Semua makhluk hidup membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya, baik itu hewan, tumbuhan ataupun manusia. Sistem pencernaan pada manusia hampir menyerupai seperti hewan vertebrata, lebih tepatnya hewan mamalia. Sistem pencernaan manusia dan hewan mamalia meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan adalah alat-alat yang dilalui makanan, sementara kelenjar pencernaan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghasilkan enzim untuk memudahkan proses pencernaan makanan. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

Mulut

Dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Gigi berfungsi sebagai pemotong, menghaluskan makanan menjadi bagian-bagian kecil sehingga mudah ditelan. Lidah berfungsi sebagai alat pengecap makanan, membantu gigi mencampur dan menempatkan makanan, serta membantu menelan, dan mendorong makanan masuk ke dalam kerongkongan. Proses pencernaan makanan yang mengubah bentuk kasar menjadi bagian kecil atau halus dengan bantuan gigi disebut pencernaan mekanis.

Gigi dibedakan menjadi tiga, yaitu gigi seri berfungsi untuk memotong makanan, gigi taring berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan, dan gigi geraham yang memiliki bentuk lebar dan permukaannya rata. Gigi terbentuk dari tulang gigi yang disebut dentin. Struktur dentin sama seperti struktur tulang, di dalamnya terdapat rongga yang berisi pembuluh darah dan saraf. Gigi memiliki bagian-bagian sebagai berikut.

a. Mahkota gigi, merupakan bagian yang tampak di atas gusi.
b. Leher gigi, bagian yang berada di dalam gusi.
c. Akar gigi, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang

Bagian luar gigi dilapisi email yang berwarna putih, mengkilat, tersusun dari kristal yang mengandung keratin. Email berfungsi sebagai pelindung tulang gigi agar tidak mudah rusak. Kerusakan email gigi dapat dicegah dengan cara menggosok gigi secara teratur, terutama setelah makan.

Kelenjar air liur dalam mulut berjumlah tiga pasang. Keluarnya air liur dapat terjadi karena adanya rangsang penglihatan, bau, rasa, dan pikiran tentang makanan. Air liur berupa cairan yang pekat, licin karena mengandung lender dan enzim ptyalin. Enzim ptyalin disebut juga enzim amylase, yang berfungsi mengubah karbohidrat menjadi gula sederhana. Sehingga jika kita mengunyah nasi lama-kelamaan akan terasa manis. Peristiwa pencernaan yang dibantu oleh enzim disebut pencernaan kimiawi.

Kerongkongan

Makanan dari mulut akan masuk ke kerongkongan melalui faring. Faring adalah persimpangan antara tenggorokan dan kerongkongan. Bagian depan faring berhubungan dengan tenggorokan, dan bagian belakang berhubungan dengan kerongkongan. Pada pangkal faring terdapat katup yang disebut epiglottis. Fungsi dari epiglottis adalah pada saat menelan makanan, epiglottis menutup tenggorokan agar makanan yang ditelan nantinya tidak masuk ke dalam saluran pernafasan tapi masuk ke kerongkongan.

Kerongkongan memiliki bentuk seperti tabung. Dindingnya mengandung kelenjar yang mengeluarkan musin untuk membasahi jalannya makanan. Dindingnya terdiri dari otot (otot longitudinal) yang dapat mengerut dan mengendur secara bergantian sehingga menimbulkan gerak meremas dan mendorong makanan agar masuk ke dalam lambung. Gerakan tersebut disebut gerak peristaltik.

Lambung

Bentuk lambung seperti kantong besar, terletak di bagian atas dari rongga perut sebelah kiri. Lambung terdiri atas 3 bagian, yaitu kardiak, fundus, dan pylorus. Pada lambung dihasilkan enzim dan asam lambung. Enzim yang dihasilkan lambung adalah enzim pepsin dan rennin. Enzim pepsin adalah berasal dari pepsinogen yang diubah menjadi pepsin oleh HCl (asam lambung). Fungsi enzim dan asam lambung adalah sebagai berikut.

a. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi pepton.
b. Renin berperan dalam proses penggumpalan protein yang terkandung dalam susu.
c. Asam lambung (HCl) berfungsi untuk membunuh kuman atau bibit penyakit yang masuk bersama dengan makanan dan mengubah sifat protein serta mengaktifkan pepsin.

