Simpanan wajib merupakan sumber dana kedua dalam sebuah koperasi setelah simpanan pokok. Dengan adanya iuran ini, menjadikan koperasi semakin mampu berdiri sendiri dan mandiri dengan usahanya. Jumlah simpanan tersebut tidak terlalu banyak karena dipergunakan untuk menutupi segala pengeluaran operasional koperasi dalam setiap bulan. Semakin besar koperasi, tentu semakin besar biaya operasional yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, biaya operasional berbeda antara satu koperasi dengan koperasi lainnya.

Apa Itu Simpanan Wajib?

Dalan dunia koperasi, simpanan wajib merupakan sebuah iuran yang harus dibayar oleh setiap anggota koperasi. Jumlah simpanan wajib harus sesuai dengan jumlah yang telah disebutkan dalam rapat koperasi tahap awal. Jumlah biaya tersebut juga harus tercantum dalam formulir yang diberikan oleh pengurus koperasi kepada setiap anggota yang baru. Dengan begitu, setiap anggota akan lebih mengerti hak dan kewajibannya, serta bisa melunasi biaya tersebut setiap bulannya.

Iuran  per bulan itu dipakai oleh pengurus untuk biaya operasional koperasi, seperti membuat laporan keuangan bulanan, biaya listrik, air, telepon, dan biaya lain-lain. Dengan adanya bantuan dana tersebut, maka pengurus koperasi tidak perlu kebingungan dalam mencarikan dana untuk membayar segala keperluan koperasi setiap bulannya.

Simpanan anggota ini bersifat lepas, yaitu anggota tersebut tidak bisa menarik kembali iuran yang telah dibayarkan karena simpanan ini berbeda dengan simpanan pokok. Begitu juga ahli waris tidak berhak mempertanyakan hal tersebut karena semua itu sesuai dengan prosedur dan Undang-Undang dalam perkoperasian.

Setiap simpanan anggota dalam bentuk bulanan merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan oleh anggota kepada pengurus. Hal itu dikarenakan iuran tersebut hanya untuk memperlancar sistem koperasi dalam menjalankan usahanya. Simpanan anggota sebagai wujud kebersamaan dalam membangun usaha secara bersama-sama, serta untuk meraih hasil yang lebih baik secara bersama-sama pula.

Tujuan Simpanan Wajib

Dalam menjalankan sebuah koperasi atau lembaga keuangan, tentu banyak sekali biaya yang diperlukan oleh pengurusnya. Keperluan biaya tersebut akan sedikit tertutupi oleh iuran yang wajib dibayar oleh setiap anggota koperasi setiap bulannya. Walaupun secara keseluruhan iuran tersebut belum mampu menutupi jumlah biaya semuanya. Bagi koperasi yang baru tumbuh, simpanan wajib merupakan sebuah kebutuhan yang tidak boleh tidak karena koperasi belum punya banyak dana dan kebutuhannya pun sangat banyak.

Simpanan wajib bisa menjadi dana cadangan yang dipakai untuk menutupi segala keperluan koperasi karena kebutuhan koperasi tentu akan semakin besar setiap bulannya. Simpanan anggota simpanan wajib akan terus bertambah setiap bulannya, apalagi jika jumlah pemasukannya lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluarannya.

Simpanan wajib akan tetap tersisa setiap bulannya jika pengeluarannya lebih kecil. Simpanan wajib pun menjadi cadangan devisa bagi koperasi pada tahun berikutnya karena harus dicatat dalam pembukuan akhir tahun.

Simpanan Wajib Merupakan Amanah

Simpanan wajib merupakan salah satu amanah yang harus dijaga oleh setiap pengurus koperasi. Hal itu dikarenakan secara administrasi, simpanan wajib harus dicatat oleh pengurus. Pengurus juga harus mencatat segala bentuk pemasukan dan pengeluaran yang bersumber dari simpanan tersebut karena pengurus harus bisa mempertanggungjawabkannya kepada anggota, apakah itu berbentuk simpanan atau dalam bentuk yang lain.

Setiap anggota koperasi akan tertulis pada buku simpanannya berapa sudah simpanan yang sudah dia bayarkan. Semakin lama dia bergabung dengan sebuah koperasi, maka semakin banyak jumlah simpanan yang telah dia bayarkan. Simpanan yang dibayar oleh setiap anggota koperasi harus sesuai pencatatannya, antara jumlah yang ada pada buku anggota dan antara yang ada  dalam buku kas simpanan koperasi. Hal itu untuk menjaga kepercayaan antara anggota dengan pengurus koperasi itu sendiri karena kepercayaan itu modal utama dalam hal perkoperasian, apalagi menyangkut dengan uang dari banyak pihak.

