Allah SWT sang pemberi kesempurnaan kepada makhluk ciptaannya. Tak ada satu pun yang tak berguna dari apa yang telah diciptakannya. Begitu pula dengan struktur dan fungsi pernapasan pada manusia. Allah SWT telah merinci dengan detil agar semua sesuai dengan kegunaannya. Secara garis besar, alat pernapasan manusia terdiri dari hidung, tenggorokan dan paru-paru. Namun uraian lebih lengkapnya akan diuraikan berikut ini.
    
Fungsi utama dari alat-alat pernapasan pada manusia adalah untuk menghirup oksigen serta menghembuskan karbondioksida dan uap air.

Hidung

Hidung merupakan alat pernapasan paling luar pada tubuh manusia dan berfungsi sebagai saluran untuk menghirup udara dari lingkungan ke dalam tubuh kita dan menghembuskan karbondioksida serta uap air sebagai zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh kita.

Struktur hidung

Secara umum, struktur hidung dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Hidung tersusun atas tulang rawan.

b. Pada bagian ujung dan pangkal hidung terdapat tulang nasalis yang berfungsi sebagai penunjang hidung.

c. Hidung mempunyai dua rongga, yaitu rongga kiri dan rongga kanan yang dibatasi oleh septum nasalis.

d. Bagian depan septum ditunjang oleh tulang rawan, sedangkan bagian belakang ditunjang oleh vomer dan tonjolan tulang ethmoid.

e. Bagian bawah rongga hidung dibatasi oleh tulang palatum dan maksila.

f. Bagian atas rongga hidung dibatasi oleh ethmoid.

g. Bagian samping rongga hidung dibatasi oleh tulang maksila, konka nasalis inferior, dan ethmoid.

h. Pada dinding lateral terdapat tiga tonjolan yaitu konka nasalis superior, konka media, dan konka enferior. Di antara ketiga tonjolan tersebut terdapat celah-celah yang berfungsi sebagai tempat memanaskan udara inspirasi (udara pernapasan) oleh darah di dalam pembuluh kapiler darah. Selain itu, terjadi pelembaban udara inspirasi yang dilakukan oleh lendir yang disekresikan oleh sel goblet.

i. Pada bagian atas rongga hidung terdapat olfaktorius yang mengandung sel-sel pembau sehingga hidung mempunyai kepekaan terhadap rangsang yang berupa gas dan bau.

j. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara yang kita hirup.

k. Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir yang berfungsi selain untuk melembabkan udara juga untuk mencegah kotoran yang masuk bersama udara yang kita hirup.

Fungsi hidung

Bernapas melalui hidung akan lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan mulut. Hal ini sesuai dengan fungsi hidung berikut ini:

a. Menghangatkan udara

Hidung berfungsi untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Hal ini disebabkan karena adanya pembuluh-pembuluh kapiler darah yang sangat kecil dan tipis di sekitar rongga hidung. Pembuluh-pembuluh darah tersebut dapat memindahkan panas yang berasal dari darah sisa ke udara di sekitar rongga hidung sehingga terasa hangat.
Oleh karena itu, secara umum para pendaki gunung tidak pernah merasa bermasalah menghirup udara dingin ketika mendaki. Hal ini disebabkan karena pembuluh-pembuluh kapiler darah di sekitar rongga hidung akan membesar secara alami untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalam hidung.

b. Menghangatkan udara

Selaput lendir pada rongga hidung mampu mengeksresikan lendir sekitar 1 liter.  Salah satu fungsi dari lendir-lendir tersebut adalah untuk melembabkan udara yang masuk ke dalam rongga hidung sehingga udara yang masuk ke dalam paru-paru selalu berada dalam kondisi lembab.

c. Membersihkan udara

Fungsi lain dari lendir-lendir yang dihasilkan oleh selaput lendir adalah untuk mematikan kuman-kuman dan kotoran yang masuk ke dalam rongga hidung. Selain itu, yang berfungsi untuk membersihkan udara pernapasan adalah rambut-rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring udara yang kotor seperti debu. Rambut-rambut hidung mampu bergetar sebanyak 20 kali per detik di dalam rongga hidung hanya untuk menyaring udara.

Laring

Laring mempunyai struktur sebagai berikut:

1. Tulang rawan epiglotis

Tulang rawan ini berjumlah satu buah dan terletak di puncak laring dengan bentuk menyerupai daun. 

