Dalam dunia ekonomi, kita mengenal berbagai sistem ekonomi yang digunakan. Salah satunya adalah sistem ekonomi campuran. Sistem ini banyak diterapkan oleh negara-negara di dunia. Sejauh ini, pengertian dari sistem ekonomi campuran masih belum memiliki arti yang saklek. Dengan kata lain, masih terdapat perbedaan mendasar yang berkaitan dengan pengertian sitem ekonomi ini. Sebagian kalangan ada yang mengartikan sistem ekonomi campuran ini sebagai gabungan dari sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Namun, ada juga kalangan lain yang menyebutkan bahwa sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang pengaturannya dilakukan oleh swasta dan pemerintah. Lantas, seperti apakah sebenarnya sistem ekonomi campuran ini? Bagiamana pula karakteristik dan kelemahan serta kekurangan pada sistem ekonomi campuran ini?

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi liberal dan terpusat. Dalam sistem ini, antara pemerintah dan masyarakat memiliki kebebasan dalam kegiatan ekonomi. Jadi, setiap individu diberikan kebebasan dalam menyalurkan ide bisnisnya. Sedangkan pemerintah bertindak sebagai pembuat peraturan akan kegiatan ekonomi yang dijalankan masyarakat tersebut. Keberadaan peraturan ini sangat penting untuk menghindari adanya kerugian kepada salah satu pihak yang melakukan kegiatan perekonomian.

Ketika keduanya dipadukan maka perlu ditemukan garis tengah. Tujuannya, supaya terdapat keadilan dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Dalam sistem ini, pemerintah diberikan hak untuk campur tangan. Campur tangan pemerintah itu meliputi:

1. Mengeluarkan Aturan-aturan dalam Kegiatan Ekonomi

Segala sesuatu tanpa adanya aturan maka akan menyebabkan kerugian bagi orang lain. Adanya aturan bukan untuk dilanggar, melainkan untuk dilaksanakan sepenuh hati. Aturan yang ada sudah dikonsep sedemikian rupa demi terwujudnya kegiatan ekonomi yang lebih baik. Kegiatan ekonomi yang berjalan baik akan membawa kesejahteraan bagi orang lain.

Dengan aturan juga, pemerintah dapat mengawasi dan mengatur kegiatan ekonomi. Pengawasan dalam kegiatan ekonomi sangatlah penting. Tujuannya supaya kegiatan tersebut berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Selain itu, juga untuk menghindari adanya persaingan yang tidak sehat.

2. Mengikutsertakan Modal pada Badan Usaha Milik Negara

Kegiatan ekonomi tidak akan berjalan tanpa adanya modal. Keberadaan modal merupakan faktor penting dalam suatu usaha. Keberadaan pemerintah sebagai pemberi modal akan membantu masyarakat yang lain. Misalnya, Badan Usaha Milik Negara memberikan bantuan modal kepada usaha kecil. Dengan modal ini, usaha mereka akan semakin berkembang dan maju.

3. Melaksanakan Kebijkan Fiskal dan Kebijakan Moneter

Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berhubungan dengan pajak. Untuk menambah pemasukan kepada negara, setiap warga negara diwajibkan untuk membayar pajak. Setiap orang memiliki beban pajak yang berbeda. Semakin tinggi pendapatan warga negara maka beban pajaknya juga semakin besar. Pendapatan dari sector pajak ini kemudian digunakan untuk menambah devisa negara.

Sementara itu, kebijakan moneter adalah kebijakan yang terkait dengan peredaran mata uang. Uang merupakan alat pertukaran. Dengan begitu, untuk mengawasi peredaran uang ini perlu adanya kebijakan dari pemerintah. Tujuannya adalah untuk menghindari adanya pencetakan uang yang terlalu banyak. Peredaran uang yang terlalu banyak di masyarakat dan tidak terkontrol akan menyebabkan munculnya inflasi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

Sesuai dengan namanya, yakni ekonimi campuran, maka cirri-ciri yang ada juga merupakan campuran dari kedua sistem ekonomi yang dipadukan. Kedua sistem ekonomi yang dipadukan  adalah sistem ekonomi liberal dan pemerintah. Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.

1. Pemerintah dan Masyarakat Berperan dalam Kegiatan Ekonomi

Sebagaimana disebutkan di atas, dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah berperan sebagai pengatur dan pengawas. Sedangkan masyarakat sebagai pelaksana dari kegiatan ekonomi. Jika kedua peran tersebut berjalan beriringan maka ekonomi akan stabil. Di satu sisi, masyarakat dapat berperan aktif dengan segala inovasinya. Sedangkan pemerintah sebagai pengendali perekonomian.

2. Terdapat Kontrol Pemerintah dalam Persaingan

Setiap persaingan akan terus memicu pelakunya untuk terus berinovasi pada produknya. Tetapi, persaingan itu akan menjadi kerugian ketika dilakukan dengan tidak sehat. Misalnya, A membuat produk x. Kemudian, B membuat produk x juga. Ini dilakukan untuk menyaingi A. Tetapi hasilnya, produknya A tetap unggul daripada B sehingga B melakukan segala cara untuk menghancurkan usaha A. Cara inilah yang dinamakan persaingan tidak sehat.

