Orang berilmu termasuk sosok yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah Swt Pencipta alam semesta ini. Mereka pun mampu menduduki posisi utama daripada orang ahli ibadah di hadapan Allah Swt. Hal itu memang sebagian keutamaan yang dimiliki oleh orang berilmu di antara keutamaan lainnya. Ilmu pada dirinya tidak cukup hanya untuk kebutuhan diri sendiri, biasanya orang berilmu akan cenderung memiliki semangat untuk menyampaikan ilmunya kepada orang lain.

Adapun tujuan dari penyampaian ilmunya tersebut tentu saja mengarah pada perintah Allah Swt. Perintah tersebut sangat jelas untuk mendorong manusia melakukan amalan sholeh dengan ilmu yang dimilikinya. Orang berilmu dapat melakukannya dengan beragam cara. Misalnya, mengajarkan secara formal di suatu lembaga pendidikan sejenis sekolah, les privat atau lembaga lainnya. Ada juga yang dilakukan dengan menunjukkan perilaku positif sehingga orang lain mampu mencontohnya. Misalnya rajin menghadiri majelis ilmu, tidak merendahkan orang yang baru belajar sesuatu ilmu dan sebagainya.

Cara-cara penyampaian ilmu terhadap orang lain tersebut termasuk bagian dari contoh perilaku orang berilmu yang penting untuk dipahami oleh setiap penuntut ilmu termasuk diri kita. Meski secara teori mudah, tapi kita harus berhati-hati dan cermat ketika melakukannya. Tujuannya yaitu agar kita terhindar dari sifat sombong atau sifat lainnya yang tidak disukai oleh Allah Swt sebagai sosok orang berilmu.

Beberapa Perilaku Orang Berilmu dalam Kehidupan

Tanpa kita sadari, sebenarnya masing-masing diri setiap muslim termasuk orang yang dikatakan berilmu. Meski berbeda persentase dan jenis ilmunya, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya. Mengapa? Tentu saja jawabannya adalah perilaku kita yang telah ditunjukkan selama waktu perjalanan hidup sampai sekarang. Sejak usia baligh, kita sudah memiliki dasar ilmu agama dan kemudian dilanjutkan dengan mengkaji ilmu pengetahuan lainnya di tingkat sekolah lanjutan atau pondok pesantren.

Oleh karena itu, beberapa perilaku orang  berilmu dalam kehidupan yang akan disampaikan di bawah ini dapat dijadikan evaluasi diri kita. Jika memang telah sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt dalam menuntut ilmu, maka berupaya untuk mempertahankan untuk selanjutnya ditingkatkan ke arah yang lebih baik. Jika belum maksimal, kita  dapat terus berlatih memaksimalkan diri. Berikut ini beberapa contoh perilaku orang memiliki ilmu.

  1. Rajin menghadiri majelis ilmu dan berupaya mengajak orang lain untuk ikut menghadirinya juga. Tentu saja majelis ilmu yang mempelajari ilmu berdasarkan perintah Allah Swt. Bukan majelis ilmu yang di dalamnya berisi mempelajari ilmu sesat dan melanggar perintah Allah Swt.
  2. Tawadu’ atau tidak menyombongkan diri atau terlalu bangga dengan ilmu yang dimiliki hingga lalai untuk menyampaikannya kepada orang lain. Dalam hal ini, termasuk perilaku orang berilmu juga tidak boleh merendahkan orang lain yang baru mengkaji ilmu. Ingatlah bahwa ilmu yang kita pelajari akan dicatat sebagai amal sholeh jika diamalkan dalam kehidupan kepada orang lain.
  3. Menghormati orang lain, mulai dari usia anak-anak, sebaya atau bahkan orang tua. Orang berilmu mampu menempatkan dirinya dengan baik karena ia memahami bahwa kedudukan manusia itu sama. Allah Swt hanya melihat manusia dari sisi ketakwaannya.
  4. Mampu menjadi sosok pemberi solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi dalam kehidupan. Dalam hal ini bukan hanya terbatas pada masalah pribadinya saja tapi juga masalah di lingkungan sekitarnya. Orang berilmu akan memiliki kecepatan dalam membaca kondisi karena ia terus mengasah kemampuannya dengan ilmu yang dimilikinya. Ia pun tidak melupakan orang sesama muslim sebagai saudaranya.
  5. Sabar dan ikhlas ketika melakukan segala amalan yang berkaitan dengan kegiatan kesehariannya. Orang berilmu akan berlatih dan terus belajar menata diri dengan sabar dan ikhlas terhadap segala hal yang akan terjadi sesuai kehendak Allah Swt. Ia tidak akan mudah putus asa atau menghindar dari kenyataan ketika ujian dari Allah Swt dialaminya.
  6. Berupaya untuk menjadi teladan yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Orang berilmu akan menunjukkan sikap hati-hati serta teliti ketika menjalani kehidupannya. Ia akan memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya serta kondisi lainnya agar ilmunya dapat diamalkan dengan baik. Ia akan berupaya menempatkan diri sebagai teladan yang baik dalam sikap dan perkataan di lingkungannya.