Usus Halus

Dari lambung makanan masuk sedikit demi sedikit ke usus halus. Usus halus merupakan saluran makanan terpanjang, dan banyak mengandung pembuluh darah dan limfa. Usus halus dibedakan menjadi tiga, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

a. Usus dua belas jari (duodenum)

Terdapat dua saluran yang bermuara pada usus dua belas jari, yaitu saluran getah pancreas dan saluran empedu. Di sini terjadi pencernaa secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan oleh pancreas, yaitu tripsin yang berfungsi mengubah protein menjadi asam amino. Enzim amylase yang berfungsi mengubah pati atau karbohidrat menjadi gula sederhana. Dan enzim lipase yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Usus dua belas jari juga menerima cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak atau menghancurkan partikel-partikel lemak. Empedu berwarna kecoklatan, merupakan hasil perombakan dari hemoglobin yang telah rusak.

b. Usus tengah (jejunum)

Dari usus dua belas jari makanan akan diteruskan ke usus tengah. Pada bagian ini merupakan pencernaan terakhir sebelum sari-sari makanan diserap. Hasil akhir dari pencernaan adalah karbohidrat menjadi disakarida dan monosakarida, protein menjadi asam amino, lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.

c. Usus penyerapan (ileum)

Usus penyerapan merupakan bagian terakhir dari usus halus. Di sini terjadi penyerapan sari-sari makanan oleh dinding usus halus. Permukaan dalam dinding usus halus mempunyai jonjot usus yang membuat permukaan usus halus tambah luas sehingga sari makanan dapat cepat terserap. Molekul-molekul kecil yang merupakan hasil dari pencernaan makanan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah yang nantinya akan disebarkan ke seluruh tubuh. Di dalam jonjot usus halus terdapat pembuluh kapiler darah dan pembuluh kil.

Pembuluh darah berfungsi menyerap dan mengedarkan sari-sari makanan berupa glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral ke seluruh tubuh. Sedangkan pembuluh kil berfungsi menyerap dan mengangkut asam lemak dan gliserol menuju pembuluh balik besar di bawah tulang selangka.

Usus Besar

Sari-sari makanan yang berguna bagi tubuh akan diserap, sedangkan sisanya berupa ampas akan masuk ke dalam usus besar. Di bagian daerah pertemuan antara usus halus dan usus besar ada sebuah bagian yang dikenali dengan nama usus buntu. Di bawah usus buntu terdapat apendiks atau umbai cacing. Jika umbai cacing terkena infeksi, orang tersebut akan menderita apenditis atau disebut radang usus buntu. Sisa makanan yang terdapat dalam usus besar, sebagian besar berupa air dan bahan makanan sisa yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, seperti selulosa dan bakteri.

Usus besar mempunyai fungsi utama yaitu untuk mengatur kadar air pada sisa makanan. Jika kadar air pada sisa makanan terlalu banyak, dinding usus besar akan menyerap kelebihan air. Sebaliknya jika sisa makanan memiliki kandungan air yang rendah, dinding usus besar mengeluarkan air ke sisa makanan tersebut. Di dalam usus besar ada bakteri coliform, yaitu Escherichia coli yang membantu proses pembusukkan sisa makanan. Sisa makanan yang tidak digunakan beserta gas-gas disebut tinja (feses).

Anus

Feses atau sisa makanan yang sudah tidak berguna lagi akan dikeluarkan melalui anus. Jika terjadi gangguan pada usus besar yang disebabkan oleh virus atau bakteri, makanan akan cepat lewat ke usus besar dan penyerapan air akan sedikit, sehingga feses berbentuk cair. Keadaan seperti ini yang dinamakan diare. Jika keadaan diare ini berlangsung terus-menerus, akan sangat membahayakan, karena tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sebaliknya, jika usus besar menahan feses dalam waktu yang lama, akibatnya feses menjadi sangat kering karena terlalu banyak air yang diserap. Keadaan ini disebut dengan sembelit (konstipasi). Jika keadaan ini dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan susah buang air besar. Dan jika dipaksakan akan terjadi luka pada anus.

Sistem pencernaan pada manusia berperan penting bagi kesehatan. Karena, berapa pun banyaknya asupan nutrisi dalam tubuh, jika sistem pencernaan tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, asupan nutrisi itu akan sia-sia. Dari proses panjang sistem pencernaan itulah, tubuh manusia mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan.
Maka dari itu, menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat, memang sudah seharusnya dilakukan. Jika tidak, siap-siaplah kedatangan berbagai macam penyakit, baik yang menyerang sistem pencernaan maupun tubuh secara keseluruhan.