Membaca, menghafal, atau menulis termasuk rangkaian kegiatan yang ada dalam menuntut ilmu. Tentunya, istilah menuntut ilmu sering dipahami sebagai kegiatan belajar. Manusia diberi kesempatan oleh Allah Swt hidup di dunia untuk semaksimal mungkin mempersiapkan diri menuju kehidupan akheratnya dengan semakin manambah semangat belajar.

Manusia tentu telah memikirkan bahwa hanya dengan bekal ilmu mengenai agama serta pengetahuan lainnya harapan yang diinginkan dapat tercapai ketika di akherat nantinya. Ilmu pengetahuan tersebut tidak terbatas pada ilmu sosial saja meski manusia termasuk makhluk sosial di muka bumi ini, tapi ilmu sains, matematik dan ilmu lainnya juga penting dipelajari secara maksimal.

Oleh karena itu, peran orang tua dalam hal ini juga sangat besar dalam memberikan dorongan positif terhadap anak-anaknya ketika belajar. Dengan begitu, anak-anak hingga mereka menuju usia baligh memiliki kesadaran menuntut ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya semakin meningkat dan terus dimaksimalkan hingga kematian menjemputnya.

Tidak ada salahnya mengkaji beragam ilmu. Semuanya dapat dilakukan dengan manajemen diri dengan baik. Terlebih lagi ilmu yang memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Jangan tergoda oleh kenikmatan dunia dengan ilmu yang sedikit. Lebih bersemangatlah untuk menuntut ilmu yang benar dan sesuai perintah Allah Swt sehingga keimanan dan ketakwaan kita terjaga dengan baik.

Ilmu Sains dalam Kehidupan

Ilmu tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan saja karena fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Akan tetapi, ilmu di bidang sains juga sangat dibutuhkan manusia dalam menjalani proses kehidupannya. Sebenarnya tanpa disadari, manusia telah memiliki dasar ilmu sains dalam jumlah banyak sejak usia anak-anak.

Dalam dunia permainan anak-anak, biasanya mereka telah diajari membedakan warna, bentuk dan wujud benda, bagaimana sebenarnya kondisi bumi ini, adanya bulan-bintang-matahari, beragam obat secara kimia maupun herbal, bagaimana cara menghitung, nutrisi makanan seperti apa yang baik untuk tubuh, serta hal lainnya. Meski anak-anak mengenalnya dalam bentuk permainan, tapi sebenarnya mereka telah belajar ilmu sains.

Oleh karena itu, sebenarnya ilmu sains dalam kehidupan merupakan ilmu yang tidak asing atau terkesan baru bagi manusia. Hanya saja segala hal yang berkaitan dengan sains semakin dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang kehidupan. Ilmu sains semakin mempengaruhi kehidupan manusia misalnya dari sisi kesehatan serta kebutuhan hidup.

Kini, banyak dikenal obat-obatan secara herbal maupun kimiawi karena kehadiran ilmu sains yang berkembang. Begitupula dengan adanya aneka rasa dalam makanan ataupun minuman serta warna-warni pakaian saat ini, semuanya berkaitan dengan ilmu sains. Wajar saja jika akhirnya kita terus meningkatkan kemampuan diri di bidang sains maupun teknologi di samping ilmu sosial kemasyarakatan.

Tokoh-Tokoh Muslim di Bidang Sains

Usia manusia terus mengalami perubahan. Terlebih lagi jika usia mereka menuju usia baligh dan sudah baligh. Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui betapa besarnya peran ilmu pengetahuan selain ilmu agama di dunia ini untuk dipelajari secara tekun.

Cara mengetahuinya dapat dilakukan dengan beragam kegiatan. Mulai dari memperbanyak membaca biografi tokoh sains, mencari informasi dari internet dan lainnya. Semua dapat dilakukan secara bervariasi hingga kita tidak mengalami kejenuhan dalam menuntut ilmu terutama di bidang agama atau sains serta sosial.

Berikut ini beberapa tokoh di bidang ilmu sains yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan ini.

