Penolakan Jerman terhadap Isi Perjanjian Versailes

Perang Dunia I diakhiri dengan kekalahan triple alliance blok sentral yang terdiri dari Jerman, Turki Raya, Austria, dan Bulgaria oleh negara-negara yang tergabung deng triple entente blok sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, Serbia, Yunani, dan Australia. Kekalahan triple alliance ini diperkuat dengan adanya perjanjian Versailes.

Versailes adalah nama sebuah kota yang terletak di Perancis. Pada tanggal 28 Juni 1919 Jerman di undang oleh sekutu ke kota Versailes untuk menandatangani sebuah perjanjian atau lebih tepatnya dipaksa mengakui sebuah pengakuan, dikarenakan isi perjanjian dibuat secara sepihak oleh negara-negara blok sekutu tanpa sedikitpun melibatkan Jerman. Adapun isi perjanjian tersebut adalah sebagai berikut.

1. Jerman harus menyerahkan beberapa daerah kekuasaannya kepada negara-negara sebagai berikut.

a. Daerah Elzas-Lotaringen harus diserahkan kepada Perancis.

Wilayah yang memiliki luas sekitar 14.522 km2 dengan penduduk 1.815.000 jiwa ini harus dikembalikan kepada Perancis. Pengembalian wilayah ini dipertegas dengan perjanjian Frankfurt pada tanggal 10 Mei 1871, meskipun pada faktanya penandatangan perjanjian tersebut adalah sebuah pemaksaan karena Jerman tidak dilibatkan dalam perumusan isi perjanjian tersebut.

b. Daerah Eupen, Malmedy, dan Meresnet harus diserahkan kepada Belgia.

Jerman pun harus dengan berat hati menyerahkan Eupen, Malmedy, dan Meresnet kepada Belgia, padahal ketiganya telah tumbuh menjadi kota-kota yang maju dan dapat diandalkan oleh Jerman.

c. Daerah Prusia Barat dan Posen kepada harus diserahkan kepada Polandia.

Prusia Barat dan Posen merupakan wilayah yang memiliki luas sekitar 53.800 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 4.224.000 jiwa harus diserahkan ke Polandia, padahal kedua daerah tersebut memiliki akses yang bebas ke lautan dan banyak terdapat bangsa Jerman sebagai penduduk di kedua daerah tersebut.

d. Schleswig Utara harus diserahkan kepada Denmark.

Schleswig merupakan kota yang memiliki luas wilayah sekitar 3.984 km2 dengan jumlah penduduk 163.600 jiwa dan mayoritas penduduknya berkebangsaan Jerman. Namun berdasarkan hasil jajak pendapat, penduduknya lebih suka bergabung dengan Denmark, sehingga Jerman harus merelakan daerah  Schleswig Utara dimiliki oleh Denmark.

e. Wilayah Hlucinsko Hulczyn di Silesia Hulu diberikan kepada Cekoslovakia.

Jerman pun harus merelakan wilayah yang memiliki luas sekitar 333 km² dengan jumlah penduduk sekitar 49.000 jiwa kepada Cekoslovakia.

f. Bagian timur Silesia Hulu diserahkan kepada Polandia.

Wilayah yang memiliki luas sekitar 3.214 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 965.000 jiwa ini tetap harus diserahkan kepada Polandia meskipun dari hasil jajak pendapat 60% penduduknya memilih tetap bergabung dengan Jerman.

g. Bagian utara Prusia sebagai Memelland diserahkan kepada Lithuania.

Wilayah ini semula berada berada di bawah pengawasan Perancis, namun kemudian harus diserahkan kepada Lithuania tanpa jajak pendapat.

h. Bagian timur Prusia Barat dan selatan Prusia Timur harus diserahkan kepada Polandia.

i. Danzig sebagai kota merdeka di bawah naungan Liga Bangsa-Bangsa.

