Shalat Sunnah Rawatib

Shalat Sunnah Rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah melaksanakan shalat fardhu (shalat wajib lima waktu). Shalat sunnah itu dibagi menjadi dua, yaitu shalat sunnah mutlak dan shalat sunnah muqayyad. Untuk mengerjakan shalat mutlak cukup niat shalat saja tanpa menyebut bilangan rakat. Boleh dilaksanakan hanya satu rakaat, dua, tiga, lima, bahkan sampai 10, 11, dan seterusnya.

Jumlah dari keseluruhan dari shalat Sunnah rawatib adalah 22 rakaat, yaitu:

  • Dua rakaat sebelum Shalat Subuh (sesudah shalat subuh tidak ada Sunnah ba'diyah).
  • Dua rakaat sebelum shalat dhuhur, dua rakaat atau empat rakaat sesudah Shalat Dhuhur.
  • Dua rakaat atau empat rakaat sebelum Shalat Ashar (sesudah Shalat Ashar tidak ada Sunnah ba'diyah).
  • Dua rakaat sesudah Shalat Maghrib.
  • Dua rakaat sebelum Shalat Isya.
  • Dua rakaat sesudah Shalat Isya.

Berikut ini hadits yang mendasari Shalat Sunnah Rawatib.

Dari Ummu Habibah Istri Rasulullah Saw, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat Sunnah ikhlas karena Allah SWT sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim)

Fungsi shalat Sunnah rawatib adalah menambah serta menyempurnakan kekurangan dari shalat wajib.

Di antara shalat-shalat tersebut, ada yang dinamakan sunnah muakkad, artinya sunnah yang sangat kuat, yaitu:

1. Dua rakaat shalat sunnah sebelum Shalat Dhuhur

Lafal niatnya sebagai berikut.

Ushallii sunnatazh-zhuhri rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah sebelum dhuhur dua rakaat karena Allah ta'ala."

2. Dua rakaat shalat sunnah sesudah Shalat Dhuhur

Lafal niatnya sebagai berikut :

Ushallii sunnatazh-zhuhri rak'ataini ba'diyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat Sunnah sesudah Dhuhur dua rakaat karena Allah ta'ala."

Adapun keuntungan dalam pelaksanaan shalat Sunnah sebelum dan sesudah Dhuhur dinyatakan oleh Rasulullah Saw dengan sabdanya:

"Dari Ibnu Umar ra. Berkata, 'Pernah saya shalat bersama Rasulullah Saw dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudah Dhuhur, dua rakaat sesudah Jumat dan dua rakaat sesudah Isya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan shalat sunnah rawatib Dhuhur, dia berkata: saya mendengar Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa yang menjaga (shalat) empat rakaat sebelum dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, Allah Swt haramkan baginya api neraka.”  (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-TarmidziIbnu Majah)

3. Dua rakaat shalat Sunnah sebelum Ashar

Lafal niatnya sebagai berikut.

Ushallii sunnatal-'ashri rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat Sunnah sebelum ashar dua rakaat karena Allah ta'ala. "

4. Dua rakaat shalat Sunnah sesudah Shalat Maghrib

Lafal niatnya sebagai berikut.

Ushallii sunnatal-maghribi rak'ataini ba'diyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat Sunnah sesudah maghrib dua rakaat karena Allah ta'ala.”

5. Dua rakaat shalat Sunnah sebelum Shalat Isya.

Lafal niatnya sebagai berikut:

Ushallii sunnatal-'isyaa'i rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya : "Aku niat shalat Sunnah sebelum isya' dua rakaat karena Allah ta'ala.”

6. Dua rakaat shalat Sunnah sesudah shalat isya

Lafal niatnya sebagai berikut.

Ushallii sunnatal-'isyaa'i rak'ataini ba'diyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat Sunnah sesudah isya' dua rakaat karena Allah ta'ala.”

7. Dua rakaat shalat Sunnah sebelum subuh.

Lafal niatnya sebagai berikut.


 
Ushallii sunnatash-shubhi rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat Sunnah sesudah maghrib dua rakaat karena Allah ta'ala.”

Keuntungan yang kita dapat jika dapat melaksanakan shalat Sunnah dua rakaat sebelum subuh, berdasarkan hadits berikut ini.

"Dari 'Aisyah ra. Bahwa Nabi Saw telah bersabda, 'Dua rakaat fajar (shalat Sunnah yang dikerjakan sebelum subuh ) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim)

Shalat Sunnah Tasbih

Shalat Sunnah Tasbih adalah shalat Sunnah yang pelaksanaan atau pengamalannya bisa dilakukan setiap malam, apabila tidak mampu maka dikerjakan sekali seminggu, kalau masih tidak mampu mengamalkannya bisa dikerjakan sekali sebulan atau sekali dalam setahun dan jika masih tidak bisa, setidak-tidaknya seumur hidup sekali, yang penting jangan sampai ditinggalkan sama sekali.

