Penjajahan Belanda meninggalkan banyak kenangan pahit bagi bangsa Indonesia. Salah satu kenangan pahit yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia sebelum merdeka adalah dibentuknya negara boneka oleh Belanda. Tokoh Belanda yang menciptakan negara boneka di Indonesia adalah Dr. Hubertus Johannes Van Mook. Bagaimana sebenarnya negara boneka buatan Belanda tersebut bisa terbentuk?

Terbentuknya RIS

Dr. Hubertus Johannes Van Mook memprakarsai berdirinya negara boneka RIS pada tanggal 15 Juli 1946 dengan menyelenggarakan konferensi di Malino, Sulawesi Selatan. Konferensi ini dihadiri oleh para utusan dari daerah yang sudah dikuasai Belanda. Pertemuan dalam konferensi ini dalam rangka membahas pembentukan negara bagian dari suatu negara federal.
Konferensi yang berlangsung di Malino, Sulawesi Selatan menjadi awal dari ide Van Mook untuk membentuk negara boneka.

Pembentukan negara boneka ini bukan tanpa tujuan. Negara boneka yang akan dibentuk nantinya digunakan untuk mengepung dan melemahkan keberadaan negara Republik Indonesia. Negara boneka ini nantinya akan dijadikan sarana untuk mengadu domba bangsa Indonesia, sekaligus perwujudan dari politik devide et impera.

Negara boneka RIS atau Republik Indonesia Serikat ini akhirnya didirikan pada tanggal 27 Desember 1949. Pendirian RIS ini merupakan hasil dari kesepakatan antara tiga pihak yang terkait dalam Konferensi Meja Bundar atau KMB, yaitu Indonesia, BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), dan Belanda. Kesepakatan dalam konferensi KMB tersebut juga disaksikan oleh UNCI (United Nations Commission for Indonesia), sekaligus sebagai perwakilan PBB.

Tokoh Pendiri Negara Boneka RIS

Pendiri negara boneka RIS Belanda adalah Dr. Hubertus Johannes Van Mook. Van Mook adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang terakhir selama masa kependudukan Belanda. Van Mook lahir di Semarang, pada tanggal 30 Mei 1894, dan meninggal di Perancis, pada tanggal 10 Mei 1965.

Van Mook pernah mengenyam pendidikan dasarnya di HBS, Surabaya. Setelah menyelesaikan pendidikan di HBS, Van Mook pindah ke Belanda dan melanjutkan studinya di Delft. Mantan Gubernur Jenderal Hindai Belanda ini pernah masuk ke dinas tentara sukarela pada tahun 1914. Selanjutnya ia belajar tentang Indonesia di Universitas Leiden tahun 1916 sampai 1918. Setelah lulus, ia kembali ke Belanda dan bertugas sebagai inspektur yang menangani distribusi pangan di Semarang.

Tanggal 20 November 1941, Dr. Hubertus Johannes Van Mook diangkat menjabat posisi Menteri Urusan Tanah Jajahan. Awal tahun 1942 bersamaan dengan awal masuknya pendudukan Jepang ke Indonesia, ia menjabat sebagai Letnan Gubernur Jenderal dan meminta dukungan militer dari Amerika Serikat untuk melawan tentara Jepang. Ketika Jepang mendarat di daerah Jawa, Van Mook mengungsi ke Australia.

Menjelang berakhirnya Perang Pasifik, Van Mook yang masih mengungsi di Australia tetap menyandang pangkat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Belanda. Namun, jabatannya ini sifatnya hanya fiktif saja, karena secara de facto ia menjalankan tugas sebagai Gubernur Jenderal, untuk periode 14 September 1944 sampai 1 November 1948. Prestasinya dibidang akademisi pernah diraihnya sebagai profesor tamu di Universitas California tahun 1951.

Demikianlah ulasan singkat mengenai tokoh Belanda yang menciptakan negara boneka RIS pada tahun 1949. Negara boneka yang dicetusnya ini merupakan taktik untuk memperlancar politik kolonial devide et impera yang digalakkan oleh pemerintahan Belanda.