Seperti sabda Nabi Muhammad Saw pada 14 abad yang lalu di hadapan para sahabat, bahwa hari akhir pasti terjadi. Beliau juga memberitahukan tanda-tanda yang akan mengikuti sebelum alam semesta menuju kehancuran total yaitu kiamat. Untuk membuat waspada para sahabat dan umat Islam, Rasul Saw memberikan rahasia-rahasia tanda akan terjadinya hari akhir. Mulai darisana Rasul Saw berharap hal ini akan disampaikan dari generasi kegenerasi guna bersiap-siap menghadapinya dengan menambah iman.

Tanda-tanda yang disebutkan dalam hadis bukan untuk membuat takut umat Islam akan dahsyatnya hari akhir, tetapi untuk membuat mereka selalu waspada bahwa hari akhir itu ada. Dalam banyak hal, peringatan yang diberikan banyak menolong umat Islam dari jalan sesat. Karena dengan petunjuk dalam hadis itulah, mereka tahu bagaimana seharusnya bersiap untuk selalu melakukan perintah Allah Swt dan taat dengan sunnah Rasul.

Tidak bisa dipungkiri, berbagai tanda yang ada ini membawa pengaruh besar bagi kehidupan umat Islam selama ada di dunia. Umat Islam adalah umat pilihan yang terakhir sebagai umat yang istimewa. Keistimewaan itu digambarkan dalam berbagai hadis yang dibawakan oleh Rasul Saw. Umat yang istimewa ini begitu dicintai oleh Rasul Saw. Karena cintanya pula, Rasul Saw tidak satupun menyembunyikan kenyataan adanya hari akhir. Beliau berharap melalui pertanda yang Beliau sampaikan itu, akan membuat umatnya selamat dunia dan akhirat kelak.

Peristiwa yang Terjadi Sebagai Tanda Hari Akhir

Tanda-tanda yang muncul dalam hadis Rasul Saw, akan terjadi secara berkesinambungan. Bagian demi bagian peristiwa tidak berlangsung secara bersamaan. Berbagai peristiwa yang terjadi sudah sesuai dengan apa yang diberitahukan Rasul sejak dahulu. Peristiwa itu sudah mulai berjalan semenjak diangkatnya Nabi Muhammad Saw sebagai Rasul Allah. Peristiwa itu berjalan sedikit demi sedikit sampai sekarang dan sudah terbukti kebenarannya. Beberapa peristiwa yang harus kita waspadai sebagai umat Islam, di antaranya:

Banyak Terjadi Peperangan

Rasulullah menyebutkan, bahwa pada hari akhir akan banyak terjadi pembunuhan dimana-mana. Pembunuhan yang terjadi berlangsung secara global, bukan hanya berpusat pada satu tempat saja. Hampir di seluruh dunia terjadi pembunuhan. Banyak terjadi konflik-konflik berkepanjangan yang tidak pernah selesai.

Puluhan juta manusia terbunu dengan sia-sia, hanya karena kepentingan politik dan perorangan dari segelintir orang demi kepuasan dirinya sendiri. Padahal jika manusia menyadari peristiwa itu terjadi supaya manusia merasakan dan sebagai peringatan kepada mereka, supaya kembali kejalan yang benar. Dan hanya manusia yang menyadari saja yang yang mengetahui itu salah satu dari tanda akhir jaman.

Banyak Terjadi Kehancuran Berbagai Kota di Dunia

Banyak terjadinya kehancuran kota-kota besar di seluruh dunia akibat peperangan, seperti yang terjadi pada perang dunia ke 1 dan perang dunia ke 2. Dengan berbagai persenjataan dan bom yang dahsyat antara negara-negara yang berperang banyak menghancurkan kota-kota itu menjadi puing-puing berserakan dan hilang dari muka bumi. Banyak bukti ditemukan pada saat ini dengan berbagai penemuan kota-kota yang hilang dan tenggelam di dasar laut akibat perang.

Bencana dari Tahun ke Tahun

Banyak terjadi bencana dari tahun ketahun di seluruh belahan dunia. Bencana alam yang terjadi juga karena perbuatan manusia sendiri, manusia banyak melakukan perusakan di bumi. Bencana terjadi silih berganti diberbagai tempat. Itulah peringatan Allah Swt supaya kita kembali kepada-Nya. Namun terkadang manusia masih banyak yang terlelap dalam kebodohan akan peringatan dan tanda yang diberikan Allah Swt. Padahal itulah kasih sayang Allah Swt kepada manusia, supaya manusia sadar.

Banyak Terjadi Gempa

Pada hari menjelang akhir dunia, akan banyak terjadi gempa dimana-mana. Pada saat ini sudah terbukti, banyak terjadi gempa bumi yang menghancurkan kota-kota diberbagai Negara. Gempa yang terjadi begitu dahsyat, sehingga banyak terjadi kehancuran harta benda dan hilangnya nyawa.

