Tahukah kalian bahwa Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan tidak hanya berlangsung begitu saja, sama halnya seperti hewan dan manusia.  Ketika dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, tumbuhan secara alami akan mengalami beberapa proses tahapan yang harus dilalui. Tahapan-tahapan yang dilalui akan dipengaruhi oleh  faktor –faktor yang mendukung dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang sedang berlangsung saat itu juga.

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Sebelum tahu apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman, apakah kalian sudah mengetahui apa pengertian dari pertumbuhan dan perkembangan itu sendiri?

Pengertian dari dua kata tersebut, yakni pertumbuhan dan perkembangan, memiliki perbedaan arti yang cukup mencolok. Pertumbuhan merupakan suatu proses bertambahnya ukuran atau volume dan jumlah sel yang sifatnya irreversible, yang berarti setiap makhluk hidup yang telah mengalami pertumbuhan, tidak dapat kembali dalam bentuk ukuran semula. Sedangkan pengertian dari perkembangan adalah suatu perubahan dari makhluk hidup yang telah mengalami proses dalam masa-masa menuju pendewasaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Dalam masa-masa pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan akan dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor-faktor yang dimaksud yaitu sebagai berikut:

Faktor Luar

Faktor luar dapat diartikan sebagai faktor lingkungan yang terdapat di sekitar makhluk hidup. Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan  yaitu seperti makanan dan air, cahaya, suhu, oksigen dan kelembaban.

Makanan dan Air

Makanan dan air adalah hal yang paling penting dalam menunjang kehidupan suatu makhluk hidup. Makanan yang diperoleh oleh makhluk hidup merupakan senyawa kimia yang biasanya disebut dengan unsur.  Cara memperoleh makanan antara tumbuhan dan hewan sangat berbeda.

Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri, berbeda dengan hewan yang tidak dapat membuat makanan sendiri.  Tumbuhan dapat membuat makanan melalui proses fotosintesis. Zat makanan yang telah diperoleh, nantinya akan digunakan untuk mensintesis beberapa komponen sel yang nantinya dapat digunakan sebagai pertumbuhan. Selain itu, zat makanan nantinya juga akan digunakan sebagai sumber energi dalam melakukan segala aktivitas yang dibutuhkan.

Dalam melakukan proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan  tanah, karena dari tanah tumbuhan dapat memperoleh  zat anorganik  yang dibutuhkan untuk melakukan proses fotosintesis dalam bentuk ion. Selain zat anorganik, juga dibutuhkan karbon dioksida (CO2 ) yang berasal dari udara.

Proses fotosintesis berlangsung pada siang hari, karena proses fotosintesis membutuhkan bantuan cahaya matahari. Selain cahaya matahari proses fotosintesis juga memerlukan klorofil, dan unsur-unsur. Dalam memperoleh unsur-unsur yang dibutuhkan, menurut banyak sedikit jumlahnya, dapat dibedakan menjadi dua yaitu makronutrien dan mikronutrien.  
Makronutrien atau disebut dengan unsur makro, merupakan beberapa unsur yang paling banyak dibutuhkan dalam proses fotosintesis. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak misal seperti unsur C (karbon), P (fosforus), dan Mg (magnesium).

Mikronutrien atau disebut dengan unsur mikro, merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit misal seperti Zn (zink), Mn (mangan), dan Ca (kalsium).
Unsur-unsur tersebut sangat penting bagi tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis. Hasil dari fotosintesis akan dihasilkan glukosa dan oksigen. Glukosa yang dihasilkan akan dijadikan sebagai zat makanan pada tumbuhan. Glukosa inilah yang nantinya akan menunjang tumbuhan untuk melakukan proses pertumbuhan dan perkembangan.

Tumbuhan yang nutrisinya tidak terpenuhi karena kekurangan makanan maka, pertumbuhannya akan terhambat. Apabila pertumbuhan terhambat, maka akan menyebabkan kematian.  Misalnya, jika tumbuhan kekurangan unsur P (fosforus)  akan mengakibatkan daun pada tumbuhan  berbecak kemerahan, jika keadaan daun terus menerus dibiarkan seperti ini, maka daun akan cepat  rusak. Selain itu, jika tumbuhan kekurangan unsur zat besi dan magnesium, maka tumbuhan akan mengalami klorosis. Klorosis akan menyebabkan tanaman menjadi pucat dan layu, jika keadaan ini dibiarkan terus menerus maka, lama-lama tumbuhan akan cepat mati.

Selain makanan, pengaruh air juga sangat penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup. Air berfungsi sebagai bahan pelarut dalam setiap reaksi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.  Pada tumbuhan, air akan diperoleh dari dalam tanah. Air akan diserap oleh tumbuhan bersamaan dengan pengambilan garam mineral yang terdapat di dalam tanah. Sehingga kebutuhan air dari dalam tubuh tumbuhan dapat terpenuhi. Dengan demikian, proses pelarutan dalam setiap reaksi yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan akan berjalan lancar.

Jika persediaan air dalam tumbuhan berkurang, hal ini akan mengakibatkan sintesis absisin menjadi meningkat. Sintesis absisin merupakan hormon yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada tumbuhan menjadi terhambat. Jika sintesis absisin meningkat maka, sintesis hormon-hormon pertumbuhan seperti hormon auksin, giberelin, dan sitokinin akan menjadi terhambat dan mengakibatkan pertumbuhan pada tumbuhan menjadi terhambat pula. Oleh karena itu, peranan air sangat penting bagi tumbuhan.

