Perlu kita ketahui bersama bahwa lebih dari 70% permukaan bumi kita ini tertutup oleh air. Komposisi air secara global yang terdapat di permukaan bumi dibagi menjadi dua, yakni air yang terdapat di lautan (97,2 %) dan air yang berada di daratan dan atmosfer (2,80%). Dari 2,80 % yang berada di daratan dan atmosfer tersebut, 2,15 % dalam bentuk salju, 0,62 % dalam bentuk air tanah, dan  0,03 % terdapat di danau, 0,0001 % terdapat di sungai dan 0,0001 % berada di atmosfer.

Hidrosfer merupakan sebutan untuk lapisan air yang menutupi permukaan bumi. Hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan kata sphere yang berarti lapisan. Jadi, hidrosfer diartikan sebagai lapisan yang menyelimuti bumi. Lapisan hidrosfer meliputi semua bentuk perairan yang ada di muka bumi ini, yakni laut, rawa, sungai, samudra, air tanah, danau, dan masih banyak yang lain. Hidrosfer ada yang berbentuk padat, cair, ataupun uap. Komposisi atom molekul air terdiri dari dua atom hidrogen (H), atom tersebut bersenyawa dengan satu atom oksigen (O) sehingga molekul air dikenal dengan rumus H2O.

Jumlah air di bumi tetap dan selalu bergerak dalam suatu lingkaran yang disebut dengan siklus hidrologi, siklus air, atau juga disebut dengan daur hidrologi.

Siklus Hidrologi

Air di muka bumi kita ini memiliki jumlah yang tetap karena adanya sirkulasi air atau siklus hidrologi. Siklus hidrologi terjadi karena pengaruh sinar matahari. Mataharilah yang memancarkan panas ke seluruh permukaan bumi. Akibat dari panas matahari tersebut, terjadilah penguapan di sungai, danau, rawa, dan lautan. Uap tersebut bergerak naik ke arah atas dan ditempat yang lebih tinggi, suhu udara semakin rendah sehingga uap tersebut akan mengalami proses kondensasi.

Di tempat yang tinggi tersebut, di daerah yang memiliki iklim dingin, uap air dapat langsung membeku dan berubah menjadi salju. Proses ini yang dinamakan dengan sublinasi, sedangkan dari proses kondensasi, uap air berubah menjadi titik-titik air hujan yang turun ke bumi. Air hujan yang turun tersebut sebagian akan meresap ke dalam tanah, dan sebagian lagi ke permukaan bumi, dan ada pula yang menguap.

Siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni siklus pendek (kecil), siklus sedang (menengah), dan siklus panjang (besar).

  1. Siklus pendek adalah perputaran air laut yang menguap menjadi gas, kemudian berkondensasi menjadi awan, dan jatuh kembali ke laut dalam bentuk air hujan. Atau bisa juga siklus kecil adalah air laut yang mengalami pemanasan dan menguap.
  2. Siklus sedang adalah uap air yang berasal dari lautan, kemudian ditiup angin menuju ke daratan dan membentuk awan, akhirnya jatuh sebagai hujan, di atas daratan. Air hujan yang jatuh tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan, dan pada akhirnya akan kembali lagi ke laut.
  3. Siklus panjang adalah uap air yang bersal dari lautan karena proses pemanasan, akan ditiup angin sampai ke daratan. Adanya proses pendinginan yang mencapai titik beku sehingga akan terbentuk awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut akan menurunkan hujan es atau salju di pengunungan. Di permukaan bumi, es akan mengalir dalam bentuk gletser dan kemudian akan kembali ke laut.

Selain ketiga siklus hidrologi di atas, ada beberapa peristiwa yang terjadi dalam siklus air, yaitu:

1. Evapolari

Evapolari juga disebut dengan penguapan. Penguapan adalah perubahan dari wujud awal air yang menjadi gas atau uap.

2. Transpirasi

Transpirasi juga disebut dengan penguapan air. Yang dimaksud dengan penguapan air adalah proses penguapan pada tumbuhan melalui mulut daun.

3. Evaprotranspirasi

Evaprotranspirasi adalah peristiwa terjadinya transpirasi dan evapolari secara bersama-sama dalam satu waktu.

4. Kondensasi

Kondensasi juga disebut dengan pengembunan. Kondensasi adalah perubahan wujud dari gas atau dari uap air menjadi titik-titik air karena proses pendinginan.

5. Adveksi

Adveksi adalah gerakan uap air dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Adveksi disebabkan oleh adanya pergerakan udara secara horizontal atau mendatar.

6. Konveksi

Konveksi adalah gerakan uap air dari suatu tempat ke tempat yang lainnya. Konveksi disebabkan oleh adanya pergerakan udara secara vertikal.

7. Presipitasi

Presipitasi adalah segala bentuk curahan yang berasal dari atmosfer.

8. Run off

Run off adalah aliran pada saluran air di sungai dan selokan.

9. Over land flow

Over land flow adalah aliran yang ada di permukaan.

10. Intersepsi

Intersepsi adalah hujan yang diserap tumbuhan atau vegetasi.

11. Base flow

Base flow atau perkolasi adalah aliran dalam air tanah.

12. Sublimasi

Sublimasi adalah perubahan wujud dari uap air menjadi kristal-kristal es.

Berdasarkan peristiwa siklus air, air hujan yang jatuh ke bumi akan meresap ke dalam tanah, mengalir ke permukaaan bumi melalui sungai atau dan bermuara ke laut atau ke danau, dan tertampung di danau, atau rawa. Jadi, air yang ada di dalam tanah, di perairan darat dan juga dilaut.

Siklus utama hidrologi meliputi semua perairan darat dan laut. Perairan darat meliputi air tanah, sungai, danau, rawa, dan air laut. Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah, dan terkumpul di dalam batu-batu dan ruang-ruang di antara batuan tersebut. Air tanah berada pada pori-pori butiran batuan atau di dalam tanah. Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya dibatasi oleh tanggul-tanggul dan bermuara ke laut.

Danau adalah bagian permukaan bumi yang berupa cekungan yang cukup luas dan digenangi oleh air. Sementara itu, rawa adalah tanah yang basah karena selalu digenangi oleh air. Rawa biasanya terdapat di dataran rendah atau tepi pantai dan umumnya rawa ditumbuhi pohon bakau. Di Indonesia, rawa banyak terdapat di pantai utara Jawa dan pantai Timur Sumatera.

Klasifikasi rawa dibedakan berdasarkan keadaan airnya, yakni rawa pasang surut dan rawa tergenang. Rawa pasang surut adalah rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Rawa tergenang, yakni rawa yang selalu tergenang dan di dasar rawa terdapat lapisan tanah gambut yang tebal. Sifat rawa, yaitu airnya asam, berwarna merah, tidak dapat dijadikan air minum dan tidak baik untuk tanaman sehingga tidak ada organisme yang dapat hidup pada rawa sejenis ini.

Air laut adalah air yang berada di lautan, air laut berasal dari sungai-sungai yang mengalir dan menuju laut. Laut juga disebut dengan penetralisir karena kandungan air laut yang mengandung kadar garam. Perairan laut merupakan termasuk dalam siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang. Karena pada dasarnya, sumber air tebanyak yang dapat diserap, berasal dari lautan.

Nah, itulah penjelasan mengenai unsur hidrologi. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.