Pembahasan dalam artikel ini adalah tentang sejarah penemuan dan penggunaan semaphore. Siapa yang tidak mengenal semaphore? Pada saat ini, semaphore khususnya di Indonesia umumnya mulai dikenal oleh anak ketika ia menerima pelajaran sejarah yang membahas semaphore dan satu lagi ketika anak mengikuti kegiatan pramuka. Pengenalan sandi dan penggunaan semaphore dengan menggunakan bendera sempahore juga diajarkan dalam kegiatan pramuka. Semaphore tidak ada begitu saja, penemuan semaphore juga ada sejarahnya. Berikut uraian pembahasan mengenai sejarah dari penemuan dan juga penggunaan dari semaphore.

Sejarah Penemuan Semaphore

Semaphore merupakan sebuah cara yang digunakan untuk bisa mengirimkan pesan atau berita pada zaman dahulu ketika berbagai peralatan komunikasi modern belum ditemukan. Ada beberapa alat yang biasa digunakan untuk menyampaikan pesan melalui sandi-sandi semaphore ini. Alat tersebut di antaranya adalah dayung, bendera, tangan kosong, dan juga batang pohon. Hanya saja memasuki zaman yang lebih modern, alat yang digunakan adalah bendera khusus yang juga lebih dikenal dengan nama bendera semaphore.

Untuk jenis bendera semaphore yang umum digunakan memiliki ukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera adalah persegi empat. Bendera persegi tersebut merupakan penggabungan dari dua kain bendera yang berbeda warna, bentuk masing-masing kain bendera tersebut adalah segitiga. Warna bendera yang umum digunakan adalah warna merah dan kuning, dengan letak warna merah yang selalu menempel dengan bagian dari tangkai bendera.

Penggunaan semaphore dengan lebih praktis dan lebih baik sendiri adalah dengan mengombinasikannya dengan telegraf optik. Seorang berkebangsaan Perancis yang bernama Claude Chappe adalah orang yang memperkenalkan penggunaan sistem praktis penggunaan semaphore pada tahun 1791. Claude Chappe lahir pada tanggal 25 Desember 1763. Chappe merupakan orang yang menemukan sistem telekomunikasi praktis pertama pada zaman industri di Perancis.

Semaphore ini berhubungan erat dengan telegraf optik. Telegraf optik ditemukan pertama kali untuk bisa mengirimkan pesan dan berita pada zaman perang yang memang sangat lama untuk sampai jika menggunakan pasukan berkuda untuk menyampaikannya. Sebelum penemuan telegraf optik, prinsip dari teknologi tersebut sudah pernah digunakan dan juga dikembangkan oleh bangsa Yunani, Romawi kuno, dan juga bangsa Kartagao. Caranya adalah dengan menggunakan obor yang diletakkan di atas benteng kemudian mengombinasikan beberapa dari api obor tersebut untuk mengirimkan huruf yang menjadi pesan.

Telegraf optik kembali ditemukan oleh Claude Chappe dan disempurnakan olehnya. Penemuan dari telegraf optik ini menjadi sebuah revolusi di Perancis dan juga menyebar ke negara lainnya. Pesan yang disampaikan dengan menggunakan telegraf optik ini tentunya adalah pesan yang dibuat dengan menggunakan sandi semaphore.

Penggunaan Semaphore

Pada mulanya, semaphore banyak digunakan untuk menyampaikan pesan terutama ketika dalam keadaan perang. Penggunaan semaphore secara manual adalah dengan menuju tempat yang tinggi atau di atas benteng lalu mulai menggerakkan bendera semaphore sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Memasuki era penggunaan telegraf optik, penyampaian pesan dengan semaphore semakin lebih praktis.

Untuk bisa menyampaikan pesan melalui telegraf optik, diperlukan adanya jaringan penghubung berupa menara-menara. Setiap menara untuk telegraf optik tersebut biasanya disimpan dengan jarak 5 sampai 20 kilometer antara satu menara dengan menara lainnya. Setiap menara terdapat perlengkapan untuk mendukung jalannya teknologi telegraf optik tersebut. Perlengkapan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1.    Semaphore kayu. Semaphore kayu yang digunakan tersebut memiliki dua lengan yang berfungsi untuk memberikan sinyal. Masing-masing dari lengan tersebut bisa ditempatkan dalam tujuh posisi. Pada bagian dasar kayu tersebut bisa dilakukan empat posisi. Total posisi yang mungkin bisa dilakukan adalah sekitar 196 posisi. Posisi-posisi tersebut akan mewakili kode dari huruf, angka, kata, dan juga bagian dari sebuah kalimat.

2.    Dua buah teleskop yang disimpan di atas semaphore kayu. Untuk pemberitahuan, teleskop sudah ditemukan pada tahun 1600.

Cara kerja dari telegraf optik dengan menara-menara tersebut adalah sebagai berikut.

1.    Setiap menara dari berdiri terdiri dari satu orang telegrafer yang akan melihat melalui teleskop yang ada di dalam menara tersebut.

2.    Ketika semaphore dari menara tersebut mulai menunjukkan sebuah posisi, telegrafer akan menyalin simbol yang dihasilkan di menaranya.

3.    Setelah itu, sang telegrafer akan menggunakan teleskop untuk melihat apakah telegrafer di menara yang dikirimi pesan juga menyalin simbol semaphore dengan baik.

4.    Cara ini akan menyampaikan pesan dengan menggunakan simbol ke simbol dan dismapaikan dari satu menara ke satu menara lainnya.

Semaphore memang sudah jarang digunakan pada zaman modern ini. Akan tetapi, kehadiran semaphore sebenarnya telah memberikan angin segara untuk bisa menyampaikan pesan yang berisi informasi penting pada zaman dahulu. Walau begitu, dalam beberapa kegiatan, misalnya pramuka, semaphore tetap diperkenalkan, dipelajari, dan juga digunakan.

Semoga pembahasan mengenai sejarah dari penemuan dan juga penggunaan semaphore dalam artikel ini bisa memberikan informasi bermanfaat untuk pembaca. Setiap penemuan haruslah dihargai dan diapresiasi. Walau penemuan tersebut akan berkesan kuno pada zaman sekarang, akan tetapi berdasarkan berbagai penemuan tersebutlah, para ilmuan bisa mengembangkan alat-alat yang sifatnya lebih canggih dan modern seperti saat ini.