Danzig merupakan kota pelabuhan yang merupakan muara dari sungai Wisla pada Laut Baltik dijadikan sebagai Freie Stadt Danzig (Kota Bebas Danzig) yang berada di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

2. Jerman harus menyerahkan daerah Saarland kepada LBB selama 15 tahun dan kemudian akan diadakan plebisit atau referendum untuk menentukan apakah rakyat memilih bergabung dengan Jerman atau Perancis. Meskipun demikian, pada masa tersebut produksi batu bara yang dihasilkan oleh daerah tersebut menjadi milik Perancis.

3. Jerman harus menyerahkan daerah jajahannya kepada Inggris, Perancis, dan Jepang.

4. Jerman harus membayar ganti rugi perang kepada negara-negara Sekutu sebesar 132 milyar mark emas.

5. Jerman harus menyerahkan semua kapal dagangnya kepada Inggris.

6. Angkatan perang Jerman diperkecil dan dilarang mengadakan wajib militer, dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Jerman hanya diperbolehkan mempunyai tentara angkatan darat maksimal hanya 100.000 prajurit, tidak diperbolehkan memiliki tank maupun artileri berat lainnya, dan tidak boleh ada staf jenderal Jerman.

b. Angkatan laut maksimal hanya berjumlah 15.000 prajurit, enam kapal perang, dan tidak boleh memiliki kapal selam.

c. Masa bakti serdadu atau prajurit Jerman 12 tahun dan opsirnya 25 tahun.

7. Daerah Rhein diduduki oleh Sekutu untuk mengawasi apakah Jerman menaati perjanjian Versailles atau tidak.

Akibat dari isi perjajian sepihak tersebut Jerman kehilangan 13% wilayah yang pernah dikuasainya, 12% jumlah penduduk yang pernah mengabdi kepada negaranya, 16% produksi batu bara yang menyuplai bahan bakar untuk keperluan industri, dan hampir 15% hasil pertaniannya. Kondisi tersebut mengakibatkan Jerman berada dalam keterpurukan perekonomian yang menganggu stabilitas di berbagai bidang seperti keamanan, tingkat pengangguran, kemisikinan, dan lain-lain.

Selain itu, isi perjanjian sepihak tersebut telah menimbulkan rasa malu yang luar biasa bagi penduduk Jerman. Sebab negara mereka dipaksa harus mengakui dan bertanggung jawab sebagai biang keladi pecahnya Perang Dunia I tanpa diajak kompromi sedikit pun.

Kemenangan Partai Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler pada tahun 1933 yang mengobarkan semangat cahuvinisme telah berhasil membangkitkan semangat bangsa Jerman dan bersatu dalam tekad yang bulat menolak isi perjanjian Versailes tersebut karena dianggap sepihak. Bahkan sebaliknya, Jerman dibawah pimpinan Adolf Hitler bertekad akan mengembalikan kejayaan Jerman bahkan menjadikan Eropa Raya dengan Jerman sebagai pemimpinnya. Tentu saja keinginan Jerman tersebut telah mengarah kepada tindakan-tindakan imperialisme yang memicu kembali timbulnya perang, yang dinekal dengan Perang Dunia II

Serbuan Jerman ke Polandia

Berdasarkan isi perjanjian Versailes, Polandia merupakan negara yang banyak menerima beberapa wilayah Jerman, yaitu daerah Prusia Barat, Prosen, dan bagian timur Siselia Hulu, bagian timur. Sedangkan Danzig merupakan wilayah yang berada dalam pengawasan Liga Bangsa-Bangsa.

Keinginan untuk membalas dendam kepada negara-negara blok sekutu dan keinginan untuk menciptakan Eropa Raya dimulai Jerman dengan menyerang kota Danzig pada tanggal 1 September 1939. Dalam serangan ke kota Danzig tersebut, Adolft Hitler telah mengerahkan sekitar 1.700.000 prajurit, ratusan pesawat tempur, ratusan tank dan artileri berat, dan peralatan perang modern lainnya.

Serangan ini berlangsung sangat cepat dan tiba-tiba. Jerman tidak memberikan peringatan apapun kepada Polandia. Hanya dalam waktu satu bulan lebih lima hari, Jerman berhasil melumpuhkan dan menguasai Polandia.

