Shalat Sunnah Wudhu

Kita pasti sudah sering mendengar pembahasan tentang shalat sunnah wudhu. Melihat dari istilahnya, kita pasti telah mengerti tentang shalat sunnah wudhu. Ya, memang betul bahwa pengertian dari shalat sunnah wudhu adalah shalat sunnah yang dikerjakan oleh seseorang setiap kali habis berwudhu dan diSunnahkan mengerjakannya sebanyak dua rakaat.

Shalat sunnah wudhu juga biasa disebut dengan shalat syukrul wudhu. Shalat sunnah wudhu merupakan salah satu jenis shalat sunnah yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan. Bagi mereka yang telah menyempurnakan wudhunya, lalu mengerjakan shalat sunnah dua rakaat dengan penuh khusyuk dan Ikhlas karana Allah Swt, maka dosanya yang lalu akan dihapuskan dan dia akan dimasukkan ke dalam surga. Seperti dalam hadits berikut ini.

Siapa saja yang berwudhu seperti wudhuku ini, lalu mendirikan shalat dua rakaat, yang pada shalatnya dia tidak berbicara pada dirinya sendiri (yakni mendirikannya dengan khusyuk) niscaya Allah Swt akan memberikan ampunan kepadanya atas dosa-dosanya yang lalu.” (HR Imam Al-Bukhari).

Tata cara pelaksanannya shalat sunnah wudhu sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu, hanya niat yang membedakannya. Berikut ini tata caranya.

  • Sehabis berwudhu, kita disunnahkan membaca doa berikut ini.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syaariikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriina, waj’alnii min ‘ibaadikash-shaalihiin.

Artinya:

“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

  • Selesai membaca doa tersebut, lalu melaksanakan shalat sunnah wudhu 2 rakaat. Niatnya: Ushallii sunnatal-wudhuu’i rak’ ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat shalat sunnah wudhu 2 rakaat karena Allah ta’ala.”
  • Surat yang dibaca boleh surat apa saja, tapi disunnahkan pada rakaat pertama membaca Surat An-nisaa’ ayat 64, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafiruun, sedangkan untuk rakaat kedua membaca surat An-Nisaa’ ayat 110, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas ayat 4.
  • Shalat sunnah wudhu ini dikerjakan 2 rakaat sebagaimana shalat yang lain dengan ikhlas sampai salam.

Keutamaan shalat sunnah wudhu adalah sesuai dengan sabda Rasullullah Saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.
Bahwasanya Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal pada waktu Shalat Subuh: “Hai Bilal! Ceritakanlah kepadaku, amal apakah yang telah engkau lakukan dalam Islam sehingga aku mendengar derap bunyi sandalmu di surga?” Bilal menjawab: “Aku tidak melakukan sesuatu amalan yang aku sangat harapkan pahalanya, melainkan daripada kalau aku habis bersuci pada waktu malam ataupun siang, kecuali aku tentu bershalat dengan kesucianku (wudhu) itu, sebagaimana yang disarankan kepadaku untuk melakukan Shalat Sunnah Wudhu.” (Muttafaq ‘alaih)

Shalat Sunnah Dhuha

Shalat Sunnah Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik setinggi kurang lebih tujuh hasta (antara pukul 07.00 sampai menjelang masuk waktu dhuhur). Namun, disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik. Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunnah untuk memohon dan meminta dalam kelancaran rezeki dari Allah Swt berdasarkan hadits nabi berikut ini:

Allah berfirman: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

Jumlah rakaat Shalat Dhuha sekurang-kurangnya 2 rakaat, tapi boleh dikerjakan 4, 6, 8 atau 12 rakaat dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Berikut ini keutamaan atau manfaat shalat sunnah dhuha.

  1. Seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud, dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat Shalat Dhuha.”
  2. Ghanimah (keuntungan) yang besar: Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata: Rasulullah mengirim sebuah pasukan perang. Rasulullah berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!” Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu, Rasulullah Saw berkata: “Maukah kalian aku tunjukkan pada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)-nya dan cepat kembalinya? “Mereka menjawab: “Ya! “Rasul Saw berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan Shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimah-nya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
  3. Sebuah rumah di surga bagi yang rajin mengerjakan shalat sunnah Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad Saw: “Barang siapa yang shalat sunnah dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
  4. Memperoleh ganjaran pada sore hari. Dari Abu Darda’ ra: Ia berkata bahwa Rasulullah Saw berkata: Allah Swt berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya.” (Shahih al-Jami: 4339) Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”. (Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
  5. Mendapatkan pahala umrah. Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah” (Shahih al-Targhib: 673) Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah ; sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih al-Jami`: 6346)
  6. Mendapatkan ampunan Dosa. “Siapa pun yang melaksanakan shalat sunnah Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah Swt, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Tata Cara Shalat Sunnah Dhuha

  1. Niat di dalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram. “Ushalli sunnatadh-dhuhaa rak ‘ataini lillaahi ta’aalaa” Artinya: Aku niat shalat Sunnah dhuha 2 rakaat karena Allah Ta’ala.
  2. Membaca doa Iftitah.
  3. Membaca surat Al-Fatihah.
  4. Membaca satu surat di dalam Al-Quran. Baiknya rakaat pertama Surat Asy-Syams (Wasy-Syamsi wa dhuhaaha) dan rakaat kedua Surat Adh Dhuha (Wadh-dhuhaa wal-laili).
  5. Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam (sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu).
  6. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai, maka membaca salam dua kali.

Doa Setelah Selesai Shalat Sunnah Dhuha

Allahumma Innadh Dhuha-A Dhuha-Uka, Wal Bahaa-A Bahaa-Uka, Wal Jamaala Jamaaluka, Wal Quwwata Quwwatuka, Wal Qudrata Qudratuka, Wal Ishmata Ishmatuka. Allahuma Inkaana Rizqi Fis Samma-I Fa Anzilhu, Wa Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu, Wa Inkaana Mu’asaran Fayassirhu, Wainkaana Haraaman Fathahhirhu, Wa Inkaana Ba’idan Fa Qaribhu, Bihaqqiduhaa-Ika Wa Bahaaika, Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudratika, Aatini Maa Ataita ‘Ibadikash Shalihin.

Artinya:

Ya Allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu Yang sholeh.

Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Karena masjid termasuk Baitullah (Rumah Allah), maka perlu suatu bentuk penghormatan terhadap masjid. Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata “Tahiyyatul Masjid”, yaitu penghormatan terhadap masjid sehingga shalat sunnah tahiyatul masjid adalah shalat sunnah yang dikerjakan oleh jamaah yang sedang masuk ke masjid, baik pada hari Jumat maupun hari-hari lainnya, di waktu malam atau siang hari.
Apabila kita masuk ke dalam masjid, sebelum duduk hendaklah kita mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat. Dalil Tentang shalat sunnah tahiyyatul masjid Dari Abu Qatadah dari Rasulullah bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata:

“Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau pun bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua raka’at, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

  • Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat.‎
  • Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
  • Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan shalat ‎fardu maupun ketika akan beri’tikaf.‎

Panduan Praktik Shalat Tahiyatul masjid

  1. Berniat shalat Tahiyatul masjid, Ushallii Sunnata Tahiyyatil Masjidi Rak’ataini Lillahi Ta’aala. Artinya: “Saya berniat shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala. Setelah Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca satu surat di dalam Al-Quran. Afdhol-nya rakaat pertama Surat Al Kafirun dan rakaat kedua membaca Surat Al Ikhlas .
  2. Takbiratul ihram.
  3. Shalat dua rakaat seperti pada umumnya shalat sunnat.
  4. Salam.

Apabila ada orang yang masuk ke masjid saat Khotib masih sedang berkhutbah, ada dua pendapat yang menanggapi masalah ini, yaitu:

  • Tetap mendirikan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid, tapi pelaksanaannya dilakukan secara ringkas, cukup 2 rakaat, jangan diperpanjang. Pendapat ini diikuti oleh penganut madzhab Syafi’iyah dan Hanbaliyah. Diriwayatkan dari Abi Said ra: “Ada seseorang masuk masjid pada hari Jumat, dan Rasulullah sedang khutbah di atas mimbar. Lantas Rasulullah memerintahkannya untuk melakukan shalat dua rakaat.”
  • Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid dianggap sudah gugur begitu khutbah dimulai. Pendapat ini diikuti oleh penganut madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar: “Jika salah satu di antara kalian masuk masjid, sementara imam telah di atas mimbar (khutbah), maka jangan lagi shalat dan bercakap-cakap.”

Dengan mengetahui tata cara, niat, dan keutamaan masing-masing shalat sunnah wudhu, dhuha, dan tahiyatul masjid, diharapkan menjadi pedoman untuk selalu melaksanakannya dengan benar. Dengan niat hanya untuk Allah ta’ala, semoga mendapat pahala dan tempat yang baik di akhirat nanti.

Itulah penjelasan mengenai shalat sunnah wudhu, dhuha, dan tahiyatul masjid. Semoga penjelasan yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.