Bumi ini terbentuk karena ada tenaga yang menbentuknya. Tenaga yang membentuk permukaan bumi adalah tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga tersebut memberi bentuk relief di permukaan bumu. Yang termasuk dengan tenaga endogen, yaitu peristiwa tektonik dan vulkanik. Berikut ini penjelasannya.

Vulkanisme

Vukanisme mudahnya dapat dipahami sebagai proses keluarnya magma dari perut bumi ke permukaan bumi. Magma yang keluar dari permukaan bumi tersebut berasal campuran batu-batuan dan logam dengan keadaan yang cair dan sangat panas. Bahan-bahan vulkanis yang keluar gunung api berupa benda padat, cair, dan gas. Bahan padat yang keluar dari gunung api, contohnya adalah pasir, lapili, batu apung, bom, dan batu vulkanis. Bahan cair yang keluar dari gunung api disebut dengan effusifa. Contoh effusifa adalah lava, sedangkan bahan yang keluar berupa gas disebut dengan ekshalasi. Bahan yang keluar dari gunung berapi ketika terjadi letusan atau erupsi disebut dengan eflat.

Bom salah satu bahan yang keluar dari gunung api. Yang dimaksud dengan bom, yakni batu besar. Selain bom, juga keluar material yang dimaksud dengan lapili, yakni batu kecil sebesar biji kacang. Sementara itu, yang dimaksud dengan batu apung, yaitu lava yang berasal dari buih magma. Buih magma tersebut membeku dengan cepat saat terlempar.

Abu vulkanis adalah batuan yang berupa serbuk halus dan diterbangkan oleh angin sampai mencapai puluhan kilometer dari gunung api, bergantung besarnya angin yang membawa. Ekshalasi sendiri terdiri dari bermacam-macam jenis, yakni asam sulfit (asam belerang), gas belerang, gas asam arang, senyawa chloor, terdapat juga gas nitrogen, dan uap air.

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah peristiwa alam berupa getaran dan dapat berupa gerakan bergelombang pada kulit bumi. Gerakan tersebut disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Menurut jenisnya, gempa terbagi menjadi gempa tektonik, vulkanis, dan runtuhan atau terban. Geologi tektonik, yakni ilmu yang mempelajari bentuk batuan. Bentuk batuan tersebut seperti yang terdapat di alam. Geologi tektonik juga disebut dengan geologi struktur.

Tektonik sendiri berarti daya tekanan dari bumi dengan arah vertikal maupun dengan arah lateral atau tangensial. Gerakan tersebut akan menghasilkan gejala-gejala pelengkungan ataupun gejala-gejala patahan sedimen. Bedanya  daya tarikan hanya menghasilkan patahan. Tektonisme adalah perubahan letak lapisan pada permukaan bumi ini. Hasil dari tektonisme, yakni berupa lipatan dan patahan. Tektonisme ada dua, yaitu epirogenetik dan orogenetik.

Litosfer di atas astenosfer bersifat elastis dan cair. Dengan sifat ini, litosfer mudah pecah atau terkoyak akibat dari arus konveksi di astenosfer. Litosfer pecah dan kemudian membentuk kepingan yang disebut dengan lempeng litosfer.

Berikut ini prinsip-prinsip yang terjadi pada pergeseran lempeng litosfer.

  • Lempeng litosfer yang saling bertumbukan menyebabkan lempeng litosfer menyusup di bawah lempeng litosfer lainnya.
  • Lempeng litosfer yang saling berpapasan akan membentuk sesar mendatar.
  • Lempeng litosfer yang saling memisah akan membentuk penggungan di tengah samudra.

Pergerakan Lempeng Litosfer di Indonesia

Lempeng litosfer Hindia–Australia adalah lempeng yang bergerak ke arah utara dan lempeng litosfer Pasifik adalah lempeng yang bergerak ke arah barat. Lempeng-lempeng litosfer tersebut akan saling bertabrakan. Tempat terjadinya pertumbukan tersebut merupakan jalur kegiatan orogen yang meliputi gejala-gejala penebalan kerak benua, pengerutan lapisan, dan tempat pertumbuhan benua.

