Pernah mendengarkan pidato, ceramah, atau kata sambutan? Baik itu sengaja kita hadiri atau tidak. Bukan hanya menghadiri bisa jadi kita mendengarnya melalui radio, televisi atau bahkan kita yang membaca langsung pidato tersebut. Banyak kemungkinan yang terjadi. Untuk kalangan pelajar, pidato juga sudah cukup sering dilombakan, bukan hanya ada dalam acara tertentu, tapi memang sengaja diadakan. Dalam menyampaikan pidato, ada yang menggunakan teks ada yang tidak. Nah, yang akan kita bahas dalam tulisan ini adalah pidato naskah, yaitu pidato yang menggunakan teks yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Pidato

Pidato adalah suatu jenis keterampilan berbicara di depan umum baik dengan menggunakan teks sebagai bahan acuan atau pun tidak. Jenis keterampilan yang bisa diasah atau juga merupakan jenis keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Pidato merupakan sebuah pandangan dari seseorang yang disampaikan di depan khalayak ramai. Hal yang disampaikan berupa pandangan.  Ada beberapa bentuk pidato, yaitu orasi, khutbah, sambutan, dan lainnya.

Orasi adalah pidato formal atau komunikasi formal yang disampiakan di depan khalayak ramai, seperti pidato kenegaraan, pidato pengarahan, pidato pertanggungjawaban. Khotbah adalah jenis pidato yang disampaikan dengan tujuan keagamaan. Sambutan adalah jenis pidato yang disampaikan ketika ada acara atau sebuah kegiatan dalam rangkaian pembukaannya akan ada kata sambutan dari pihak penyelenggara. 

Masing-masing pidato mempunyai tujuan tersendiri, bergantung dengan jenis pidatonya. Akan tetapi, secara umum pidato bertujuan untuk mempengaruhi orang lain, misalnya dalam pidato keagamaan, dan memberikan suatu pemahaman atau informasi sehingga menambah pengetahuan.

Unsur-unsur Pidato

Sebelum membaca pidato, alangkah bagusnya kalau kita mengetahui terlebih dahulu tentang unsur-unsur yang terdapat dalam pidato. Berikut ini unsur-unsur pidato.

  1. Salam pembuka. Ketika akan membaca pidato, kita harus memulainya dengan salam pembuka, bisa dengan mengucapkan salam, selamat siang, atau salam pembuka lainnya yang disesuaikan dengan kondisi pendengar saat itu.
  2. Menggunakan sapaan yang benar dengan mengetahui siapa pendengar kita, apakah teman-teman sebaya, bapak-bapak, pelajar, atau gabungan dari semua kalangan. Jadi, kita harus memilih sapaan yang tepat.
  3. Bahan materi pidato yang menjadi permasalahan yang akan disampaikan dalam berpidato, tema apa yang akan disampaikan. 
  4. Penutup. Sebelum mengakhiri pidato, hendaknya kita menyimpulkan secara singkat tentang isi pidato dan menyampaikan pesan dan kesan kemudian menutupnya dengan mengucapkan salam, atau kata penutup yang tepat. 

Teknik Membaca Teks Pidato

Sebelum membaca teks pidato langsung di depan umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan acuan dan pembelajaran. Kita harus melakukan persiapan yang matang. Tidak semua orang mampu berpidato, ada memang dari bakat dan ada juga karena kebiasaan.  Di antara persiapan yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan hal-hal berikut ini menguasai naskah yang akan disampaikan, menandai kata kunci yang terdapat dalam teks sehingga kita tidak akan terpaku dalam teks saja, bisa dikembangkan selama tidak melenceng dari tema yang disampaikan. Menyusun kata-kata yang mudah diingat sehingga memudahkan dalam cara penyampaian. Mengetahui dengan pasti yang akan menjadi pendengar dari pidato tersebut.

