarkan berbagai macam bentuk pembiayaan yang antara lain meliputi pembiayaan konsumstif, modal kerja, kredit profesi, dll. Semua itu dilakukan agar dana bank tidak menganggur dan tetap produktif.

3. Memberikan jasa lainnya

Yang tidak kalah penting dari tugas perbankan adalah kegiatan memberikan jasa lain. Kegiatan ini tidak lain semata-mata untuk memberikan kemudahan serta kenyamanan kepada nasabah, selain itu yang tidak kalah penting adalah memberikan keuntungan tambahan kepada pihak lain. Jasa lain yang bisa diberikan oleh pihak perbankan antara lain

  1. Pengiriman uang (transfer)

    Dengan semakin luasnya cakupan perekonomian, pengiriman uang semakin dibutuhkan oleh banyak pihak. Ditambah lagi semakin banyaknya orang yang menjadi TKI juga semakin membutuhkan jasa tersebut.
     
  2. Kartu kredit

    Dengan semakin meningkatnya gaya hidup masyarakat, penggunaan kartu kredit merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Dengan adanya kartu kredit seseorang lebih mudah untuk berbelanja setiap saat meskipun mereka sedang tidak membawa uang tunai

Dari beragam pemaparan mengenai bank umum beserta tugasnya tersebut, semoga Anda akan semakin memahami seberapa penting keberadaan perbankan dalam kehidupan, terutama kehidupan ekonomi.