Shalat sunnah tasbih ini pernah diajarkan Rasulullah Saw kepada pamannya Sayyidina Abbas Ibn Abdul Muthalib. Shalat Sunnah Tasbih merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat di anjurkan oleh Rasulullah untuk dilaksanakan karena sangatlah besar faedah yang kita didapat, di antaranya Allah akan mengampuni segala dosa-dosa kita, menarik segala kebaikan dan kebahagiaan serta menghindarkan kita dari segala macam musibah, bala, dan bermacam-macam keburukan lainnya dalam kehidupan.

Berikut ini hal yang perlu diperhatikan jika akan melaksanakan shalat sunnah tasbih.

  • Kalau dikerjakan pada siang hari hendaknya dikerjakan empat rakaat sekali salam;
  • Kalau dikerjakan pada malam hari, hendaknya empat rakaat itu dibuat dua kali salam.

Shalat dikatakan sebagai shalat Sunnah tasbih hal ini disebabkan dalam pelaksanaannya shalat ini dibacakan tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Sunnah Tasbih

  • Berdiri menghadap kiblat, lalu ucapkan lafal niat "Ushallii sunnatat-tasbiihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Allaahu akbar."  Artinya: "Aku niat shalat Sunnah tasbih dua rakaat karena Allah ta'ala. Allah Mahabesar. "
  • Lalu, membaca doa iftitah, Surah Al Fatihah terus membaca surat lainnya. Setelah itu, dianjurkan untuk membaca tasbih sebanyak 15 kali, yaitu: Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim. Artinya: "Mahasuci Allah Yang Maha Esa, segala puji bagi Allah dan Allah Zat Yang Mahaagung."
  • Kemudian, ruku dan setelah membaca tasbih ruku, lalu membaca tasbih seperti tersebut di atas sebanyak 10 kali, kemudian i'tidal.
  • Setelah selesai tahmid i'tidal, diteruskan dengan membaca tasbih lagi sebanyak 10 kali.
  • Pada waktu sujud setelah membaca tasbih sujud , lalu membaca tasbih seperti tersebut di atas sebanyak 10 kali lagi, setelah itu duduk antara dua sujud.
  • Setelah selesai membaca doa duduk antara dua sujud, lalu membaca tasbih seperti tersebut di atas 10 kali lagi, kemudian sujud kedua.
  • Pada sujud kedua habis membaca tasbih sujud , dibaca kembali bacaan tasbih seperti tersebut diatas 10 kali lagi.
  • Kemudian, sebelum berdiri ke rakaat kedua, kita sebaiknya "duduk istirahat ", saat duduk istirahat itu kita membaca tasbih seperti diatas 10 kali lagi.

Demikianlah kita laksanakan pada rakaat pertama. Jika kita hitung seluruh bacaan tasbihnya ada 75 kali dalam satu rakaat, dan apabila empat rakaat maka menjad 300 kali bacaan tasbih.

Shalat tasbih ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw dan tata caranya seperti tersebut di atas adalah tata cara yang diberikan oleh Rasulullah Saw sebagaimana sabdanya  berikut ini.

Yaa 'abbaas, ya 'ammaah, 'alaa u'thiika, 'alaa amnahuka, 'alaa ahbuuka, alaa af'alu laka 'asyra khishaalin. Idzaa anta fa'alta dzaalika ghafarallaahu laka dzanbaka, awwalahu wa aakhirahu. Wa qadiimahu wa hadiitsahu. Wa khath'ahu wa 'amdahu, wa shaghiirahu, wa kabiirahu, wa sirrahu wa 'alaaniyyatahu, 'asyru khishaalin : an tushalliyah arba'a raka'aatin taqra'u fii rak'ati bi faatihatil-kitaabi, wasuuratin. Fa idzaa faraghta minal-qira'ati fii awwali rak'atin, qulta wa anta qaa'imun. Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Khamsa 'asyarata marratan, tsumma narka'u fa taquulu wa anta raaki'un 'asyran tsumma tarfa'u ra'saka minar-rukuu'i fa taquuluhaa 'asyran tsumma tahwii saajidan fa taquuluhaa wa anta saajidun 'asyaran. Tsumma tarfa'u ra'saka minas-sujuudi fa taquuluhaa 'asyran. Tsumma tasjudu fa taquuluhaa 'asyran, tsumma tarfa'u ra'saka minas-sujuudi fa taquulu-haa 'asyran. Fa dzaalika khamsata wa sab'uuna fii kulli rak'atin taf'alu fii arba'i raka'aatin. Inistatha'ta antushalliya-haa fii kulli yaumin marratan faf'al. Fa in lam tastathi' fafii kulli jum'atin marratan fa in lam taf'al fafii kulli syahrin marratan, fa in lam taf'al fafii 'umrika marratan.