Itulah beberapa contoh perilaku orang berilmu yang penting untuk diketahui sekaligus diupayakan pelaksanaannya dalam kehidupan. Meski tidak mudah melakukannya, tapi kita harus memiliki keyakinan untuk bisa melakukannya semaksimal mungkin.

Ingatlah Allah Swt yang memerintahkan Malaikat Raqib dan Atid untuk mencatat amalan shaleh ataukah tidak diri kita selama di dunia termasuk dalam mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama ini. Selanjutnya, akan disampaikan juga mengenai sosok Ali bin Abi Thalib secara singkat sebagai orang berilmu.

Sosok Berilmu dari Seorang Ali bin Abi Thalib

Teladan umat muslim adalah Rasulullah Muhammad Saw. Beliaulah sosok yang sempurna dengan segala perilaku yang dicontohkan untuk umatnya. Beliau telah membimbing para shahabat serta keluarganya bagaimana Islam itu lengkap bagi manusia dan harus disampaikan kepada siapa pun. Dalam Islam juga dibolehkan menuntut ilmu pengetahuan lainnya selain ilmu agama Islam sebagai kewajiban setiap muslim.

Adapun sosok Ali bin Abi Thalib ialah sahabat sekaligus keluarga Rasulullah Muhammad Saw. Ketika usianya sudah 10 tahun, ia mampu menghafal Al Quran. Ia pun memiliki pengetahuan tentang ayat-ayat di dalam Al Quran. Mulai dari apa saja keagungan hingga rahasia di dalam ayat-ayat tersebut.

Ketika di hadapan banyak orang, Rasulullah pernah menyampaikan perumpamaan bahwa beliau sebagai kota, sedangkan Ali bin Abi thalib sebagai pintu gerbang diri beliau. Sebab dalam diri seorang Ali terdapat kelebihan. Adapun kelebihan Ali sebagai sosok berilmu diantaranya.

  1. Dalam hal melakukan dialog. Ali mampu menjawab pertanyaan dari 10 orang dari kalangan Khawarij tentang mana yang lebih utama antara harta dengan ilmu.
  2. Ali termasuk laki-laki pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak. Sebab Ali dididik secara langsung oleh Rasulullah Saw, baik dari segi bagaimana seharusnya cara pandang seorang muslim sekaligus bagaimana cara memanajemen diri sebagai seorang muslim. Ali akhirnya menjadi  laki-laki pertama yang menerima ajakan masuk Islam beliau.
  3. Sosok Ali sebagai seorang yang berilmu juga telah menunjukkan amanah serta tingginya cara pandang dalam dirinya. Ia diangkat oleh Rasulullah Saw sebagai gubernur di wilayah Yaman, pernah menjadi wakil khalifah ketika masanya Utsman bin Affan ra, serta pernah dipercaya sebagai pemimpin umat muslim seluruh dunia (khalifah/kepala negara) di negara Islam.
  4. Sosok berilmu ini juga menunjukkan bahwa persatuan dalam tubuh umat Islam sangat penting. Tentu saja hal itu menunjukkan bahwa ilmu yang dimiliki Ali bukan hanya untuk menyatukan diri dan keluarganya saja dalam kebaikan. Tapi, ia menjadikan ilmu sebagai bekal mempersatukan umat Islam seluruh dunia.
  5. Ali bin Abi Thalib juga mampu menempatkan diri sebagai sosok yang sederhana ketika menjadi pejabat di negara Islam. Ia juga sosok panglima perang yang disegani dengan jiwa keberaniannya membela Islam. Hal itu mampu ia lakukan karena ilmu tentang segala yang berkaitan dengan agama mulia itu telah tertanam dalam dirinya. Selain itu, ia juga menguasai ilmu pengetahuan lainnya seperti bagaimana strategi dalam perang yang dibolehkan Allah Swt. Oleh karena itu, ilmu dalam dirinya nampak juga dari perilakunya sehari-hari.

Demikianlah sosok Ali bin Abi Thalib yang penting untuk dijadikan pendorong amalan-amalan kita dalam menuntut ilmu. Karenanya, ilmu dengan kebenaran di dalamnya serta sesuai perintah Allah Swt memperkuat keimanan maupun ketakwaan, tentu akan tercermin dari perilaku pemilik ilmunya. Semoga kita termasuk orang yang juga beruntung di hadapan Allah Swt dengan ilmu yang telah kita pelajari selama ini.