Teori ekonomi klasik merupakan awal perkembangan adanya ekonomi. Dilihat secara bahasan, kata klasik menunjukkan bahwa teori lama. Artinya, teori yang sejak dulu digunakan dalam ekonomi. teori ini juga sangat berbanding terbalik dengan teori historis. Lalu, bagaimanakah teori dari ekonomi klasik ini. Selain itu, siapa para tokoh yang mencetuskan adanya teori ini?

Sejarah dan Dasar Teori Ekonomi Klasik

Kemunculan aliran klasik ini terjadi antara akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Tepatnya pada masa revolusi yang merupakan awal adanya perkembangan dalam ekonomi. Bertepatan dengan itu, ekonomi liberal begitu merajalela. Menurut aliran klasik, aliran liberal ini dipacu antara kemajuan teknologi dan jumlah penduduk. Kemudian, kemajuan teknologi lebih cepat dari jumlah penduduk. Akhirnya, perekonomian menjadi tidak stabil.

Kemajuan teknologi disebabkan oleh adanya jumlah keseluruhan kapital. Pertumbuhan kapital ini disebabkan kenaikan keuntungan yang tinggi. Dalam teori liberal, sumber daya alam terbatas sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas. Hal inilah yang menyebabkan sumber daya alam itu habis. Sebab, kebutuhan manusia tidak dibatasi.

Tokoh-tokoh Aliran Klasik

Tokoh-tokoh ini merupakan pencetus atau munculnya teori aliran klasik. Dengan perantara tokoh ini, aliran klasik ini muncul dan berkembang. Adapun tokoh-tokoh tersebut adalah:

a. Francois Quesnay

Tokoh ini lebih sering dikenal dengan Quesnay. Dia adalah pencipta teori model pertama dalam ekonomi. Selain itu, dia juga pemimpin physiocrats. Kata physiocrats digunakan oleh para pengikut Kennay. Physiocrats diambil dari bahasa perancis yang artinya hukum alam. Para pengikutnya pun mempercayai bahwa kemakmuran suatu negara dapat dicapai melalui pertanian.
Menurut Quesnay, suatu ekonomi dapat digambarkan menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah sektor pertanian. Dengan adanya pertanian, maka akan menghasilkan makanan. Hasil pertanian itu dapat berupa rempah-rempah dan yang lainnya. Makanan inilah yang dapat dikonsumsi oleh manusia sebaga kebutuhan hidup.

Kedua, sektor manufaktur. Sektor ini dapat berupa pabrik dan perusahaan. Dari sektor ini akan menghasilkan pakaian, barang bangunan, serta barang yang lainnya. Manfaatnya, barang tersebut dapat digunakan sebagai alat pertanian, pekerja pabrik dan jasa.
Ketiga, sektor pemilik tanah. Sektor ini memang tidak membawa nilai ekonomi apa pun. Biasanya, pemilik tanah menggunakan jasa pekerja untuk menggarap tanahnya. Kemudian, hasilnya dibagi sesuai ketentuan dan kesepatan berdua. Hal yang seperti inilah yang dikenal dengan teori sewa physiocratic.

b. John Locke

Locke merupakan tokoh pertama yang membatasi pemerintah dalam kegiatan ekonomi. Selain itu, dia juga orang yang pertama yang mengakui kepemilikan pribadi. Sumbangan lain yang diberikan oleh Locke adalah adanya suku bunga dan teori uang. Keduanya ini yang menjadi pemacu berkembangannya perekonomian.

Sumbangan pemikiran Locke adalah setiap manusia mempunyai hak dalam pekerjaanya. Bahkan, dia juga menambahkan bahwa hasil dari pekerjaan juga menjadi hak manusia. Artinya, tidak ada hak bagi orang lain dari hasil yang di dapatnya. Semua mutlak menjadi miliknya.

Locke juga mengakui uang sebagai hasil mutlak yang diterima oleh seseorang ketika dia bekerja. Dengan uang, manusia dapat memenuhi semua kebutuhanya. Dengan uang pula, manusia akan menjadi kaya raya dan dapat membeli barang yang diinginkan. Sebab, uang tidak akan rusak karena dikonsumsi.

Locke sangat tidak setuju dengan pendapat Josiah Child. Child mengatakan bahwa suku bunga harus dibatasi sampai level 4%. Baginya, penetapan seperti itu membuat perekonomian tidak stabil. Menurut Locke, lebih baik suku bunga dibiarkan begitu saja. Artinya sesuai dengan permintaaan dan menawaran barang. Jadi, pemerintah tidak ikut campur dalam penetapan bunga tersebut.
Sumbangan kedua dari pemikiran Locke adalah tentang uang logam. Permasalahannya, pemerintah Inggris ingin memotong biaya dari uang logam yang ada. Artinya, mengurangi akan adanya nilai mata uang. Menurut Locke, dengan dilakukannya seperti itu, maka para pedangang akan semakin ingin mendapatkan uang. Jadi, meskipun diturunkan para pedagang tidak akan menurukan pembelian akan suatu barang.

c. Adam Smith

Menurut Adam Smith, pemberlakuan perkembangan ekonomi harus didasarkan pada pembagian kerja. Tujuannya supaya pertambahan tenaga kerja semakin produktif. Selain tenaga kerja, juga diperlukan adanya keseluruhan dari modal kerja. Modal tersebut bisa di dapatkan dari dana tabungan.