Cahaya

Faktor selanjutnya adalah cahaya. Cahaya matahari merupakan salah satu energi cahaya yang sangat penting untuk berlangsungnya proses kehidupan pada setiap makhluk hidup. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. Pada tumbuhan terdapat macam-macam pigmen, dan salah satunya adalah klorofil atau zat hijau daun. Klorofil merupakan pigmen yang paling utama pada tumbuhan. Klorofil dihasilkan oleh tumbuhan yang terbentuk melalui bantuan cahaya matahari. Klorofil  berfungsi untuk menyerap energi cahaya menjadi energi kimia. Dengan demikian, peran klorofil dan cahaya matahari sangat penting dalam proses fotosintesis. Proses fotosintesis tidak hanya tumbuhan saja yang membutuhkan, akan tetapi makhluk hidup lainnya, misal seperti hewan dan manusia. Karena salah satu hasil dari proses fotosintesis adalah oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan oleh tumbuhan, hewan, dan manusia untuk proses respirasi.

Jika intensitas cahaya yang diserap oleh klorofil terlalu tinggi, maka akan menyebabkan klorofil menjadi rusak, akan tetapi jika tumbuhan tidak terkena cahaya matahari, maka tumbuhan tidak dapat membentuk klorofil sehingga mengakibatkan daun akan menjadi pucat.

Perbedaan tumbuhan yang pertumbuhannya terkena cahaya matahari dan tidak terkena cahaya matahari, sangat berbeda jauh. Pada tumbuhan yang pertumbuhannya terkena cahaya matahari secara normal akan memperlihatkan pertumbuhan yang baik, jika dibandingkan dengan tanaman yang tidak terkena cahaya matahari. Pada tumbuhan yang tidak terkena  cahaya matahari pertumbuhannya kurang bagus, dan akan mengalami etiolasi. Tumbuhan yang mengalami etiolasi, akan memperlihatkan ciri-ciri seperti daun yang pucat, berwarna kuning, dan tidak berkembang baik. Sedangkan batangnya berwarna putih, kurus dan tidak kuat, akan tetapi pertumbuhannya lebih cepat tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang terkena cahaya matahari.
Oleh karena itu, peran cahaya matahari sangat penting demi proses kelangsungan hidup pada tumbuhan.

Suhu

Setiap makhluk hidup pasti akan membutuhkan suhu untuk kelangsungan hidupnya, termasuk juga pada tumbuhan. Suhu berfungsi dalam mempengaruhi kerja enzim yang sangat penting untuk proses metabolisme di dalam tubuh tumbuhan. Jika suhu meningkat terlalu tinggi,  maka akan menyebabkan enzim menjadi rusak atau mengalami denaturasi enzim (perubahan struktur pada enzim), sehingga menyebabkan kerja enzim menurun. Oleh karena itu, suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah tidak baik, karena akan menghambat proses metabolisme.

Perubahan suhu yang terjadi pada tumbuhan akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan, fotosintesis, respirasi, transpirasi dan reproduksi. Suhu yang paling optimum dalam proses pertumbuhan yaitu sekitar 10° C - 38° C. Sedangkan suhu di bawah 0°C dan suhu di atas 45° C, tumbuhan tidak dapat tumbuh dan berkembang.

Oksigen

Makhluk hidup membutuhkan Oksigen untuk proses respirasi. Melalui proses respirasi, maka oksigen akan digunakan untuk membakar zat makanan yang  nantinya akan menghasilkan energi.

Pada tumbuhan, ketika dalam proses pernapasan, juga akan membutuhkan oksigen. Kondisi tanah yang gembur mengakibatkan peningkatan jumlah oksigen di dalam tanah, sehingga akan membantu tumbuhan dalam proses pernapasan.

Kelembapan

Pengaruh kelembaban pada tumbuhan sangat penting pada proses transpirasi atau penguapan air. Jika udara dalam keadaan lembab, maka proses transpirasi pada tumbuhan akan terhambat. Akibatnya proses penyerapan air dan garam mineral dari dalam tanah oleh tumbuhan akan menjadi sedikit, maka  pertumbuhan pada tumbuhan akan terhambat.

Sedangkan jika udara dalam keadaan tidak lembab, maka proses transpirasi pada tumbuhan akan meningkat. Akibatnya proses penyerapan air dan garam mineral terlarut yang dihasilkan, dalam jumlah yang banyak. Dengan demikian, akan memicu proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan menjadi meningkat.

Selain itu, kelembaban pada tanah juga berpengaruh pada kandungan zat organik yang terdapat di dalam tanah.  Semakin tinggi kandungan bahan organik di dalam tanah, maka jumlah air yang diikat akan semakin banyak. Sehingga akan membuat struktur tanah menjadi  gembur.

Faktor Dalam

Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup, juga akan dipengaruhi oleh faktor dalam. Faktor dalam yaitu faktor  yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Faktor dalam yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan yaitu misal seperti gen dan hormon.

Gen

Gen merupakan unit pewarisan sifat yang terdapat pada kromosom. Gen berfungsi sebagai  pembawa kode, untuk membentuk enzim, protein dan hormon yang nantinya berperan penting dalam proses metabolisme. Oleh karena itu, pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan sangat ditentukan oleh gen.

Hormon

Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar indokrin, yang berpengaruh pada aktifitas organ-organ di dalam tubuh. Hormon yang terdapat pada tumbuhan, disebut dengan  fitohormon. Fungsi dari hormon pertumbuhan yaitu untuk merangsang pembelahan, pertumbuhan dan pemanjangan sel.
Melalui penjelasan di atas, maka peranan gen dan hormon pada pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangat penting, dalam menunjang kehidupan.