Sejarah Kerajaan Kamboja telah dimulai sejak berabad-abad lalu. Sama seperti Indonesia, wilayah Kamboja saat ini dulunya pernah dikuasai oleh beberapa kerajaan besar. Kerajaan-keraan yang dimaksud adalah Kerajaan Funan, Chenla, maupun Khmer.
Kamboja yang kini merupakan sebuah negara monarki kontitusional di Asia Tenggara ini dulunya adalah hasil kerja sama atau bersatunya dua kerajaan besar, yaitu Funan dan Chenla. Kekuasaan Funan dan Chenla lantas digantikan oleh Kekaisaran Khmer yang konon disebut-sebut sebagai salah satu kerajaan paling kuat di Asia Tenggara.

Kerajaan Funan

Funan adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah sekitar delta Sungai Mekong di selatan Vietnam dan Indocina. Menurut bukti sejarah yang pernah ditemukan, Funan sudah ada sejak sekitar abad ke-4 SM. Terkait Kerajaan Funan sendiri, ada sebagian sejarawan yang menganggap bahwa Funan merupakan sebuah kesatuan kerajaan yang utuh. Tapi, ada pula sebagian sejarawan modern yang berpendapat bahwa Funan terdiri dari wilayah-wilayah kota berbeda namun bersatu dalam satu kekuasaan politik.

•    Asal Usul

Awal mula berdirinya Funan masih menjadi perdebatan, namun yang paling banyak diyakini adalah kisah dari berita Cina yang ditulis oleh Kang Tai dan Chu Ying. Menurut tulisan tersebut, Funan didirikan oleh seorang Brahmana bernama Kaundinya yang berasal dari daratan India. Kaundinya ini juga disebut sebagai Huntien atau Huntian dalam bahasa Cina.
Kaundinya berhasil mengalahkan penduduk setempat dan menguasai wilayah. Ia lalu menikahi Putri Soma yang dalam sejarah Cina disebut sebagai Putri Liu Yeh. Setelah menikah dan memperoleh keturunan, dinasti Funan pun terbentuk sejak tahun 75 M.

•    Kebudayaan

Budaya Kerajaan Funan lebih banyak dipengaruhi oleh budaya-budaya India dan Hindu. Misalnya penggunaan bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa klasik orang-orang India dan Hindu. Walau begitu, bertahun-tahun kemudian agama Budha datang dan mulai membaur ditengah-tengah masyarakat.

•    Ekonomi

Kerajaan Funan merupakan peradaban yang sangat maju, sehingga bisa dipastikan bahwa kerajaan ini memiliki perekonomian yang cukup tinggi pula. Rakyat membayar pajak menggunakan bahan-bahan tambang seperti emas, perak, dan juga mutiara.
Perekonomian yang bagus ini sangat didukung perdagangan laut yang kerap dilakukan di zaman dulu. Selain itu, wilayah yang berdekatan dengan Sungai Mekong membuat pertanian tetap subur dan menjadikan Funan semakin makmur dari waktu ke waktu.

Kerajaan Chenla

Kerajaan Chenla adalah dinasti yang berjaya setelah Funan. Chenla berkuasa sejak sekitar abad ke-5 hingga abad ke-7, dan selama periode tersebut, setidaknya ada 10 raja yang memerintah Chenla. Sebut saja Raja Bhavavarman, Isanavarman, Jayavarman, dan masih banyak lagi. Chenla ini nantinya akan menjadi cikal bakal Kerajaan Khmer yang merupakan salah satu imperium terkuat di Asia Tenggara pada masanya.

•    Asal usul

Chenla dulunya adalah bagian dari Kerajaan Funan, tepatnya dibagian utara. Akan tetapi, disekitar abad ke-5 Chenla melakukan pemberontakan besar-besaran dan akhirnya berhasil mendirikan kerajaan sendiri. Menurut bukti sejarah, pendiri Kerajaan Chenla sekaligus raja pertamanya adalah Bhavavarman yang memerintah dari tahun 550-600.

Masa kejayan Chenla diperkirakan terjadi pada masa pemerintahan Raja Isnavarman, putra dari raja kedua Chenla yang bernama Mohendravarman. Isnavarman yang berkuasa pada tahun 616-635 dikenal tangguh dan mampu menaklukkan banyak kerajaan, termasuk menyatukan Chenla dan Funan.

