Berpuisi? Apakah kamu juga orang yang suka dengan puisi? Bagi mereka yang menyukai puisi dan sudah akrab dengan puisi, akan sangat menikmati setiap hal yang berkaitan dengan puisi, baik itu tentang pembacaan puisi yang baik dan benar, cara membaca yang benar, dan segala hal tentang puisi. Selain itu, ketika suka dengan karya puisi ini, rata-rata mereka dengan mudah mememahami isi puisi tertentu. Kenikmatan itu yang menyebabkan mereka paham karena memang tidak semua orang dengan mudah memahami puisi. Puisi merupakan karya sastra imajinatif dan ekspresif.

Apa Itu Puisi?

Menurut Popo Iskandar, seorang pelukis dan budayawan Bandung yang cukup terkenal menyebutkan bahwa puisi adalah seni dari segala seni. Hal ini disebutkan karena dalam puisi setiap orang bebas berekspresi untuk mengungkapkan apa pun yang dirasakan dengan menyampaikannya secara indah dan ekspresif. Puisi merupakan pernyataan makna hidup. Jadi, ketika seseorang ingin mengekspresikan diri, berpuisi menjadi salah satu hal yang tepat untuk dilakukan. Puisi adalah bagian dari kehidupan dan hidup diekspresikan dengan puisi.

Membaca Puisi

Tidak semua orang juga mudah membaca puisi dengan indah karena ini juga merupakan sebuah keterampilan yang harus terus diasah. Kegiatan membaca puisi dibagi menjadi dua, yaitu membaca deklamasi dan poetry reading.

Membaca puisi dengan deklamasi lebih cenderung dalam hal membaca puisi untuk orang lain yang pada dasarnya mengekspresikan puisi dalam bentuk visual dan audio yang dilakukan dengan gaya dan ekspresi tertentu. Akan tetapi, pembaca puisinya tidak menggunakan teks. Gaya atau ekspresi yang dimaksud adalah gaya bahasa tubuh mulai dari gerakan tangan, kepala, tubuh dan ekspresi lainnya yang digerakkan secara selaras dengan puisi yang dibaca.

Sementara itu, membaca poetry reading adalah membaca puisi dengan membawa teks dengan menggunakan gaya atau ekspresi. Gaya atau ekspresi yang digunakan adalah lebih pada ekspresi suara dengan irama atau ritme, mimik, dan kinesik. Hal ini menjadi bagian penting dalam membaca puisi. Pembaca harus meperhatikan makna puisi secara dalam sehingga bisa diekpresikan dengan indah dan menarik. Tentunya dengan memperhatikan faktor kebahasaan dan nonkebahasaan dari sebuah puisi.

Adapun faktor kebahasaan meliputi pelafalan kata atau frasa dan intonasi suara. Sementara itu, faktor non kebahasaan meliputi sikap, gerak gerik, ketepatan suara, irama dan mimik. Mimik adalah perubahan ekspresi atau raut muka seseorang ketika sedang membaca puisi. Irama merupakan gelombang naik turun, keras lembutnya suara, dan panjang pendeknya, sedangkan kinesik adalah gerakan tangan dan tubuh yang mendukung untuk penyampaian makna puisi dengan ekspresi.

Teknik Membaca Indah Puisi

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa puisi itu merupakan seni dari segala seni maka, membaca puisi harus dilakukan dengan indah, indah dalam hal penyampaian makna sehingga apa yang ada dalam pikiran penyair bisa sampai kepada pembacanya. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh pembaca puisi, yaitu:

1. Interpretasi

Interpretasi adalah penafsiran atau pemahaman terhadap apa yang terkandung dalam puisi baik secara tersurat maupun tersirat. Dengan memahami apa yang terkandung dalam puisi, akan lebih bisa menginterpretasikan setiap kata, makna, simbol, dan lambang-lambang yang terdapat di dalamnya. Dari interpretasi ini, nantinya akan muncul imajinasi, baik itu imajinasi visual (seolah melihat sesuatu yang terkandung dalam puisi), imajinasi auditory (seolah mendengar kata-kata tertentu), imajinasi alfaktory (seolah seperti mencium atau membau sesuatu), dan imajinasi organik (bisa mengekspresikan seolah seperti merasa lapar, haus, ngantuk, senang dan lainnya.)

