Susunan studi kelayakan bisnis yang benar dan tepat dapat menarik perhatian para pelaku usaha. Mereka dapat menganalisa gambaran kegiatan usaha yang akan dijalankan. Gambaran kegiatan usaha seperti keadaan finansial usaha, prospek perusahaan, peluang pasar dapat terlihat dari berkas studi kelayakan bisnis yang sudah terformat dengan rapi. Format studi kelayakan bisnis minimal memiliki susunan yang terdiri atas; pendahuluan, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi dan keuangan, kesimpulan dan rekomendasi.

Pendahuluan

Pendahuluan berisi latar belakang masalah, ide atau gagasan bisnis, tujuan, serta manfaat yang dapat diperoleh dari usaha atau proyek ini.

Latar belakang masalah memuat spesifikasi usaha yang akan dijalankan, alasan kuat mengapa usaha atau proyek tersebut layak dijalankan, manfaat apa saja yang didapat oleh para pelaku usaha dari usaha atau proyek tersebut.

Ide atau gagasan bisnis menyajikan penjelasan tentang bentuk usaha atau proyek yang akan dijalankan. Apakah berbentuk bisnis baru, pengembangan bisnis atau peluncuran produk-produk baru.

Setiap usaha atau proyek harus dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha. Manfaat yang dimaksud dalam hal ini yaitu manfaat finansial dan manfaat sosial. Manfaat tersebut dapat dirasakan oleh  investor dan masyarakat luas. Bagi investor, tentu modal yang ditanam pada bisnis atau proyek segera kembali sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan. Bagi masyarakat luas, adanya usaha atau proyek tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidupnya serta adanya peningkatan kesejahteraan hidup.

Bagi para lembaga keuangan, bank dan pemerintah, susunan studi kelayakan bisnis yang benar dapat mempermudah analisa sesuai standar kebijakan yang berlaku di institusi-institusi tersebut.

Aspek Pasar dan Pemasaran

Dapat dibilang aspek pasar menjadi tulang punggung susunan studi kelayakan bisnis. Hal ini mengingat permintaan pasar menjadi penentu berhasil atau gagalnya usaha. Permintaan pasar menjadi dasar untuk menentukan jumlah barang yang akan diproduksi. Sedangkan  jumlah barang produksi menjadi dasar untuk menentukan perkiraan jumlah bahan baku yang akan dibeli, tenaga kerja yang dibutuhkan serta sarana prasarana lain untuk menunjang operasional usaha atau proyek. Oleh karena itu, uraian aspek pasar harus realistis dan benar, baik uraian secara historis hingga prospek, peluang dan kendala yang mungkin akan terjadi.

Uraian aspek pasar menyajikan peluang, perkembangan, segmentasi pasar serta langkah-langkah strategis usaha atau proyek untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran. Sajian peluang, perkembangan dan segmentasi pasar dapat berasal dari hasil riset permintaan dan penawaran secara regional atau riset-riset lain yang relevan dengan perkembangan terkini. Analisa SWOT dapat diterapkan dalam membaca peluang pasar.

Hukum permintaan dan penawaran dapat memberikan gambaran market space dan market share untuk produk yang akan dilempar ke pasar. Para pengusaha dapat menentukan berapa harga jual yang pantas ke konsumen dengan mendasarkan pada biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead mesin pabrik.

Tak kalah penting dalam aspek pasar yakni teknis dan program marketing. Teknis dan program marketing ini meliputi metode distribusi barang, iklan dan promosi, transportasi, penjualan, gudang, cara pembayaran.

Aspek Teknis dan Teknologi

Uraian aspek teknis dan teknologi dapat dilakukan apabila aspek pasar sudah dapat dinilai layak. Uraian aspek teknis ini meliputi rencana lokasi, sumber bahan baku, penerapan teknologi, kapasitas mesin produksi, investasi asset-aset produksi untuk menghasilkan keuntungan yang optimum.

Penetapan lokasi usaha atau proyek menentukan bidang usaha apa yang akan dijalankan. Jika lokasi terletak di daerah perkotaan, bentuk usaha di bidang properti seperti perkantoran, ruko-ruko lebih layak dipilih. Bila lokasi di daerah nelayan, bentuk usaha di bidang pengawetan ikan dengan menyediakan mesin-mesin pendingin lebih layak dipilih. Penetapan lokasi juga harus memperhatikan infrastruktur yang ada seperti listrik, akses jalan, tenaga kerja, lingkungan dll. Semua hal perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha karena untuk menjaga kelestarian usaha atau proyek yang dijalankan.

Penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kondisi finansial untuk mencapai efisiensi usaha atau proyek. Jika teknologi baru tersebut dapat lebih menghemat biaya dan waktu, tidak ada salahnya teknologi tersebut diterapkan.