•    Kebudayaan dan ekonomi

Untuk masalah kebudayaan dan ekonomi, peradaban Kerajaan Chenla nyaris tak jauh beda dengan Kerajaan Funan terdahulu. Budaya penduduknya masih banyak dipengaruhi oleh budaya India, dan beberapa rajanya dikenal sebagai pemuda dewa. Misalnya Raja Bhavavarman dan Mohendravarvam yang sangat terkenal sebagai pemuja Dewa Siwa dan Dewa Indra.

Kerajaan Khmer

Kerajaan atau Kekaisaran Khmer adalah kerajaan terkuat di Asia Tenggara pada sekitar abad ke-11. Kerajaan Khmer ini berdiri dibekas Kerajaan Chenla. Sementara itu Khmer kadang disebut pula dengan Kerajaan Angkor karena Angkor memang menjadi wilayah terkuat dan termaju dari Keraajaan Khmer. Dimasa sekarang, Angkor lebih dikenal sebagai Kamboja.

•    Asal usul

Pemerintahan Kerajaan Chenla mulai mengalami kemerosotan sejak abad ke-7 dan akhirnya benar-benar runtuh sekitar abad ke-8. Disaat yang bersamaan, Jayavarman II mendirikan Kerajaan Khmer pada abad ke-9. Jayavarman diyakini sebagai pangeran asal Dinasti Sailendra di Indonesia yang membawa kebudayaan Jawa ke daerah Khmer.

•    Kebudayaan

Kebudayaan Kerajaan Khmer banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Budha. Pada masa-masa kekuasaannya, banyak candi-candi yang didirikan dengan hiasan atau relief yang menggambarkan kehidupan penduduk pada masa itu. Misalnya Candi Bayon yang menunjukkan kehidupan sehari-hari penduduk Khmer, atau candi-candi lain yang menggambarkan peperangan maupun keindahan Istana Khmer.

Mayoritas penduduk Khmer bekerja sebagai petani atau menggarap lahan-lahan perkebunan. Komoditi pertanian yang kerap dihasilkan adalah beras, buah-buahan, sayur, gula, dan masih banyak lagi. Selain pertanian, mata pencaharian penduduk Khmer juga berternak unggas, babi, maupun mencari ikan sebagai nelayan.

•    Ekonomi

Sebagai peradaban yang maju, Kerajaan Khmer pun memiliki kondisi ekonomi yang bagus. Hasil pertanian maupun peternakan yang melimpah adalah salah satu pendukungnya. Selain itu, perdagangan dan hubungan baik dengan wilayah atau kerajaan-kerajaan lain juga turut membantu Khmer memajukan perekonomiannya.

Perkembangan Kerajaan Kamboja di Masa Sekarang

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Angkor adalah wilayah terkuat dari Kerajaan Khmer dan tetap ada hingga sekarang sebagai negara Kamboja. Setelah kejayaan Imperium Khmer, Kamboja pernah mengalami masa-masa buruk dan kemunduran pada abad ke-15 hingga abad ke-19.

Masa-masa kemunduran itu ditandai dengan invasi dari wilayah-wilayah lain dan hilangnya sebagian daerah kekuasaan Khmer. Selain Siam (Thailand) dan Vietnam yang memperebutkan daerah Kamboja, negara-negara Eropa ikut datang dan mulai berusaha menguasai wilayah tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 1863, Kamboja resmi berada dibawah kekuasaan Kolonial Perancis. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Kamboja kembali merdeka pada tahun 1953. Walau begitu, gejolak politik terus terjadi, apalagi masih banyak negara-negara lain yang berusaha untuk terus merebut kekuasaan di Kamboja.

Dizaman sekarang, Kamboja berdiri sebagai negara monarki kontitusional dan menjadi salah satu negara berkembang di dunia dengan total populasi yang mencapai lebih dari 14 juta jiwa. Penduduk Kamboja sendiri terdiri atas berbagai etnis, beberapa diantaranya berasal dari Vietnam, Thailand, dan juga Cina. Untuk masalah ekonomi, Kamboja termasuk salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus. Hal ini didukung oleh pertanian, industri di berbagai bidang, objek wisata, dan tentu saja perdagangan ekspor-impor dengan negara-negara lain.

Demikianlah sejarah masa-masa Kerajaan Kamboja dimasa lampau dan sekilas kondisi Kamboja dizaman modern. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan sejarah Anda.