Bukti sejarah Kerajaan Selaparang terdapat pada peninggalan berupa catatan di atas daun Lontar. Walaupun sangat minim bukti sejarah Kerajaan Selaparang, namun kisah dari daun Lontar tersebut dapat dipercaya dan diyakini kebenarannya.

Kisah tersebut menceritakan awal berdirinya Kesultanan Selaparang yang cikal bakalnya tidak lepas dari sejarah masuknya agama Islam di Kepulauan Lombok. Berikut penjelasannya.

Awal Berdirinya Kesultanan Selaparang

Di ceritakan di daun Lontar, bahwa agama islam pertama kali dibawa dan disebarkan oleh mubaligh yang berasal dari Bagdad, Iraq. Mubalikh tersebut bernama Syaikh Sayyid Nururrasyid Ibni Hajar al-Haitami.

Masyarakat Lombok lebih mengenal beliau dengan nama Ghaos Abdul Razak yang dipercaya sebagai cikal bakal sultan-sultan kerajaan yang ada di Lombok. Selain beliau, masyarakat Lombok meyakini pula “Betara Tunggul Nala” yang disebut juga dengan “Nala Segara” sebagai leluhur atau cikal bakal sultan-sultan di Lombok.

Kejayaan Kesultanan Selaparang

Kesultanan Selaparan memiliki pasukan yang tangguh, baik pasukan di darat maupun laut. Pasukan Selaparang berhasil mengusir Belanda yang hendak memasuki dan menduduki wilayah Pulau Lombok pada tahun 1667 M – 1668 M. Namun Pulau Sumbawa harus direlakan dikuasai oleh Belanda, karena sebelum terjadinya peperangan Pulau Sumbawa sudah terlebih dahulu direbut Belanda.

Pasukan laut Selaparang berhasil menggagalkan serangan dari Kerajaan Gelgel dari Bali yang menyerang dari arah Barat. Pasukan Gelgel pernah dua kali menyerang dan terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Selaparang. Kedua serangan tersebut dapat ditumpas habis oleh pasukan Selapangan. Bahkan banyak pasukan kerajaan Gegel yang akhirnya ditawan.

Dari pertempuran tersebut, Kerajaan Selaparang kemudian membuat kebijakan baru dengan membangun kerajaan dan memperkuat bidang agraris. Dari kebijakan tersebut akhirnya pusat pemerintahan dipindahkan ke dataran perbukitan agak ke wilayah pedalaman.

Perpindahan pusat kerajaan yang baru, membawa kemajuan Selaparang, dan memiliki daerah berupa bukit-bukit sawah yang ditata dengan rapih. Ditambah lagi dengan sumber air melimpah dan pemandangan yang indah dengan latar belakang Pulau Sumbawa. Keamanan kerajaan semakin bisa ditingkatkan, karena jika terjadi suatu gerakan yang mencurigakan di tengah laut, bisa dengan segera diketahui.

Runtuhnya Kesultanan Selaparang

Sebuah kekuatan yang telah ada sejak awal abad ke 15, yaitu dengan datangnya imigran petani liar dari Karang Asem, Bali yang datang secara begelombang. Kemudian mereka mendirikan koloni di daerah kawasan Kota Mataram. Koloni tersebut lama kelamaan akhirnya tumbuh dan berkembang menjadi kerajaan kecil. Kerajaan tersebut diberi nama Kerajaan Pagutan dan Pagesahan. Keduanya berdiri sekitar tahun 1622 Masehi.

Selain ancaman dari Kerajaan Gelgel dan Pagutan, bahaya lain adalah munculnya kekuatan asing yang secara tiba-tiba dapat melakukan ekspansi militer. Ketika menghadapi masalah dan ancaman dari luar, secara tiba-tiba seorang tokoh penting Kerajaan Selaparang, Arya Banjar Getas berselisih dengan Raja Selaparang. Mereka memperdebatkan mengenai posisi perbatasan antara Kerajaan Selaparang dan Pejanggit.

Akibat perselisihan tersebut akhirnya Arya Banjar Getas dan para pengikutnya meninggalkan Selaparang dan bergabung dengan pasukan Kerajaan Mataram Karang Asem, Bali. Arya Banjar Getas kemudian menyusun rencana dan taktik bersama pihak Kerajaan Mataram Karang Asem untuk menyerang dan menggepung Kerajaan Selaparan. Penyerangan yang terjadi sekitar tahun 1672 Masehi tersebut menjadi akhir kejayaan Kesultanan Selaparang.

Demikian informasi mengenai sejarah Kesultanan Selaparang  di Pulau Lombok. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.