Sejarah perekonomian di Indonesia terbilang cukup panjang karena sudah bermula sejak ratusan yang lalu, sejak masa kerajaan hingga masa sekarang. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Perekonomian Indonesia pada Zaman Kerajaan

Pada masa ini Indonesia menjadi jalur utama pelayaran negeri-negeri dengan peradaban besar seperti Mesir, Romawi, serta China menjadikan masyarakat pribumi bangkit semangatnya untuk berdagang. Pada masa kerajaan, perekonomian ditunjang dengan penggunaan uang berupa koin emas sebagai alat pembayaran. Perekonomian Indonesia semakin maju, dan nama nusantara pun semakin dikenal di dunia dengan adanya komoditi besar dan berharga yang dimiliki Indonesia seperti rempah-rempah.

Perekonomian Indonesia di Zaman Kolonial

Dari empat negara yang pernah menjajah Indonesia, Belanda lah yang banyak menanamkan pengaruh dan kekuasaanya di Indonesia, termasuk dalam sistem perekonomian. Belanda membentuk VOC untuk melancarkan aksinya menguasai Hindia Belanda, VOC juga menetapkan berbagai macam aturan mengenai perpajakan untuk kaum primbumi, beberapa diantaranya adalah adanya Verplichre Leverentie dan Contigenten (pajak hasil bumi). Namun kemudian VOC mengalami defisit keuangan dan kemudian Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Berbeda dengan Belanda yang menetapkan hasil bumi, Inggris menetapkan adanya Landrent atau pajak tanah. Dengan sistem ini, Inggris membuat masyarakat pribumi memiliki uang sehingga dapat membeli produk-produk buatan Inggris. Oleh karena itu, Hindia Belanda tak hanya dieksplorasi kekayaan alamnya saja, tetapi juga dijadikan daerah pemasaran produk-produknya. Tahun 1836, Van Den Bosch memberlakukan tanam paksa di Hindia Belanda, hal tersebut sangat merugikan masyarakat pribumi.

Perekonomian Pasca Kemerdekaan (1945-1950)

Setelah kemerdekaan Indonesia, perekonomian Indonesia sangat buruk karena terjadi inflasi tinggi, kas negara yang kosong, apa yang dimiliki Indonesia telah dieksploitasi besar-besaran oleh penjajah serta adanya blokade ekonomi dari Belanda yang menutup jalur perdagangan luar negeri RI sejak bulan Nopember 1945.

Perekonomian Demokrasi Liberal (1950-1957)

Pada masa ini prinsip ekonomi liberal ditetapkan di Indonesia. Namun, sistem ini memperburuk ekonomi Indonesia, karena perekonomian kaum pribumi masih sangat lemah serta belum dapat bersaing dengan perekonomian kaum non pribumi, seperti para pengusaha Cina.

Perekonomian Demokrasi Terpimpin (1959-1967)

Dimasa ini Indonesia menjalankan demokrasi terpimpin yang mana seluruh sistem ekonomi dikendalikan oleh pemerintah, sehingga pemerintah bertanggung jawab terhadap keadaan ekonomi sepenuhnya dengan pembuatan kebijakan serta keputusan terkait mengenai perekonomian nasional.  

Perekonomian Orde Baru

Di masa Orde Baru ini, pemerintah menggunakan sistem ekonomi campuran. Sistem ini adalah salah satu praktek dari teori Keynes mengenai campur tangan pemerintah di dalam perekonomian namun secara terbatas.
Kebijakan ekonomi pada masa ini diarahkan pada pembangunan di segala bidang, baik itu pembangunan fisik, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Namun, krisis 1997 membuat rakyat melengserkan kepemimpinan Soeharto yang sudah bertahan selama 32 tahun.

Orde Reformasi

Dalam Orde reformasi hingga sekarang Indonesia berada dibawah beberapa kepemimpinan. Pada kepemimpinan Presiden B.J. Habibie membuat kebijakan-kebijakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, tidak banyak kebijakan yang dihasilkan dan semakin maraknya praktek KKN di Indonesia. Pada masa Megawati membuat beberapa kebijakan seperti meminta penundaan pembayaran utang luar negeri, kebijakan privatisasi BUMN, pendirian KPK.

Pada masa Susilo Bambang Yudhoyono hingga sekarang ini bisa dikatakan Indonesia menganut sistem ekonomi kapitalis/liberal.

Demikian sejarah perekonomian di Indonesia, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda.