Sejarah asosiasi kerjasama regional Asia Selatan, SAARC berdiri pada tanggal 8 Desember 1985. Kepanjangan dari SAARC adalah The South Asian Association for Regiional cooperation. Berdirinya korporat ini karena di kawasan Asia Selatan sering terjadi konflik. Jadi tujuan dari coorperation ini adalah untuk menanggulangi konflik yang lebih besar.

Inggris menarik diri dari Asia Selatan pada tahun 1947. Kemunduran Inggris melahirkan India dan Pakistan. Dua negara ini memiliki latar belakang agama yang berbeda. Lama kelamaan konflik keduanya mulai terlihat di permukaan.

Perbedaan agama pun menjadi alasannya, di tambah lagi dengan adanya perbedaan strata atau kedudukan. Terjadilah bentrokan senjata antar dua negara. Peperangan tidak dapat dihindari oleh dua belah pihak. Masalah semakin keruh ketika Inggris mempersoalkan pembagian wilayah yang kemarin-kemarin belum terselesaikan.

Konflik India Pakistan

Tahun 1965 September, konflik antara India dan Pakistan sampai pada klimaksnya. Tepat pada tahun 1966, akhirnya ada kesepakatan perdamaian. Dua negara tersebut akhirnya mendatangani kesepakatan untuk berdamai.

Namun sayangnya, konflik kembali terjadi di tahun 1971 antara Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) tentang sengketa wilayah. Hingga akhirnya terjadilah perang dingin di antara kedua negara.

AS dan US mempengaruhi negara di Asia Selatan, Pakistan merasa terancam dan berlindunglah ke AS. Begitu pula dengan India berlindung pada US. Peperangan tidak lagi perang dingin, tetapi ganti menjadi perang nuklir.

Kawasan Asia Selatan mencakup beberapa kawasan, seperti Pakistan, Sri Langka, India, Bangladesh, Maldives, Nepal, Afganistan, dan Bhutan. Seperti yang kita ketahui mereka memiliki banyak sumber daya alam dan manusia.

Pengelolaan sumber daya yang tidak baik inilah, akhirnya muncullah konflik horizontal tersebut. Baik konflik di bidang Politik, sosial, ekonomi  maupun budaya. Konflik di kawasan Asia Selatan ini menelan banyak korban. Hal ini disebabkan, karena konflik yang timbul bersifat internal dan eksternal.

Dampak dari konflik, selain menjatuhkan korban meninggal semakin banyak, perpecahan kerjasama antar negara juga semakin memperburuk perekonomian. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik-konflik dan mempercepat investasi lintas perbatasan wilayah maka lahirlah south Asian Free Trade Area (SAFTA), atau kawasan perdagangan bebas Asia Selatan.

Dash (2008) Asia Selatan sebagai a region without regionalism, suatu kondisi yang menjadi tantangan Asia Selatan itu sendiri. Misalnya perbedaan perlakuan antara masyarakat miskin dan kaya. Bagi masyarakat miskin, untuk mendapatkan pengobatan dan air minum bersih perlu perjuangan ekstra.

Common external threat, salah satu alasan beberapa negara Asia Selatan tidak memilikinya. Sehingga pengelola kawasan Asia Selatan melakukan strategi keamanan regional yang sejalan. Tidak heran, jika musuh negara Asia Selatan justru negara tetangga.

Keterlibatan SAARC ternyata karena ada 5 landasan imbalan seperti materi, pengaruh, status (reputasi), janji-janji di masa akan datang, dan dan keamanan. Inilah sejarah asosiasi kerjasama regional asia selatan, SAARC dalam perkembangannya.

Demikianlah ulasan singkat tentang Asia Selatan. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.