Para pejuang Polandia di bawah pimpinan Tadeusz "Bor" Komorowski terus berusaha melakukan perlawanan kepada tentara Nazi , namun dikarenakan kalah strategi, jumlah, dan persenjataan para pejuang Polandia tidak bisa mempertahankan Warsawa sebagai ibu kota Polandia. Tentara Nazi yang brutal telah menjadikan wanita dan anak-anak Polandia sebagai perisai hidup di sekeliling tank tentara Nazi. Selain itu, tentara Nazi telah memerintahkan serdadunya untuk melakukan “sapu bersih” sehingga mensahkan kaum laki-laki Polandia baik sipil maupun tentara untuk dijadikan sasaran amunisi mereka.

Serangan Jerman kepada Polandia yang cepat, mendadak, dan brutal tersebut telah menyebabkan 15.000 tentara Polandia tewas atau hilang, 5.000 orang tentara terluka, dan 200.000 warga sipil terbunuh. Sementara di pihak Jerman, telah menyebabkan 16.000 tentaranya tewas dan 9.000 diantaranya luka-luka.

Kesuksesan Jerman tersebut, didukung oleh Rusia yang merasa terancam oleh Jerman sehingga melakukan penyerangan terhadap Polandia bagian timur yaitu pada 17 September 1939. Dan pada tanggal 27 September 1939 Rusia berhasil menguasai Polandia bagian timur. Negara Inggris dan Perancis yang semula memberikan jaminan kemerdekaan kepada Polandia, tidak bisa melakukan perlawanan kepada serangan Jerman dan Rusia dikarenakan serangan terjadi sangat tiba-tiba, sehingga menyebabkan Polandia jatuh ke tangan Jerman dan Rusia.

Akibat serangan Jerman dan Rusia ke Polandia tersebut, menjadikan sebab pertama Inggris dan Perancis mengeluarkan pernyataan Perang kepada Jerman pada tanggal 3 September 1939. Dengan demikian kecamuk Perang Dunia II tidak bisa dihindarkan lagi.

Adapun alasan lain Jerman melumpuhkan Polandia terlebih dahulu, adalah dikarenakan letak Polandia sangat strategis untuk dijadikan pintu masuk menguasai negara-negara Eropa lainnya seperti Rusia, Austria, Inggris, dan lain-lain.

Serbuan Rusia ke Finlandia

Setelah berhasil menguasai Polandia bagian Timur, Rusia mengalihkan perhatian sasaran perangnya kepada Finlandia. Finlandia sebenarnya merupakan negara netral dan tidak terlibat perang, namun pada musim dingin tanggal 30 November 1939 Rusia menyerbu negara tersebut untuk merebut Pulau Huko dengan alasan untuk menjaga garis pantai Leningrad dari serangan musuh. Pertempuran antara Finlandia dan Rusia lebih dikenal dengan winter war karena berlangsung pada mudim dingin.

Rusia, yang meskipun berhasil menguasai seluruh wilayah Finlandia, namun pertempuran di Finlandia tidak semudah dan secepat menguasai Polandia bagian timur. Tentara sniper Finlandia yang sudah terbiasa berburu bebek di mudim dingin dengan berbekal persenjataan seperti senapan Arisaka Jepang, Mosin Nagan Rusian dan Warner and Swasey Amerika Serikat, berhasil menghambat gerak maju serdadu Rusia yang sebagian besar merupakan sniper terbaik Rusia. Bahkan salah seorang sniper Finlandia yang bernama Simo Hayha berhasil membunuh 500 orang sniper Rusia. Meskipun dalam pertempuran menghadapi invasi Rusia tersebut Finlandia mengalami kekalahan, namun cukup menjadi pelajaran yang berharga bagi Rusia.

Pada tahun 1941, ketika Jerman menyerang balik Rusia, Finlandia berusaha membantu Jerman menyerang Rusia. Meskipun pada akhirnya Jerman harus tunduk kepada sekutu pada pertempuran selanjutnya dalam Perang Dunia II.