Kemiskinan Merajalela

Tanda yang nyata adalah perbedaan antara si miskin dan si kaya begitu kentara. Orang-orang kaya semakin kaya dan orang-orang miskin semakin miskin. Oranrg miskin semakin banyak jumlahnya, sementara orang kaya tidak peduli dengan kemiskinan yang terjadi dan sama sekali tidak berniat untuk membantunya. Kemiskinan tersebut terjadi karena salah manusia itu sendiri.

Mereka tidak pernah bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga tidak mungkin medzolimi hambanya sedemikian rupa hingga sengsara, jika itu bukan karena kesalahan dirinya sendiri. Hanya manusia yang sadar sajalah yang akan bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Moral Manusia Banyak yang Runtuh

Manusia pada saat itu banyak yang kehilangan nilai moral-moral kesopanan dan nilai harga dirinya. Hal ini dapat dilihat dari banyak terjadinya perzinahan secara nyata dan dianggap biasa. Banyaknya perzinahan yang ada di tempat umum, tanpa ada perasaan malu bagi yang melakukannya. Kemudian ditambah juga dengan banyak terjadinya hal yang sebaliknya. Seperti perempuan bergaya laki-laki, dan laki-laki bergaya perempuan.

Agama Dianggap Tidak Ada

Ketika hari mendekati akhir dari dunia, pengetahauan dan ilmu atas agama akan diangkat dari muka bumi. Kebodohan akan merajelela di kalangan manusia. Mereka hanya mengetahui tentang lahirnya ilmu itu saja, tetapi makna sesungguhnya atau jiwa dari ilmu itu sendiri sudah tidak ada. Yang mereka tahu Al-Quran hanyalah benda dan agama Islam hanyalah nama. Saat itu, agama Islam tetaplah ada, tetapi tidak masuk ke dalam jiwa raga. Untuk mereka agama Islam hanya identitas, dan mengetahui Al Quran hanya merupakan benda seperti halnya buku biasa yang tiada artinya.

Pada saat itu banyak orang Islam yang hanya bisa mengekor bangsa dan umat lain. Seperti umat Nasrani dan Yahudi, mereka melakukan apa saja perbuatan itu secara membabi buta tanpa paksaan. Mereka bangga dengan hal itu, tanpa peduli dengan hal halal maupun haram

Ulama Banyak yang Bermuka Dua

Pada saat itu ulama-ulama banyak yang memanfaatkan statusnya guna menumpuk harta dan kehormatan belaka. Perkataan dan perbuatan mereka hanya sebatas keluar dari tengorokan, bukan dari hati dan iman kepada Allah Swt. Mereka menggunakan agama hanya sebagai kedok untuk mencapai tujuan memperoleh kemuliaan di masyarakat dan kenikmatan duniawi lainnya. Kata-kata dan petuah yang keluar dari mulut mereka sungguh manis, tapi hati mereka lebih busuk dari serigala.

Pada zaman itu, mereka juga banyak menghias mesjid-mesjid dan berlomba-lomba menjadikannya megah. Namun, kewajiban agama mereka lalaikan. Mereka melupakan hukum dan aturan Islam sebagai pondasi beragama, dan melaksanakan ibadah kepadaNya. Mereka tidak pernah menggunakan agama untuk membela kebenaran, tetapi mereka malah menyembunyikan kebenaran itu di balik nama agama dan membuatnya seolah-olah hal itu benar.

Ulama yang benar-benar saleh sangat sedikit, begitu juga umat Islam yang benar-benar beriman. Ketika mereka beribadah pun terpaksa harus sembunyi, karena adanya tekanan ulama maupun umat Islam yang jahat. Masih banyak pertanda yang terdapat dalam hadis yang disampaikan Rasul Saw tentang peristiwa yang terjadi saat hari akhir nanti. Namun, tentang kapan terjadinya hari kiamat tidak seorangpun tahu. Begitu juga umat Islam. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Persiapan Menghadapi Hari Akhir Melalui Pertandanya

Sebagai umat yang beragama dan mengetahui ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw, kita wajib mempelajari serta mengkajinya. Hanya dengan mengetahui arti dari tanda-tanda itulah kita bisa mempersiapkan diri bagaimana menghadapi nantinya. Kita bisa beribadah sesuai dengan tuntunan juga selalu berusaha bersikap baik dan benar dalam berperilaku. Kita bisa berusaha melaksanakan ibadah dengan kesungguhan dan semangat yang tinggi. Karena kita yakin apa yang kita lakukan ketika beribadah akan mendapatkan perlindungan dari Allah Swt dan memperoleh balasan yang setimpal kelak.

Umat Islam yang baik bukan menjadikan dunia sebagai tujuannya setelah mengetahui dunia hanya tempat sementara guna menuju ke tempat yang hakiki yaitu akhirat kelak. Maka dari itu, mari kita berlomba menambah iman kita guna menghadapi hari akhir sehingga pada saatnya nanti kita selamat dunia juga akhirat amin.