Dengan adanya campur tangan pemerintah, persaingan tidak sehat itu dapat diminimalisasi. Bahkan, jika aturan itu begitu ketat, persaingan tidak sehat itu tidak akan ada dalam perekonomian. Jika sudah begitu, perekonomian pun akan berjalan dengan baik dan aman. Hasilnya pun akan sesuai keinginan dan maksimal.

3. Transaksi Ekonomi Terjadi Melalui Mekanisme Pasar Terkendali

Dalam ekonomi juga dikenal dengan istilah mekanisme pasar. Istilah ini merupakan keseimbangan antara harga yang ditawarkan dengan harga yang diminta. Mekanisme pasar yang baik akan membuat perekonomian baik pula. Namun, penyeimbangan harga itu tidak akan berjalan dengan mudah tanpa campur tangan pihak lain.

Pihak yang mempunyai pengaruh besar akan mekanisme pasar ini adalah pemerintah. Peranannya sangat diperlukan dalam seluruh kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar. Dengan adanya peran pemerintah, harga di pasaran akan seimbang. Sebab, pemerintah merupakan pengatur dan pengawas kegiatan perekonomian yang ada.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Sebagaimana ciri-cirinya, kelebihan sistem ekonomi campuran pun berasal dari gabungan kedua keuntungan sistem ekonomi yang dipadukan, yakni sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi terpusat atau pemerintah. Adapun kelebihan dari sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.

1. Kepemilikan Sumber Produksi Diakui Meski Dibatasi

Setiap individu akan selalu berusaha untuk menambah sumber produksi yang ada. Semakin banyak dia berusaha maka semakin besar pula sumber produksi yang di milikinya. Dalam sistem ekonomi liberal, kepemilikan ini tidak pernah dibatasi, sehingga kekayaannya pun hanya dinikmati sendiri. Hal ini berbeda dengan sistem ekonomi campuran.

Dalam ekonomi campuran, kepemilikan sumber produksi ini dibatasi. Semua ini bertujuan untuk membatasi kepemilikan individu yang berlebihan. Jika hal ini dibiarkan maka bukan mustahil seluruh aset yang berkaitan dengan pemerintah, seperti Indosat, PLN, dan lainnya akan dibeli oleh individu. Maka dari itu, peran pemerintah dalam membatasi adanya hal tersebut, bertujuan untuk menghindari kepemilikan pribadi yang berlebihan.

2. Kebebebasan Berkreativitas

Salah satu kelebihan dari ekonomi campuran adalah kebebasan berkreativitas. Kelebihan ini merupakan murni dari kelebihan yang ada pada sistem ekonomi liberal. Jadi, kebebasan berkreativitas ini mutlak tidak ada campur tangan pemerintah. Sebab, kreativitas ini terkait dengan kemampuan diri pribadi dan bukan bentuk kegiatan pada sistem yang ada.

Kebebasan ini tidak dapat dibatasi oleh siapa pun, termasuk pemerintah. Tanpa adanya kreativitas, kegiatan ekonomi akan terlihat mati dan produknya pun tidak bermutu. Namun, dengan kreativitas produk tersebut akan terlihat bermutu tinggi. Selain itu, kegiatan ekonomi pun juga akan berkembang lebih maju.

3. Lebih Mendahulukan Kepentingan Umum Daripada Kepentingan Pribadi

Sistem ekonomi campuran ini lebih condong kepada kebersamaan. Dalam sistem ini tidak ada kepemilikan pribadi yang berlebihan. Dengan begitu, usaha pemerintah yang lain dapat digunakan untuk kesejahteraan yang lain. Selain itu, orang kaya diharuskan membayar pajak lebih besar. Hal ini bertujuan untuk membantu warga lain yang minim modal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Gambaran itu menunjukkan bahwa dalam sistem ekonomi campuran, kepentingan umum lebih didahulukan daripada kepentingan pribadi. Pada praktiknya, pajak bukan untuk kesejahtraan saja melainkan untuk pembangunan jalan, gedung, dan yang lainnya. Semua itu bukan ditujukan untuk satu golongan saja melainkan untuk kenyaman masyarakat.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Setiap kelebihan selalu diimbangi dengan kekurangan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Adapun kekurangan pada sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.

1. Kesulitan dalam Menentukan Sumber Daya Produksi

Begitu banyak usaha yang ada di suatu negara terkadang sulit dibedakan. Apakah usaha tersebut milik pemerintah atau milik pribadi. Inilah kekurangan yang ada pada sistem ekonomi campuran. Karena dilakukan secara bersama, maka hampir semua usahanya pun terlihat seperti milik bersama.

2. Kesulitan Menentukan Batas Kegiatan Ekonomi

Selain sumber produksi, sistem ekonomi campuran ini juga memiliki kesulitan dalam  menentukan kegiatan ekonomi. Artinya, mana kegiatan ekonomi yang harus dilakukan pemerintah dan mana kegiatan ekonomi yang perlu dilakukan oleh masyarakat tidak memiliki batasan yang jelas.

Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai sistem ekonomi campuran. Anda sudah paham, bukan? Semoga apa-apa yang dibahas dalam artikel sederhana ini mampu memberikan manfaat yang banyak bagi pembaca.