Keberadaan pasar harus dibuat seluas mungkin. Sebab, dengan pasar yang luas, maka produksi akan terus bertambah. Bahkan, luasnya pasar tersebut harus mampu mendapat perhatian dari perdagangan internasional sehingga pasar tersebut akan semakin luas, yaitu pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.

Ketika pertumbuhan ekonomi itu ada maka akan bersifat kumulatif. Artinya, bila dalam suatu pasar terdapat modal dan pembagian tenaga kerja. Maka, pasar tersebut akan mengalami kenaikan dalam produksi. Sebab, kedua komponen itulah yang menyebabkan kenaikan produksi semakin bertambah. Dengan demikian, perekonomian akan semakin berkembang dan lancar.

d. David Ricardo

Salah satu tokoh ekonomi klasik yang lain adalah David Ricardo. Menurut dia, kelompok masyarakat ekonomi dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Golongan Kapital atau Modal

Golongan permodalan adalah golongan yang memimpin produksi. Selain itu, golongan ini juga memiliki peranan penting di dalam produksi. Caranya, mereka mencari keuntungan. Kemudian, menginvestasikannya dalam bentuk keseluruhan modal. Dampaknya adalah menaikkan pendapatan nasional.

2. Golongan Buruh

Golongan ini sangat bergantung pada golongan kapital. Tanpa adanya golongan ini, maka golongan buruh tidak akan mendapat penghasilan. Golongan ini juga merupakan golongan terbesar masyarakat. Sebab, kebanyakan pengasilan masyarakat berasal dari menjadi buruh.

3. Golongan Tuan Tanah

Pendapatan golongan itu juga dari golongan permodalan. Jadi, golongan kapital ini menyewa lahan yang dimiliki glongan tuan rumah. Kemudian, setiap bulan atau setiap tahun, golongan kapital harus membayar biaya sewa tempat itu. Dari biaya sewa itulah, golongan tuan rumah mendapatkan penghasilan.

Menurut Ricardo, ketika jumlah penduduk semakin bertambah, maka tanah semakin langka. Selain jumlah penduduk, pertumbuhan modal juga bisa mengakibatikan tanah menjadi langka juga.

e. Thomas Robert Malthus

Dalam pemikirannya, Robert mengatakan bahwa jumlah penduduk akan sangat membantu naiknya permintaan. Akan tetapi, jumlah jumlah penduduk bukan satu-satunya unsur penting di dalamnya. Semua itu harus ditunjang dengan unsur-unsur yang lain untuk menumbuhkan perekonomian. Unsur yang paling penting adalah turunnya biaya. Dengan ini, akan mempermudah para kapitalis untuk terus berproduksi.

Selain itu, dia juga berpendapat bahwa perkembangan ekonomi perlu adanya jumlah modal. Dengan adanya modal itu kemudian diinvestasikan terus-menerus. Hal inilah yang akan membuat perekonomian akan semakin meningkat. Sebab, investasi akan menguntungkan dua pihak. Pihak investor akan mendapat tambahan uang. Seementara itu, pihak lembaga investasi akan mendapatkan modal untuk terus berproduksi.

f. John Stuart Mill

John Suart Mill merupakan tokoh yang terkenal dengan utilitarianisme dan konsep kebebasannya. Maksud dari utilitarianisme adalah lebih mengedepankan orang lain. Jadi Mill juga setuju dengan teori pasar bebas Adam Smith. Akan tetapi, dia lebih mengkhususkan bahwa pasar bebas itu harus berdasarkan pada kebahagian orang lain.

John mengatakan demikian karena pasar bebas selalu mengedepankan kepentingan pribadi. Mereka selalu berpikiran bahwa selalu untung. Mereka tidak pernah mempermasalahkan cara yang dilakukan. Meskipun caranya merugikan orang lain, tetapi menguntungkan itu bisa dijadikan jalan juga untuk bisa untung. Melihat itu, maka John mengeluarkan pendapat dengan utilitarianisme.

Dalam pemikirannya, Mill juga setuju dengan pendapat Thomas Robert. Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Selain jumlah penduduk, sumber daya yang tetap juga ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

g. David Hume

Sumbangan yang diberikan Hume dalam perekonomian adalah tentang teori uang. Analisis yang dilakukan oleh Hume adalah tentang harga, tingkat suku bunga, dan kegiatan ekonomi. teori yang dilakukan oleh Hume ini terkait dengan pendapatan nasional sehingga sangat berhubungan erat dengan bagaimana negara-negara tersebut tidak menyeimbangkan perdagangan.