Republik Afrika Selatan merupakan negara yang terdapat pada benua Afrika di sebelah selatan. Negara ini berbatasab dengan Namibia, Zimbabwe dan botswana di wilayah utara serta berbatasan dengan dengara Swaziland dan mozambik di wilayah timur laut. 
 
Sejarah demokrasi di Afrika Selatan diawali dengan adanya pemerintahan lama yang menganut politik apartheid. Pada masa lampau wilayah ini dipenuhi oleh budak-budak berkulit hitam. Perbudakan sangat kental di negara beriklim tropik panas ini. 
Saat ini negara afrika selatan ini dikuasai dan dipenuhi oleh warga berkulit putih dan menganut sistem demokratis. Di negara ini pun terdapat banyak sekali bahasa resmi, yaitu sejumlah 11 bahasa. Kekayaan alam yang dimiliki negara afrika selatan adalah tambang, yaitu emas, platinum dan berlian. Negara penghasil bahan perhiasan ini mampu menghidupi bangsanya dengan produksi tambang tersebut.
 
Dimasa lampau, suku tertua dari benua arika adalah suku dari bangsa Afrika selatan. Beberapa suku yang terdapat di negara tersebut antara lain adalah Khoi, Xhosa, Bushmen, Zulu. Pada tahun 1652, koloniial Belanda sedang menguasai belahan bumi wilayah Selatan termasuk Afrika. Penjelajah Belanda masuk ke wilayah afrika selatan diikuti dengan kolonial Inggris dan mereka berkeinginan mengambil harta kekayaan negara berupa perhiasan emas dan berlian yang melimpah ruah di negara tersebut. Akhirnya terjadi perebutan kekuasaan wilayah jajahan antara Inggris dengan belanda dan pecahlah pertempuran britania melawan Belanda serta perang boer.
 
Pada tahun 1910 terjadi penyatuan empat wilayah republik di afrika dan tergabung ke dalam kesatuan afrika selatan. Inggis menguasai afrika Selatan secara penuh pada tahun 1931. Akan tetapi, bangsa belanda yang dikenal dengan nama Afrikaner tetap meminta wilayah kekuasaan dan akhirnya diberikanlah pembagian kekuasaan kepada Afrikaner yang dilangsungkan hingga tahun 1940.
 
Politik pro Afrikaner menerapkan politik partai apartheid dalam bentuk partainya yang bernama Partai Nasiolnal dan menang di parlemen. Politik ini bersifat sangat deskriminatif, di mana warga kulit putih berkuasa secara mutlak dan warga kulit hitam yang merupakan warga aseli dari Afrika selatan dijadikan budak dari kaum kulit putih. 
 
Sistem ekonomi negara juga dikuasai oleh warga kulit putih. Bangsa pribumi menjadi bangsa jajahan yang menderita. Negara Inggris tidak menyukai sistem pemerintahan bergaya apartheid yang dianggap tidak memiliki peri kemanusiaan ini. Warga Inggris yang lebih menganut paham demokrasi berusaha menggagalkan politik apartheid. Namun usaha selalu kandas
Baru pada sekitar tahun 1990, politik apartheid runtuh atas adanya kecaman dari Konggres nasional Afrika dan juga bangsa-bangsa lain di dunia, di bawah perjuangan presiden Nelson Mandela, Republik afrika selatan berhasil lepas dari sistem pilitik apartheid dan berubah menjadi demokrasi. 
 
Nelson Mandela memerintah selama 5 tahun dan berusaha mengeluarkan negara dari banyak masalah termasuk adanya penyebaran AIDS, pengangguran, kekurangan rumah dan masih banyak masalah lainnya. Pada tahun 1997 nelson mandela turun dari jabatannya sebagai preseiden dan digantikan oleh Thabo Mbeki yang melanjutkan perjuangan nelson untuk meningkatkan kesejahteraan bagi warga negara afrika Selatan. Demikian sejarah demokrasi di Afrika Selatan.