  1. Ibnu Haitam. Beliau termasuk tokoh di bidang ilmu sains yang dikenal sebagai Bapak Optik. Beliau memiliki nama lengkap Abu Ali Hasan al-Haitam atau Ibnu Haitam. Alasan pemberian nama tersebut karena beliau telah membuat banyak penemuan di bidang fisika dan optika. Tentunya kedua bidang penemuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi muslim selanjutnya hingga kini. Misalnya, dalam pembuatan kacamata atau benda lainnya.
  2. Abu Ali al-Husain ibn Sina/Avicenna/ Ibnu Sina. Tokoh ini dikenal sebagai raja obat serta Bapak Kedokteran. Beliau termasuk salah satu tokoh ilmu sains yang memiliki semangat belajar tinggi. Ibnu Sina dikenal di seluruh dunia terlebih negara-negara barat yang ilmuwan serta dokter-dokternya belajar dari hasil karya beliau. Oleh karena itu, dengan keahlian yang beliau miliki di bidang kedokteran, akhirnya lebih dikenal sebagai raja obat dan dijuluki sebagai Bapak Kedokteran.
  3. Abul Wafa. Tokoh di bidang ilmu sains ini termasuk seorang ilmuwan muslim sebagai penemu rumus dasar trigonometri. Biasanya, ada kemungkinan di antara kita yang menjadikan ilmu matematika sebagai ilmu yang sebaiknya dihindari. Namun sebenarnya, ilmu matematika itu ilmu yang menyenangkan. Abul Wafa telah menunjukkan dengan penemuannya tersebut.
  4. Ibnu Batutah. Beliau juga termasuk tokoh di bidang sains dan dikenal di dunia sebagai sang penjelajah dunia. Ibnu Batutah telah berhasil mengalahkan Columbus. Beliau telah berhasil menyebarkan cahaya agama Islam dengan cara berkeliling dunia.
  5. Al Khawarizmi. Seorang tokoh sains yang berhasil menemukan ilmu Al Jabar. Meski ilmu temuannya tersebut termasuk dalam bidang matematik, tapi beliau menunjukkan bahwa ilmunya berkaitan dengan ilmu sains.
  6. Al  Jazari. Tokoh sains yang dikenal sebagai si Bapak Robot. Ternyata beliaulah yang menjadikan mesin robot di dunia ini pertama kali. Tentu saja ketika di negara Islam mengenal adanya kemajuan teknologi sejak abad ke-13 M. Dari sinilah, beliau  memberikan semangat kepada generasi muslim untuk terus berkarya dalam memanfaatkan kemajuan teknologi pada sisi yang positif. Bukan malah sebaliknya yang menjadi kekhawatiran bagi para orangtua masa kini.
  7. Sejak usia anak-anak hingga baligh, seharusnya kesadaran menuntut ilmu sesuai perintah Allah Swt memang harus dimaksimalkan oleh para orang tua. Tentu saja hal itu akan lebih menjaga kenyamanan dan ketentraman diri anak maupun orang tua dalam menghadapi era globalisasi saat ini dan ke depannya.
  8. Jabir ibn Hayyan. Beliau termasuk tokoh yang menjadi pelopor ilmu kimia Islam. Adapun beberapa hasil karya utamanya, antara lain Seratus Dua belas Buku, Tujuh Puluh Buku, Buku Kesetimbangan. Selain itu, ada juga tulisan beliau seperti logik, filosofi, ilmu medik, guna-guna (occult), fisik, mekanik, dan bidang lainnya.
  9. Abu Yusuf Ta’qub ibn Ishaq al-Kindi/alkindus. Beliau seorang tokoh yang banyak menuliskan sebanyak 270 buah makalah mengenai bidang sains seperti kehidupan binatang, obat-obatan, matematika, dan lain sebagainya.
  10. Tsabit ibn Qurrah. Beliau seorang ahli matematika, astronomi. Beliau juga telah berhasil menulis beberapa hal penting mengenai astronomi, teori bilangan dan lainnya.
  11. Muhammad ibn Zakariya al-Razi. Seorang doktor klinik terbesar Islam. Selain itu, beliau pun seorang ahli filosofi dan kimia.
  12. Abu Nasr al-Farabi. Seorang tokoh yang menjadi ahli filosofi serta termasuk muslim pertama dengan kemampuannya mengklasifikasi sains.
  13. Abu al-Hasan al-Mas’udi. Beliau seorang ahli di bidang geologi, geografi maupun zoologi. Beliau memiliki karya terbesarnya dengan judul Padang Rumput Emas dan Tambang Batu Permata.

Itulah beberapa tokoh muslim yang memiliki banyak kemampuan di bidang sains hingga akhirnya hasil temuan maupun karya mereka dipelajari oleh generasi muslim sampai sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa orang berilmu dengan ilmu yang benar dan sesuai perintah Allah Swt ketika mempelajarinya, tentu akan memberikan manfaat bagi orang lain sepanjang hidup ini. Meski beliau telah meninggal, tapi ilmu karya temuan maupun tulisannya tetap dapat dikaji secara maksimal oleh generasi selanjutnya.

Oleh karena itu, jangan mudah menyerah ataupun lemah menghadapi hambatan dalam belajar. Ingatlah selalu bahwa Allah Swt akan senantiasa mencatat amal baik kita di dunia ini. Hidup di dunia menjadi sarana kita mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat nantinya.