Aspek teknis dan teknologi selalu berhubungan dengan umur ekonomis asset-aset produksi. Walaupun mesin-mesin produksi masih berfungsi baik, akan tetapi secara ekonomis sudah tidak menguntungkan, maka mesin-mesin tersebut perlu diganti. Atau sebaliknya, mesin-mesin lama terlihat sudah kuno, akan tetapi perhitungan ekonomisnya masih menguntungkan, maka mesin-mesin lama tersebut belum perlu diganti.

Aspek Organisasi dan Manajemen

Penentuan bentuk struktur organisasi dan manajemen menyesuaikan dengan teknis dan bidang usaha atau proyek yang akan dijalankan. Uraian berbagai macam tugas dan wewenang dari struktur organisasi harus jelas untuk mengelola usaha atau proyek. Dengan mengetahui identifikasi macam-macam tugas dan wewenang itu, perusahaan dapat menentukan jumlah tenaga kerja yang diperlukan serta spesifikasi keahlian di dalam manajemen usaha atau proyek.

Aspek Ekonomi dan Keuangan

Aspek ini menguraikan perkiraan biaya investasi, biaya operasional dan pemeliharaan asset, modal kerja, sumber-sumber pembiayaan, proyeksi pendapatan, analisa kriteria investasi. Analisa keuangan seperti break even point, pay back period, proyeksi laba dan rugi, arus kas harus dibahas secara rinci untuk dapat menilai kelayakan usaha atau proyek. Manfaat usaha atau proyek bagi masyarakat yang dilihat dari aspek ekonomi perlu dijelaskan dalam bab ini.

Investasi apa saja yang diperlukan untuk menjalankan usaha atau proyek harus terdata dengan jelas. Harga barang-barang investasi harus diketahui besarnya pada saat itu. Semua data-data perkiraan biaya investasi ini biasanya dibuat dalam bentuk tabel.

Uraian perkiraan biaya operasional dan pemeliharaan meliputi biaya tetap dan biaya tidak tetap. Angka-angka yang tertera pada biaya operasional dan pemeliharaan harus benar, tepat dan lengkap. Hal ini sangat penting mengingat semua komponen biaya tersebut akan digunakan untuk analisa-analisa keuangan lainnya. Biaya tetap antara lain; gaji karyawan atau pegawai tetap, bunga bank, angsuran pokok, biaya penyusutan, asuransi. Sedangkan untuk biaya tidak tetap antara lain; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja lepas, biaya bahan bakar, biaya transportasi, sewa gedung. Dat-data ini biasanya dalam bentuk tabel untuk mempermudah perhitungan.

Sumber-sumber pembiayaan untuk modal kerja dan investasi harus jelas dan rinci. Persentase sumber pembiayaan dari sumber luar dan modal sendiri harus tercantum dengan jelas. Rincian seperti nominal pinjaman, persyaratan pinjaman, cara pengembalian pinjaman, besar suku bunga, jangka waktu pengembalian pinjaman harus jelas karena menyangkut tingkat kemampuan usaha atau proyek tersebut dalam pengembalian dana pinjaman.

Proyeksi pendapatan menyesuaikan rencana produksi dan penjualan. Pendapatan bisa dikelompokkan jadi dua, yakni pendapatan yang asalnya dari hasil penjualan barang-barang pemrosesan sendiri dan di luar dari pemrosesan sendiri.

Analisa kriteria investasi membantu para pelaku usaha untuk menilai layak tidaknya rencana usaha atau proyek dari segi kriteria investasi. Indikator yang dipakai untuk analisa ini menggunakan Net present Value, Interna Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio.

Break Even Point dapat dipandang dari segi jumlah produksi, waktu pengembalian biaya dan besaran biaya yang keluar. Dari segi jumlah produksi, perusahaan dapat menentukan jumlah produksi tertentu dengan keuntungan yang maksimum. Dari segi waktu, para investor dapat mengetahui lama uang yang mereka tanam kembali. Dari segi besaran biaya yang keluar, para investor dapat mengetahui berapa biaya yang keluar untuk mencapai BEP beserta waktunya.

Proyeksi rugi laba dapat membantu para pengusaha mengetahui posisi keuangan di masa yang akan datang. Proyeksi rugi laba ini biasa digunakan sebagai indikator atau pedoman untuk operasional usaha atau proyek.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan memberi uraian apakah suatu usaha atau proyek layak atau tidak dikerjakan. Hasil kesimpulan ini lebih mendasarkan pada aspek marketing dan keuangan. Untuk rekomendasi, studi kelayakan bisnis menyasar pada semua pelaku usaha yang akan terlibat pada suatu usaha atau proyek. Rekomendasi ini didasarkan dari hasil perhitungan, penilaian dan analisis.