Iuran itu tidak boleh dipakai oleh pengurus untuk biaya lian selain biaya operasional, kecuali telah disetujui oleh semua anggota koperasi dalam rapat terbuka. Simpanan tersebut menjadi sebuah tolak ukur apakah koperasi itu sehat atau tidak dalam hal pengeluarannya karena hal itu untuk menekan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh pengurus koperasi. Biar pengurus dalam mengeluarkan biaya ada semacam kontrol dan tidak semata-mata mengeluarkan tanpa ada perhitungan sama sekali.

Simpanan anggota tidak bisa dipakai untuk membayar kerugian yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian dari pengurus koperasi karena hal itu bisa memicu perpecahan antara pengurus dan anggota koperasi. Simpanan tersebut harus dipakai sesuai dengan prosedur yang sudah diterapkan dalam Undang-Undang perkoperasian di Indonesia.

Simpanan Wajib Sebuah Kewajiban

Simpanan wajib merupakan salah satu kewajiban yang harus dilunasi oleh setiap anggota koperasi, baik itu anggota yang lama maupun angoota yang baru. Hal itu dikarenakan simpanan wajib merupakan biaya kebutuhan wajib bagi setiap koperasi dalam menjalankan programnya. Iuran itu pun harus ditagih oleh pengurus koperasi setiap bulannya jika ada anggota yang telat membayarnya, biar semua biaya operasional koperasi dapat tertutupi dengan simpanan tersebut.

Apabila ada anggota koperasi yang telat membayar iuran itu, maka iuran tersebut merupakan tunggakan yang harus dilunasi pada bulan berikutnya karena itu bisa menyebabkan koperasi mengalami kemacetan dalam hal menutupi biaya operasional yang semakin lama semakin besar. Bagi anggota yang akan jatuh tempo dalam membayar uang simpanan tersebut, maka pihak pengurus harus memberi pemberitahuan, agar anggota tersebut secara tepat waktu dapat melunasi uang simpanan tersebut.

Anggota yang belum melunasi lagi iuran simpanannya, maka pengurus harus mengambil tindakan tegas kepada anggota tersebut. Kepada anggota yang tidak lagi melunasi iuran simpanannya, maka tidak dibenarkan lagi memberikan modal usaha karena dia sudah dikategorikan anggota yang pasif bukan lagi aktif. Simpanan ini bisa pula bersifat sebagai salah satu cara untuk melihat apakah anggota tersebut masih aktif atau tidak lagi karena sangat sulit untuk mengetahui semua itu, apalagi jika anggota koperasi itu sudah sangat banyak sekali.

Anggota koperasi yang sudah melunasi iuran bulanannya, maka anggota tersebut sudah menunaikan kewajibannya sebagai anggota koperasi karena simpanan wajib itu bersifat mengikat antara anggota koperasi dengan pengurus koperasi itu sendiri. Setelah anggota menunaikan kewajibannya dalam membayar iuran simpanan, maka pihak koperasi pun punya kewajiban dalam memberikan modal usaha yang dibutuhkan oleh setiap anggota koperasi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa simpanan wajib merupakan bukti dari setiap anggota yang telah bergabung dengan koperasi karena bergabung dengan koperasi bukan hanya pengakuan semata, tetapi juga dibarengi dengan melunasi iurannya. Simpanan wajib bersifat sebuah kewajiban yang harus dilunasi oleh setiap anggota koperasi karena dengan melunasi iuran tersebut akan semakin membuat koperasi itu maju dan berkembang pada masa yang akan datang.

Iuaran bulanan merupakan sebuah peraturan dalam membangun sebuah  koperasi karena itu menjadi bukti keseriusan anggota dalam hal bergabung dengan sebuah koperasi. Dan, iuran bulanan yang teratur dan tepat waktu, menjadi bahan pertimbangan bagi pengurus koperasi dalam hal memberikan pinjaman atau modal usaha karena anggota yang  tidak melunasi simpanannya secara tepat waktu menjadi bukti bahwa anggota tersebut kurang aktif dalam sebuah koperasi.

Demikianlah pembahasan mengenai simpanan dan iuran dalam sistem perkoperasian. Koperasi yang baik adalah koperasi yang banyak anggota dan semua anggota koperasi mau menunaikan kewajibannya tepat waktu, yaitu dengan membayar semua iuran simpanan, baik yang bersifat sekali saja maupun iuran yang dibayar setiap bulannya.