Sejarah Penemuan RE

Nama Retikulum Endoplasma (RE) memiliki arti jala-jala di dalam plasma. Retikulum berasal dari bahasa latin yang berarti “jaringan”, sedangkan kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma. RE sendiri adalah salah satu organel yang terdapat di dalam sel, baik itu sel tumbuhan maupun sel hewan. Menurut sejarah, RE ditemukan pada tahun 1887. Saat itu seorang ahli sel yang bernama Garnier menyelidiki terjadinya perbedaan warna sitoplasma sel antara sel kelenjar dengan sejumlah bagian lain dalam sitoplasma. Bagian yang berbeda warna itu seringkali diamati dan didapat gambaran berupa struktur yang mirip seperti guratan. Bentuk inilah yang membuat Garnier menduga, kalau organel ini ada hubungannya dengan fungsi sekresi pada sel.  Karena itulah Garnier kemudian menyebut organel ini dengan Ergatoplasma.

Berkembangnya ilmu pengetahuan ternyata mengungkap hal lain tentang organel ini. Ternyata setelah diadakan berbagai penelitian lanjutan, organel ini banyak mengandung RNA. Padahal RNA bersifat asam. Artinya, organel ini mempunyai reaksi yang kuat terhadap pewarna basa (basofil) seperti metilen blue dan toloidin blue.

Hasil pewarnaan lanjutan, ternyata menghasilkan kesimpulan bahwa sitoplasma  dengan kriteria  basofil tidak hanya terdapat pada sel kelenjar, namun juga pada sel yang aktif mensintesis protein, serta pada sel-sel yang sedang tumbuh. Ergatoplasma di sel saraf disebut dengan Badan Nissl, yang selanjutnya juga disebut dengan Retikulum Endoplasma.

Selanjutnya seorang ahli sel yang bernama Porter, pada tahun 1945 menemukan jala-jala yang halus pada sitoplasma fibroblas ayam. Ketika dipotong melintang dan diamati di bawah mirksokop, jala-jala ini tampak seperti saluran buntu, dengan bentuk yang mirip gelembung memanjang. Penelitian ini diteruskan oleh Fry Wyssling dan Muhlethaler di tahun 1965. Mereka mengamati di bawah mikroskop elektron dan mengambil kesimpulan bahwa terusan-terusan tersebut saling berhubungan dan saling berkaitan di seluruh sitoplasma. RE yang berukuran besar seperti badan Nissl dapat diamati pada mikroskop cahaya biasa, namun RE dengan ukuran yang lebih kecil harus diamati di bawah mikroskop elektron.

Bagian-bagian RE

Sistem membran menyusun struktur RE secara keseluruhan. Di sekeliling RE terdapat semacam sitoplasma yang disebut sitosol. Struktur Retikulum Endoplasma sendiri tersusun atas kompartemen atau ruangan-ruangan kosong dengan lapisan membran berukuran tebal 4 nanometer. Membran ini kemudian berkaitan dengan membran nukleus atau inti sel.

Retikulum Endoplasma juga mempunyai ribuan ribosom yang merupakan tempat sintesis protein dalam sel. Bagian RE yang mengandung ribosom disebut Retikulum Endoplasma Kasar atau Rough Endoplasmic Reticulum. RE kasar berfungsi untuk mengambil protein yang telah disintesis oleh ribosom, dan kemudian membawa protein tersebut ke bagian-bagian sel lainnya. Karena sebagian besar protein tidak diperlukan di dalam sel, namun lebih dibutuhkan oleh organ lain. Dua contoh protein yang dihasilkan RE kasar adalah enzim dan hormon.

Adapula bagian Retikulum Endoplasma yang tidak dikelilingi oleh ribosom. Bagian ini disebut dengan Retikulum Endoplasma Halus atau Smooth Endoplasmic Reticulum. Fungsi dari RE halus adalah membentuk lemak dan steroid. Sel-sel dengan RE halus akan banyak dijumpai di organ seperti hati atau hepar.

RE memiliki struktur yang mirip kantung yang tersusun berlapis-lapis. Kantung-kantung ini disebut dengan cisternae. Retikulum Endoplasma (RE) sebenarnya merupakan labirin membran dalam sel. Begitu banyaknya membran yang ada di RE sehingga jumlahnya lebih dari lima puluh persen total membran dalam sel-sel eukariotik. Sejumlah ahli menyebut bahwa RE sebenarnya merupakan perluasan membran sel yang kemudian membentuk labirin atau kantung yang saling berhubungan. Kantung-kantung ini berfungsi membantu gerakan substansi sel dari satu bagian sel ke bagian sel lain.