Pertemuan lempeng litosfer, mempunyai ciri khas, yaitu:

a. Fisiografi

Fisiografi adalah perbedaan relief yang menonjol dan merupakan perkembangan geologi Indonesia yang ada di bagian barat. Hal tersebut terdiri atas pulau-pulau yang besar, laut yang dangkal, serta tatanan tektonik lebih sederhana. Perkembangan geologi yang ada di Indonesia bagian timur terdiri pulau-pulau yang kecil dan laut yang dalam.

b. Kegempaan

Indonesia termasuk daerah yang rawan terjadin gempa terutama daerah yang dekat dengan jalur penekukan lempeng litosfer. Jalur tersebut misalnya yang ada di sebelah selatan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa – Banda. Lempeng litosfer yang menyusup lempeng litosfer lainnya akan membentuk jalur gempa.

c. Gunung api

Gunung api berupa magmatik, yakni gunung api yang berjajar membentuk busur mulai Pulau Sumatra – Pulau Jawa – Pulau Bali terus ke timur sejajar jalur penekukan lempeng litosfer.

d. Pembentukan pegunungan

Lempeng litosfer Hindia – Australia bergerak ke utara, bertumbukan dengan lempeng litosfer Asia Tenggara dan membentuk cembungan memanjang, yaitu pegunungan. Contohnya, Pegunungan Kendeng, Pegunungan Serayu, dan Pegunungan Selatan.

Bentang Alam Akibat Proses Eksogen

Bentang alam juga mengalami perubahan yang disebabkan oleh peristiwa eksogen. Berikut ini penjelasannya.

Erosi atau pengikisan

Erosi adalah pengikisan yang terjadi di permukaan bumi. Pengikisan tersebut disebabkan oleh air, angin, atau es. Apabila suatu daerah terjadi pengikisan, lapisan bunga tanah akan hilang dan akan menjadi daerah yang tandus. Jika terlalu banyak hutan gundul, erosi akan berlangsung lebih cepat. Erosi mengakibatkan banyak perubahan pada kerak bumi, seperti pegunungan-pegunungan tingginya menjadi berkurang, puncak-puncak gunung dari tajam berubah menjadi bulat, serta dataran rendah menjadi lebih tinggi, juga menyebabkan laut di tepi pantai berkurang dalamnya, dan ngarai bertambah luas.
Jenis-jenis Erosi 

  1. Erosi air sungai. Erosi air ungai terjadi jika air mengalir dengan kecepatan dan debit air yang besar, misalnya Lembah Anai, Grand Canyon Colorado, Ngarai Sianok, dan Jeram Victoria.
  2. Erosi air laut (abrasi). Erosi air laut disebabkan oleh terjangan ombak laut pada tebing pantai yang terus-menerus. Perusakan ini disebut abrasi atau erosi marine.
  3. Erosi es (gletser). Erosi es terjadi pada saat tumpukan es bergerak perlahan ke bawah dan mengikis lembah-lembah di pegunungan. Arus es ini disebut gletser karena erosi ini disebabkan oleh tenaga es, maka disebut exarasi. Hasil endapan yang diendapkan disebut moraine.
  4. Erosi angin. Proses ini banyak terjadi di daerah yang agak kering, misalnya di gurun pasir. Hasil-hasil perusakan yang sudah menjadi halus mudah sekali ditiup oleh angin sehingga membentuk batu jamur dan bukit pasir.

Selain jenis di atas, ada beberapa istilah yang terjadi pada erosi, yaitu:

  1. Erosi percikan (splash erosion). Erosi percikan terjadi karena tetesan air hujan pada saat memercik pada batuan atau pada saat memercik pada tanah. Erosi semacam ini menyebabkan material atau tanah menjadi lapuk dan tentu saja akan mudah hancur.
  2. Erosi permukaan (sheet erosion). Pada erosi ini, lapisan tanah yang paling atas akan menjadi hilang. Erosi permukaan menyebabkan tanah menjadi tandus karena hilangnya lapisan humus.
  3. Erosi alur (rill erosion). Erosi ini terjadi karena pengikisan tanah sehingga mengakibatkan alur-alur yang searah dengan kemiringan lereng.
  4. Erosi parit (gully erosion). Erosi parit yakni erosi yang sangat kuat sehingga lereng-lereng yang terkena erosi ini akan berbentuk seperti parit V atau U. Erosi ini merupakan bentuk lebih lanjut dari erosi alur.
  5. Erosi tebing sungai (stream bank erosion). Karena erosi tebing ini, maka lembah sungai bertambah lebar akibat pengikisan pada dinding sungai (erosi lateral). Biasanya, terjadi pada daerah hilir sungai.
  6. Erosi air terjun (waterfall erosion). Tenaga air terjun akan mengakibatkan erosi dan biasanya erosi yang dihasilkan adalah vertikal. Posisi atau letak air terjun tersebut sedikit demi sedikit bergerak ke belakang ke arah hulu sungai dan disebut juga erosi mudik.

Nah, itulah penjelasan mengenai tenaga yang mengubah bentuk permukaan bumi. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.