2. Tulang rawan tiroid

Tulang rawan ini berjumlah satu buah dan terletak di sebelah anterior dari laring dengan bentuk menyerupai perisai. Tulang rawan tiroid pada pria umumnya lebih besar dan menonjol yang disebut jakun dari pada tulang rawan tiroid pada wanita.

3. Tulang rawan krikoid

Tulang rawan ini berjumlah satu buah dan membatasi bagian bawah pada laring dengan bentuk menyerupai cincin.

4. Tulang rawan aritenoid

Tulang rawan ini berjumlah dua buah, terletak di atas krikoid dan berhubungan dengan pita suara.

5. Tulang rawan kuneiformis

Tulang rawan ini berjumlah dua buah, terletak di antara epiglotis dan ariteroid.

6. Tulang rawan kornoculatum

Tulang rawan ini berjumlah dua buah dan terletak di atas aritenoid.

Laring mempunyai dua saluran, yaitu esofagus (kerongkongan) yang merupakan saluran makanan dan trakea (tenggorokan) yang merupakan saluran pernapasan. Di antara kedua saluran tersebut terdapat katup epiglotis. Katup ini dapat membuka dan menutup untuk mengatur jalannya saluran makanan dan saluran pernapasan sehingga dapat mencegah kita tersedak ketika menelan makanan.

Trakea (Tenggorokan)

Trakea merupakan salah satu saluran dari laring yang berada di sekitar leher. Trakea tersusun oleh tulang rawan yang berbentuk seperti cincin dengan panjang sekitar 10 cm. Dinding-dinding trakea tersusun atas jaringan ikat dan memiliki otot polos. Pada bagian tengah trakea terdapat rambut-rambut halus yang berfungsi untuk mengeluarkan debu atau kotoran yang tidak berhasil dicegah oleh rambut-rambut hidung dan selaput lendir pada hidung. Debu atau kotoran tersebut akan dikeluarkan oleh tenggorokan dengan cara bersin atau batuk.

Trakea berbentuk memanjang ke bawah. Pada bagian ujung bawahnya bercabang dua yang disebut dengan bronkus. Bronkus-bronkus ini akan menuju ke paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Pada bagian dalam trakea terdapat selaput lendir dan pita suara yang letaknya melintang dari bagian depan ke belakang.

Bronkus (cabang batang tenggorokan)

Bronkus terdiri dari dua cabang, yaitu bronkus kiri yang menuju ke paru-paru kiri dan bronkus kanan yang menuju ke paru-paru kanan. Letak bronkus kanan lebih tinggi dan tegak dari pada bronkus kiri. Keadaan inilah yang menyebabkan mengapa paru-paru kanan seseorang lebih mudah terserang penyakit dari pada paru-paru kiri. Kedua bronkus bercabang-cabang lagi menjadi 20 sampai 25 cabang membentuk bronkiolus. Ujung-ujung bronkiolus tersusun alveolus yang berbentuk seperti buah anggur.

Paru-paru

Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Paru-paru pada manusia ada dua bagian, yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Ukuran paru-paru kanan lebih besar dari pada paru-paru kiri. Hal ini disebabkan karena pada paru-paru kanan terdapat tiga gelambir bronkiolus, sedangkan pada paru-paru kiri hanya terdapat dua gelambir bronkiolus.

Bronkiolus akan bercabang-cabang lagi membentuk alveolus yang berupa gelembung-gelembung udara menyerupai buah anggur dan bersifat sangat lentur karena dilumasi oleh suatu zat yang disebut surfakta. Jumlah alveolus pada paru-paru manusia berjumlah sekitar 600 juta gelembung sehingga dapat memperluas permukaan paru-paru untuk mengembang dan mengempis ketika melakukan pernapasan. Alveolus mempunyai dinding yang elastis dan mempunyai banyak pembuluh kapiler darah. Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran udara antara oksigen dengan karbondioksida dan uap air secara difusi.

Kedua buah baru-paru dilindungi oleh selaput atau membran yang disebut pleura. Pleura tersusun rangkap dua dan diantara keduanya terdapat cairan limfe. Cairan limfe berfungsi untuk melindungi paru-paru ketika paru-paru mengembang dan mengempis.