Struktur RE

RE mempunyai struktur mirip kumpulan kantung dengan membran yang memanjang seperti pipa, atau gelembung yang meluas dalam sitoplasma khususnya sel eukariot. RE terbagi menjadi dua jenis yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Meski berbeda, namun kedua jenis retikulum endoplasma ini menyusun sistem membran yang melingkupi hampir seluruh ruangan dalam sel. Bagian dalam membran pada RE disebut dengan ruang sisterna (cysternal space).

edangkan bagian luar luar membran di sekitar RE disebut ruang sitosolik (cytololic space). Perbedaan penampakan atau morfologi antara retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus terletak pada ada dan tidaknya ribosom di sekitar membran yang berhadapan dengan ruang sitosolik. Perbedaan lainnya adalah RE kasar merupakan organel dengan membran yang terusun dari suatu kantong pipih yang disebut dengan sisterna. Sedangkan RE halus merupakan organel dengan membran berbentuk tubular.

Di sisi lain, beda kedua jenis retikulum endoplasma ini baik yang halus maupun kasar, ditentukan oleh jenis sel. RE akan banyak dijumpai pada sel yang mensekresi protein dalam jumlah besar, seperti sel pankreas dan kelenjar ludah. RE kasar dan halus berbeda pula dalam susunannya di sekitar sitoplasma. Retikulum endoplasma kasar tampak berupa saluran yang memanjang dan berjajar, kemudian berlekuk melengkung serta teratur. Sebaliknya retikulum endoplasma halus berbentuk pembuluh (tubuler) atau gelembung (vesikuler) yang sebagian besar tidak teratur. Walau berbeda, namun RE kasar dan halus akan menyatu di tempat tertentu, karena keduanya bekerja sama dalam melakukan berbagai aktivitas sel.

Fungsi RE Halus

Retikulum endoplasma halus akan banyak ditemui dalam sel berbagai organ seperti sel otot pada rangka, tubulus pada ginjal dan juga kelenjar steroid. Protein retikulum endoplasma halus mempunyai bermacam fungsi, seperti:

• Proses sintesis hormon steroid, khususnya di kelenjar gonad maupun korteks ginjal

• Proses pemurnian kembali atau detoksifikasi pada hati yang banyak mengandung komponen organik seperti barbiturat serta etanol.

• Proses pelepasan glukosa dari glukosa 6 fosfat pada hepar, maupun pelepasan gugus gula yang lain.

• Tempat penyimpanan glikogen dalam bentuk granula di membran luar RE halus, yang berkaitan fungsi hepar.

RE Kasar

Retikulum endoplasma kasar tampak di bawah mikroskop memiliki membran yang mengandung banyak ribosom, sehingga membran tidak tampak bersih, namun lebih mirip lapisan yang bergranula. RE kasar memiliki struktur khas yaitu setiap lembarannya tersusun atas 2 membran sel yang kemudian menjadi satu pada bagian tepi sel masing-masing. Membran ini dibatasi oleh kantong yang berbentuk sakulus.

Bentuk dan letak sakulus bervariasi, sesuai dengan jenis, struktur dan fungsi sel.Misalnya RE kasar yang  yang berada di pankreas, sakulus menjadi tampak sistematis, terarah, serta paralel antara satu kantung dengan kantung lainnya. Contoh RE kasar yang lain tampak pada sel-sel glandula dari acini pankreas dan paratoide terdapat pada maxilla. Hampir seluruh sakulus yang diamati di bawah mikroskop menempati bagian basal sitoplasma. Semakin aktif sebuah sel, maka jumlah ribosom dan sakulur akan kian banyak.

RE Kasar

RE halus terbetuk dari satu labirin dengan kanalikuli yang halus, saling berhubungan, serta berinfiltrasi dalam semua sitoplasma. RE halus tidak memiliki ribosom pada permukaan luar membrannya. Jalur yang dibuka dengan RE halus adalah jalur nutrisi dan mineral yang berhubungan dengan mitokondria, tempat glikogen dan juga peroksisom.Sedangkan RE kasar mempunyai sistem organisasi membran sakular dan penuh dilingkupi dengan ribosom. RE halus merupakan jalinan tubuli-tubuli yang saling berkaitan dan tanpa adanya ribosom.

Struktur Kimiawi RE

Yang belum terungkap dalam penemuan awal RE adalah susunan kimiawi dari RE itu sendiri. Saat ini dengan menggunakan teknik ultrasentrifugasi differentielle yang mampu memisahkan membran RE menjadi vesikula-vesikula kecil mengungkap analisa bahwa membran RE mengandung berbagai macam zat seperti:

• Protein dan lemak dengan jumlah 30% hingga 50%.
• Sisanya berupa enzim tertentu yang diperlukan saat sintesa protein, metabolisme lemak, maupun detoxifikasi.