2. Vokal

Dalam teknik vokal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Artikulasi berupa pengucapan kata yang utuh dan jelas, begitu juga dengan setiap hurufnya. Nantinya, akan terdengar jelas, bagaimana melafalkan huruf f, p, dan v atau huruf-huruf yang lainnya.
  2. Diksi merupakan pemilihan kata demi kata dengan tekanan tertentu yang bervariasi
  3. Intonasi adalah tentang bagaimana mengatur suara baik secara lagu, perubahan nada tuturan yang menimbulkan makna, arti, dan informasi. Kalau dalam tulisan, biasanya dilambangkan dengan pungtuasi (tanda baca).
  4. Tempo adalah pengaturan cepat lambatnya pengucapan setiap kata, kita harus bisa mengatur dan menyesuaikan dengan kekuatan napas, kapan kita akan menarik napas, dibagian mana bisa ambil dan mengatur napas, dan sebagainya.
  5. Jeda adalah mengetahui di bagian mana kita bisa melakukan pemenggalan terhadap kata-kata yang terdapat dalam puisi. Untuk bisa melakukan jeda dengan baik, berilah tanda untuk setiap penggalannya, seperti:
  • / Perhentian sejenak di antara kata atau frasa tanpa menarik napas.
  • // Perhentian sesaat untuk mengambil napas (menandai koma atau titik).
  • /// Perhentian relatif lebih lama untuk mengambil napas beberapa kali.

Begitu juga dengan tanda-tanda yang lain seperti ketika suara akan meninggi, rendah, dan sebagainya.

  1. Modulasi merupakan cara yang dilakukan untuk mengubah suara ketika membaca puisi, seperti mengubah dari nada sedih ke tertawa.
  2. Dinamika adalah bagaimana kita bisa mengatur lemah kerasnya suara kita, apakah nantinya akan sampai terdengar ke penonton atau tidak. Ketika dalam keadaan dinamika yang bagus, maka kita bisa mengatur setiap rima, nada, volume, dan hal-hal yang terkait dengan vokal selama membaca puisi.
  3. Pernapasan. Agar semuanya lebih bagus dan teratur biasanya dalam hal pernapasan lebih bagus menggunakan pernapasan perut karena akan sangat berpengaruh terhadap pengaturan setiap kata yang terucap, dan juga kita lebih bisa mengatur napas selama membaca puisi.

3. Penampilan

Penampilan adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam membaca puisi. Pembaca puisi dituntut untuk bisa mengenali pentas dan publik. Dengan demikian, pembaca puisi ini akan bisa dengan berhasil menyampaikan maksud yang terkandung dalam puisi. Selama membaca puisi, sikap yang harus ditunjukkan adalah penampilan yang meyakinkan dan bisa menguasai penonton dengan tenang tanpa harus ada ekspresi yang berlabihan. Untuk itu, kita harus terlihat tetap tenang. Hal itu bisa dicapai dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Gerak. Setiap gerakan yang ditampilkan harus mendukung isi puisi sehingga tercipta harmonisasi antara gerakan dan kata-kata.
  2. Komunikasi merupakan cara menjiwai puisi yang sedang dibaca, seolah memberikan sentuhan yang bisa menarik emosi pendengarnya. Tidak hanya pembaca yang terlibat, penonton pun bisa masuk di dalamnya.
  3. Ekspresi bisa secara otomatis muncul dari pemahaman. Jangan sampai ekspresi yang ditampilkan berbeda dengan apa yang seharusnya terdapat dalam puisi. ketika senang, berekspresilah senang. Tetapi harus tetap diingat, jangan sampai menampilkan ekspresi yang berlebihan, berekspresilah sewajarnya.
  4. Konsentrasi adalah hal yang peling utama dalam membaca indah puisi. Ketika sedang membaca puisi, pusatkanlah perhatian pada apa yang sedang kita lakukan, jangan terganggu dengan hal-hal yang bisa mengganggu penampilan kita. Hal ini nantinya akan sangat berpengruh terhadap penampilan, dan semua faktor yang terkait dalam pembacaan puisi.

Itulah beberapa hal terkait dengan membaca indah puisi. Dari penjelasan dan pemaparan tersebut, bisa kita simpulkan bahwa membaca puisi sangat berbeda dengan membaca teks biasa. Dibutuhkan ekspresi dan pemahaman yang mendalam sehingga bisa menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Dituntut juga untuk bisa memperhatikan setiap unsur puisi agar bisa disampaikan kepada pendengar.

Yang pasti, hal yang perlu diingat adalah memcoba memahami puisi dengan memperhatikan mulai dari judul, arti kata, simbol, lambang, imajinasi, rima, mimik, serta tema puisi. dengan begitu kita tidak akan kehilangan makna dan pesan dari sebuah hasil karya sastra puisi.