Pengertian

Ta’awun diartikan sebagai upaya untuk mengembangkan sikap tolong-menolong antara sesama muslim dan antara sesama manusia pada umumnya. Sikap ini mutlak harus dimiliki oleh para remaja. Karena dengan mengembangkan sikap ta’awun maka seorang remaja akan memiliki hati yang lembut dan mencintai sesama.

Allah Swt berfirman, yang artinya:

Perlu digarisbawahi untuk tidak membenci satu kaum dan untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Upaya tolong-menolong dalam kejahatan bukan hanya akan merugikan orang lain tetapi terutama akan merugikan diri sendiri.

Tasamuh diartikan sebagai upaya untuk bersama-sama berlaku baik, tenggang rasa, saling menghormati, dan saling menghargai antara sesama. Allah Swt berfirman, yang artinya:

Baik ta’awun maupun tasamuh merupakan akhlakul karimah yang patut dimiliki oleh seluruh umat muslim tak terkecuali oleh para remaja. Karena keduanya memiliki manfaat yang sangat besar. Manfaat bagi hubungan manusia dengan Sang Maha Pencipta dengan selalu bertaqwa dan menyayangi segala ciptaan-Nya. Manfaat bagi hubungan antar manusia yaitu Habluminanass. Hubungan yang baik antar manusia akan menciptakan jalinan silaturahim yang baik dan saling menguntungkan. Rasulullah Muhammad saw bersabda, yang artinya:

“Tidaklah dikatakan beriman seseorang di antara kamu sehuingga ia mencintai saudaranya sendiri sebagai mana mencintai dirinya Sendiri.” (HR Mutafaqun ‘Alaih)

Penerapan

1. Saling Menghormati

Saling menghormati hendaknya dilakukan bukan hanya kepada orang tua dan guru saja. Tetapi saling menghormati antar teman dan semua manusia lainnya merupakan sikap ta’awun yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw sesuai dengan ketentuan Allah Swt.

Sikap saling menghormati ini membuat seseorang nyaman berada di dekat kita, bergaul dengan baik dan mengesankan, serta menentramkan bangsa dan seluruh dunia. Seandainya semua bangsa di dunia ini menjunjung tinggi sikap saling menghormati maka tidak ada istilah perang, perebutan kekuasaan, dan pengorbanan orang-orang sipil yang tak seharusnya terjadi.

Rasulullah Muhamamad saw bersabda, yang artinya:

2. Menjenguk yang Sakit

Menjenguk orang sakit adalah akhlakul karimah yang termasuk dalam bagian ta’awun. Merasakan ketika orang lain bersedih, turut menanyakan tentang keadaan mereka, dan berdo’a bagi mereka merupakan hal yang membuat ikatan silaturahim semakin kokoh.
Rasulullah Muhammad saw bersabda yang artinya:

Di saat lain Rasulullah Muhammad saw juga bersabda, yang artinya:

3. Berbaik Sangka

Berbaik sangka kepada orang lain merupakan satu hal yang bisa meredam kemarahan, menumbuhkan kasih sayang, dan menegakkan ukhuwah Islam. Oleh karenanya sebelum kita mendengar dan mengetahui sendiri tentang satu kebenaran berita, tak perlu kita terpengaruh untuk kemudian turut membenci dan tidak suka terhadap satu orang atau lainnya. Allah Swt berfirman, yang artinya:

4. Menolong Orang

Menolong orang lain wajib bagi setiap muslim. Karena dengan menolong orang yang membutuhkan berarti seorang muslim tersebut telah menolong dirinya sendiri dari kefakiran dan kekikiran. Allah Swt mengganti berlipat ganda segala perbuatan baik yang kita lakukan kepada sesama. Baik ganti berupa pahala yang berlipat dan ganti secara materi yang berlipat pula. Namun, menolong dengan ikhlas seharusnya tak mengharap balasan kecuali mengharap ridha dan rahmat Allah Swt semata.

Rasulullah Muhammad saw bersabda yang artinya :

“Pertolonganmu terhadap orang lemah adalah sedekah yg paling afdol.” (HR.Ibnu Abi Ad-Dunia dan Asysyihaab)

5. Tenggang Rasa

Tetangga adalah saudara terdekat kita. Hidup berdampingan dengan tetangga memungkinkan kita untuk lebih sering bertemu dengan mereka dibandingkan dengan saudara yang jauh. Oleh karenanya bertenggangrasa terhadap tetangga menjadi hal yang perlu dilakukan oleh setiap muslim. Rasulullah Muhammad saw bersabda yang artinya:

6. Berbagi

Berbagi dengan sesama adalah takhlak terpuji yang bukan hanya bisa dilakukan pada sesama muslim saja. Dalam urusan dunia, bukan urusan ibadah maka setiap muslim hendaknya memiliki rasa empati terhadap sesama.

7. Berbuat Baik

Berbuat baik kepada sesama merupakan hal yang sangat Islami. Islam adalah agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam, bagi seluruh manusia. Oleh karenanya sebagai remaja muslim tak perlulah kita memusuhi umat beragama lain. Kecuali mereka menyerang kita dan umat Islam lainnya, barulah kita diperkenankan untuk membela diri.

8. Berlapang Dada

Perbedaan adat istiadat, budaya, dan kebiasaan kehidupan perlu untuk diterima dengan lapang dada. Bekerjasama dengan pihak lain, apapun agama, suku, dan ras-nya bisa tetap dilakukan asalkan tidak berkenaan dengan akidah. Karena umat Islam telah memiliki batasan yaitu bagi kita agama kita dan bagi mereka agama mereka. Demikian pula menghindari perbedaan pendapat yang tidak perlu patut dilakukan dan apabila terjadi perbedaan pendapat maka kembalikan semua kepada firman Allah SWT dan sabda Rasul-Nya dalam Al Qur’an dan Hadist. Sebagaimana firman Allah Swt, yang artinya:

9. Tidak Mencela

Mencela, mencaci, dan mengejek orang lain merupakan hal yang bertentangan dengan sikap ta’awun dan tasamuh. Perkataan buruk kepada sesama hanya akan menyakiti hati mereka dan membuat pertengkaran. Dan apabila orang lain mengejek, mencaci, dan mencela kita maka bersabarlah. Karena tidak ada kurangnya apabila kita diejek, dicaci, dan dicela oleh orang lain. Justru tambahan pahala apabila kita bersabar dan tidak membalasnya.