Artinya:

"Wahai Abbas! Wahai Paman! Sukakah kamu apabila aku beri, maukah apabila aku pameri, bolehkah (kiranya) aku memberi petunjuk kepadamu yaitu : Sepuluh hal yang penting, yang apabila kamu lakukan akan diampuni Allah dosamu yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang disengaja maupun tidak, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nyata. Sepuluh hal penting yaitu : Agar kamu melakukan shalat empat rakaat, membaca dalam tiap-tiap rakaat Surah Al Fatihah dan surah lainnya apa saja, apabila selesai dari yang dibaca itu ( yakni surah ), dalam rakaat pertama, bacalah kamu dalam berdiri " Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar" , lima belas kali lalu ruku' dan bacalah kamu dalam ruku' sepuluh kali tasbih. Lalu angkat kepalamu dari ruku' (i'tidal) dan bacalah tasbih sepuluh kali. Lalu turun bersujud dan bacalah dalam sujud sepuluh kali tasbih. Lalu angkat kepalamu dari sujud ( duduk antara dua sujud ) dan bacalah sepuluh kali tasbih. Lalu sujud lagi dan ucapkanlah sepuluh kali tasbih. Lalu angkat kepalamu ( dari sujud kedua ) dan ucapkanlah sepuluh kali tasbih. Ini jumlahnya tujuh puluh lima dalam tiap-tiap satu rakaat dan lakukanlah ini dalam empat rakaat. Apabila kamu dapat melakukan shalat ini dalam sehari sekali, maka lakukanlah dan apabila tidak, maka dalam tiap-tiap Jum'at sekali. Apabila tidak dapat, maka dalam sebulan sekali, apabila tidak dapat, maka dalam seumur hidup sekali. " (HR. Ibn Majah)

Shalat Sunnah Taubat

Manusia tidak luput dari perbuatan dosa. Terkadang kita tidak menyadari akan perbuatan dosa yang telah kita perbuat. Dosa kecil ataupun besar kita tidak pernah menyadarinya. Untuk itulah bertaubat dari suatu dosa merupakan jalan satu-satunya yang harus kita lakukan guna meminta ampunan dari Allah Swt. Menyesal atas perbuatan dosa yang telah kita lakukan dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi.

Hal yang dapat kita lakukan adalah dengan melaksanakan shalat Sunnah taubat. Shalat Sunnah taubat diSunnahkan setelah seseorang melakukan dosa atau merasakan berbuat dosa. Disunnahkan mengerjakan shalat Sunnah taubat ini disaat seorang muslim bersungguh-sungguh untuk bertaubat dari perbuatan dosa yang telah dilakukannya, apakah taubat ini segera dilakukan setelah ia melakukan perbuatan maksiat tersebut atau mengakhirkannya.

Kewajiban atas seorang hamba yang berdosa untuk segera bertaubat. Tapi, jika seorang hamba mengakhirkannya/menundanya, maka tetap diterima karena taubat bisa diterima selama belum datang satu dari dua kondisi berikut ini.

1. Apabila ruh belum sampai ke kerongkongan. Yakni ia yakin akan segera mati sehingga tidak punya pilihan lain kecuali itu, seperti Fir'aun, dikisahkan dalam Surah Yunus ayat  91-92.

Aalaana waqad 'ashaita qablu wakunta minal mufsidiin

Artinya: Apakah sekarang (baru kamu percaya), Padahal Sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu Termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Yunus : 91 )

Fal yauma nunajjiika bibadanika litakuuna liman khalfaka aayatan wa-inna katsiiran minannaasi 'an aayaatinaa laghaafiluun

Artinya: "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran, bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia, lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." ( QS Yunus : 92)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

"Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat seorang hamba selama ruh (nyawa)nya belum di tenggorokan." (HR Al-Tirmidzi)

2. Apabila matahari terbit dari barat, karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya." (HR. Muslim)

Shalat taubat ini disyariatkan untuk semua waktu, sampai pada waktu terlarang seperti sesudah shalat 'Ashar. Sebabnya, karena hal ini termasuk jenis shalat yang memiliki sebab. Maka disyariatkan dan boleh langsung dikerjakan saat datang sebabnya. Syikhul Islam rahimahullah berkata: "Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat), jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat dua raka’at. Kemudian ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakar Al-Shiddiq.” (Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah: 23/215)

Selain mengerjakan shalat Sunnah taubat, orang yang bertaubat juga dianjurkan mengerjakan amal-amal kebajikan lainnya seperti shadaqah dan sebagainya.

Tata Cara Melakukan Shalat Sunnah Taubat

1. Lafal Niat Shalat Taubat:

Ushallii sunnatat-taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat shalat Sunnah taubat dua rakaat karena Allah ta'ala.

2. Jumlah rakaatnya ada 2, 4 sampai 6 rakaat.

3. Doa yang dibaca

Astaghfirullaahal-'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'aw wa laa mautaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuraa.

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha agung, saya mengaku bahwa tidak     ada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga. Saya memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat atau berbuat manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti. "

4. Sangat baik sekali memperbanyak membaca induk istighfar sebagai berikut.

Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaq-tanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu la yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tidak ada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku dalam ketentuan serta janji-Mu sedapat mungkin aku lakukan. Aku mohon berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah Engkau ciptakan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tidak ada yang dapat memberi pengampunan, kecuali hanya Engkau sendiri."

Demikianlah penjelasan-penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan shalat Sunnah rawatib , shalat Sunnah tasbih dan shalat sunnah taubat . Semoga bermanfaat dalam kehidupan.