Setelah melakukan persiapan tersebut, kita mulai untuk mengetahui teknik dan metode dalam membaca teks pidato, yaitu:

  1. Teks pidato dibaca dan diucapkan dengan jelas, lugas, dan terang. Sesuai dengan vokal yang ada. Untuk melatihnya, kita bisa dengan melakukan olah vokal dan melatih pernapasan karena membaca teks pidato membutuhkan durasi tertentu. Biasakan untuk melakukan pernapasan diafragma. Ketika kita membacanya dengan jelas, maka pendengar pun akan mudah menangkap apa yang kita sampaikan.
  2. Artikulasi berupa pengucapan kata yang utuh dan jelas, begitu juga dengan setiap hufufnya. Nantinya akan terdengar jelas, bagaimana melafalkan huruf f, p, dan v atau huruf-huruf yang lainnya, atau bahkan untuk melafalkan a, i, u, e, o. 
  3. Diksi merupakan pengucapan kata demi kata dengan tekanan tertentu yang bervariasi. Kita harus bisa melihat kondisi pendengar jadi, pilihlah diksi yang tepat sesuai dengan tema pidato. Misalnya, dalam pidato kependidikan, maka gunakanlah kata-kata yang berkaitan dengan pendidikan. Kalau pendengarnya remaja, gunakanlah kata-kata yang dapat mereka mengerti.
  4. Intonasi adalah tentang bagaimana mengatur suara baik secara lagu, perubahan nada tuturan yang menimbulkan makna, arti, dan informasi. Kalau dalam tulisan biasanya dilambangkan dengan pungtuasi (tanda baca). Sementara itu, kalau kita membaca pidato, maka intonasi ini sangat penting. Ketika ingin menyampaikan sesuatu yang penting atau yang menjadi poin utama dari pidato, kita bisa meninggikan intonasi suara sehingga bisa mengundang perhatian para pendengar. Jadi, mereka tidak kehilangan poin utama tersebut.
  5. Ekspresi bisa secara otomatis muncul dari pemahaman. Jangan sampai ekspresi yang ditampilkan berbeda dengan apa yang seharusnya ada. Misalnya, ketika yang disampaikan itu hal lucu kita bisa tertawa. Tetapi, harus diperhatikan juga dengan jenis pidato yang disampaikan.  Ketika senang, berekspresilah senang. Tetapi, harus tetap diingat, jangan sampai menampilkan ekspresi yang berlebihan, berekspresilah sewajarnya. 
  6. Gerak-gerik anggota badan, ketika menyampaikan pidato ada yang hal yang kadang membuat para pendengarnya bosan dan kita pun yang yang membacanya kadang tidak nyaman dengan satu posisi berdiri saja. Berikanlah gerakan tubuh sesuai dengan irama pidato. Akan menimbulkan kesan yang monoton ketika kita membaca pidato dengan berdiri seperti patung. Jadi, lakukanlah gerakan-gerakan yang bisa membantu kita memberikan pesan kepada pendengar, baik itu dengan gerakan tangan, kepala, dan arah badan kita. Jangan pernah terpaku pada satu arah saja, tetapi usahakan untuk bisa memberikan pandangan penuh ke semua arah yang ada pendengarnya. 
  7. Perhatikan lama waktu atau durasi dalam membaca pidato karena kalau tidak memperhatikan ini, bisa jadi kita terlalu lama di pambukaannya sehingga tidak sampai pada inti atau terlalu banyak humor. Dengan mengetahui durasinya, maka dari awal kita sudah bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pembukaan, penyampaian isi dan materi, dan juga waktu untuk penutup.
  8. Tidak terpaku pada teks saja karena dikhawatirkan akan monoton sehingga membuta pendengarnya bosan. Bisa dengan diiringi oleh gerak badan, tangan, mata, atau intonasi yang divariasikan.
  9. Fokus atau konsentrasi karena ketika kita tidak konsentrasi, maka bisa jadi kita lupa hal apa yang akan kita sampaikan. Jangan memperhatikan hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasi.
  10. Memperhatikan penampilan, sesuaikanlah penampilan kita dengan tema pidato yang akan dibaca. Bersikap tenang dan meyakinkan sehingga orang yang  mendengar pidato tersebut akan menikmati dan tidak merasa ragu dengan apa yang kita sampaikan.

Itulah beberapa teknik dan metode terkait dengan membaca teks pidato. Ketika kita membaca teks pidato kita harus mengusai tema dan semua hal yang terkai dengan pidato yang kita akan baca. Perhatikan kata kuncinya dan kenali audiensnya.