Sumpah dalam bahasa Arab disebut degan yamin. Sumpah adalah janji dengan menggunakan nama Allah dan menggunakan sifat-Nya. Contohnya,

“Wallahi (demi Allah), niscaya akan kulakukan demikian…. “ Atau, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku….” Atau, “Demi yang dapat membalikkan hati….”

Sumpah boleh dilakukan dengan menggunakan nama Allah, karena Nabi Muhammad saw. pernah bersumpah dengan menggunakan nama Allah, yang Tuhan selain Dia. Rasulullah Saw telah mencontohkannya di dalam sabda-Nya.

“Demi Zat yang jiwa Muhammad dalam kekuasaan-Nya.”

Jilbril bersumpah dengan menggunakan keagungan  Allah, kemudian dia berkata,

“Demi keagungan-Mu, seorang pun tidak mendengar dengan keagungan-Mu kecuali orang yang telah masuk ke dalam keagungan-Mu….” (HR. Tirmidzi)

Sementara sumpah yang tidak boleh adalah sumpah dengan menggunakan nama selain nama-nama Allah dan selain sifat-sifat-Nya, baik sumpah yang dipakai sesuatu yang dianggap sakral menurut syara’ seperti Ka’bah yang dijaga Allah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.

“Siapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan menggunakan nama Allah, atau lebih baik diam.” (HR. Muttafaq alaih)

“Siapa yang bersumpah dengan menggunakan selain nama Allah, maka dia telah musyrik.” (HR. Ahmad)

Tiga Macam Sumpah

Berikut ini tiga macam sumpah.

1. Al-ghumus (Tenggelam)

Al-ghumus (tenggelam), yaitu seseorang bersumpah dengan berpegang teguh kepada kebohongan (sengaja berbohong). Misalnya: “Demi Allah telah aku beli barang ini lima ratus ribu rupiah.”, padahal ia tidak membelinya dengan harga seperti itu. 

Sumpah seperti ini disebut dengan sumpah al-ghumus karena sumpah ini menenggelamkan pelakunya ke dalam perbuatan dosa. Sumpah ini adalah sumpah yang dilarang berdasarkan sabda Rasulullah saw.

“Siapa bersumpah tidak dengan nama Allah maka ia telah kufur.”

Dalam sumpah al-ghumus, tidak wajib mengeluarkan kifarat, melainkan hanya wajib bertobat dan beristighfar. Sumpah tersebut dosanya terlalu besar, terlebih-lebih bila dengan sumpah palsunya tersebut dapat mengeruk harta seorang Muslim dengan cara yang batil.

2. Mempermainkan Sumpah

Mempermainkan Sumpah, yaitu sumpah yang diciptakan oleh lisan seorang Muslim tanpa suatu tujuan seperti orang yang sering mengucapkan, “Tidak. Demi Allah.” Atau “Ya, Demi Allah”. Sebagaimana Aisyah mengatakan, “Mempermaikan sumpah adalah perkataan seseorang, “Tidak demi Allah” di rumahnya.”

Apa yang diucapkannya tersebut tidak berdosa dan dikenai kafarat, karena perkataannya tersebut sudah biasa diucapkannya atau dalam perkiraannya, tanpa ada sedikit pun niat untuk bersumpah. Hal ini berdasarkan apa yang dimaktubkan di dalam Al-Quran.

3. Kifarat Sumpah

Kifarat sumpah ada empat, yaitu sebagai berikut.

  • Memberi makan sepuluh orang miskin dengan satu mud beras untuk setiap orang.
  • Memberi pakaian yang dipakai shalat.
  • Memerdekakan budak.
  • Puasa tiga hari berturut-turut jika mampu dan jika tidak mampu, dia berpuasa dengan puasa yang terpisah-pisah. Tidak boleh berpindah-pindah pelaksanaan puasa kecuali dalam keadaan tidak ada makanan atau tidak ada pakaian atau tidak Itulah ulasan seputar sumpah dalam Islam. Sudahkah kita bersumpah sesuai dengan aturan Islam?

Semoga informasi ini berguna untuk Anda!