Berbicara tentang negara-negara maju dengan perekonomian yang terdepan, tentu pikiran kita akan langsung mengacu pada negara adidaya Amerika Serikat. Tentu saja karena negara yang dijuluki sebagai negara “super power” ini memang memegang peran penting dalam perekonomian seluruh dunia. Tak heran jika Amerika Serikat memang selalu bertengger di jajaran daftar negara dengan perekonomian dan kemakmuran yang maju.

Negara yang terletak di benua Amerika bagian utara ini dikenal sebagai negara maju bukan hanya dari perekonomiannya, tapi juga pendidikan hingga budayanya. Universitas-universitas terkemuka di dunia juga merupakan universitas Amerika Serikat dengan pendidikan yang berkualitas. Salah satunya yang terkenal adalah Universitas Harvard di Massachusetts. Bahkan, produk-produk budaya di Amerika juga menjadi salah satu yang paling diminati di dunia, sebut saja film-film Hollywood yang berkualitas dan musik-musik pop yang melegenda.

Sebagai negara paling maju di dunia, tentu saja perekonomian di Amerika Serikat mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang baik dan juga pengolahan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang baik. Kemajuan perekonomian di Amerika Serikat tentu saja berpengaruh pada tingkat kemakmuran masyarakat, budaya, hingga pengaruhnya bagi seluruh dunia. Namun, perekonomian Amerika Serikat juga mengalami krisis baru-baru ini. Berikut ini perkembangan perekonomian negara adidaya, Amerika Serikat.

Sistem Perekonomian Amerika

Dalam hal sistem perekonomian, Amerika merupakan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis modern. Sistem ekonomi ini diperkuat dengan pembangunan infrastruktur yang baik dan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. Tidak heran jika Amerika Serikat merupakan negara yang bukan hanya memiliki kekuatan dalam bidang ekonomi, tapi juga pendidikan, teknologi, hingga militer. Dengan segala yang dimilikinya itulah, Amerika Serikat menjadi negara adidaya yang sangat berpengaruh bagi negara-negara di seluruh dunia.

Negara yang aktif terlibat dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II ini memang memiliki pengaruh yang kuat bagi dunia, terutama dalam bidang politik dan ekonomi. United State Of Amerika atau yang biasa disebut dengan Amerika Serikat ini memiliki kekuatan ekonomi yang besar sejak akhir Perang Dunia II. Bahkan, mata uang dollar merupakan mata uang yang dijadikan sebagai acuan untuk negara-negara seluruh dunia.

Kemajuan perekonomian Amerika Serikat tidak lepas dari sumber daya alam yang melimpah serta pengolahan sumber daya manusia yang dioptimalkan dengan baik. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur dengan baik. Sebagai negara produsen terbesar, Amerika Serikat pun memiliki produktivitas yang tinggi.

Hampir semua negara menjalin kerja sama dengan Amerika, baik dalam hal ekonomi, militer, hingga pendidikan. Amerika Serikat merupakan dewan tetap keamanan PBB dan anggota OECD yang merupakan organisasi kerja sama yang bergerak dalam bidang ekonomi. Kekuatan militer negara ini juga sangat kuat dengan didukung oleh perkembangan teknologi persenjataan yang sangat maju, kuat, dan modern.

Krisis Ekonomi Amerika

Meski dijuluki sebagai negara adidaya yang menguasai perekonomian di dunia, rupanya Amerika Serikat juga tak lepas dari permasalahan ekonomi. Salah satu sebabnya adalah angka pengangguran yang semakin meningkat. Selain itu, angka kemiskinan juga semakin meningkat. Hal ini salah satunya merupakan dampak dari perang Irak dan Afganistan. Untuk mengatasi hal tersebut, presiden Barrack Husein Obama melakukan usaha-usaha yang dinilai akan segera memperbaiki perekonomian Amerika Serikat.

Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, yaitu kenaikan pajak untuk kalangan masyarakat menengah ke atas. Tujuannya, sokongan dana pajak dari kalangan menengah ke atas ini akan mampu menutupi krisis moneter yang khususnya dirasakan oleh kaum miskin. Selain itu, presiden Amerika Serikat pun melakukan kunjungan-kunjungan ke negara-negara Asia untuk menjalin kerja sama, terutama dengan Indonesia dan India.

Kunjungan presiden ke negara-negara Asia selain untuk menjalin kerja sama, juga bertujuan agar negara-negara Asia bersedia menjadi mitra dagang Amerika Serikat. Dengan demikian, Amerika Serikat mampu memperluas hubungan perdagangan dengan negara-negara Asia dan menambah nilai ekspor untuk menunjang perekonomian negaranya. Usaha tersebut tidak sia-sia, beberapa petinggi negara-negara di Asia bersedia menjadi mitra dagang Amerika Serikat.

Pada awal 2013, krisis moneter yang terjadi di Amerika Serikat ini terlihat dari anjloknya nilai indeks dollar Amerika Serikat dari angka 79.92 ke 78.91. para investor asing kini mayoritas beralih ke negara-negara Eropa yang dinilai lebih memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi. Memang, selama ini Eropa mengandalkan ekspor untuk memperbaiki masalah ekonomi yang terjadi. Selain itu, semua sektor perekonomian di negara-negara Eropa juga membaik.

Penurunan pertumbuhan perekonomian di Amerika rupanya tidak begitu memberi dampak berarti bagi perekonomian di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat dan Indonesia tidak banyak terlibat dalam kerja sama perdagangan antar negara. Namun, hal ini juga sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman bagi Indonesia karena setiap gejolak ekonomi yang terjadi di Amerika pasti akan mempengaruhi perekonomian global. Artinya, Indonesia juga bisa terkena dampak dari hal-hal yang terjadi dalam perekonomian global.

Krisis yang terjadi di Amerika Serikat tentu saja berdampak pada keadaan masyarakat Amerika yang masih khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi negaranya. Bahkan, masyarakat pun merasa kecewa dengan kepemimpinan Barack Obama, sosok pemimpin dari Partai Demokrat. Kekecewaan ini terlihat pada hasil Pemilu sela yang diadakan pada 2010. Partai Demokrat kalah dari saingan utamanya, yaitu Partai Republik. Hal ini membuktikan bahwa pertumbuhan perekonomian suatu negara bukan hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tapi juga pada keadaan politik.

Amerika Serikat dan RRC

Baru-baru ini, masyarakat dunia mulai melihat ke arah Republik Rakyat China sebagai negara dengan perekonomian yang kuat. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Jika kita melihat perkembangan perekonomian dunia, Republik Rakyat China kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar negara-negara di dunia. Bukan tidak mungkin Republik Rakyat China akan menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan perekonomian yang kuat.

Dalam hal ekspor impor, total nilai perdagangan China telah mengalahkan Amerika Serikat. Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, Amerika Serikat memiliki total nilai perdagangan sebesar 3,82 triliun dollar. Sementara, China memiliki total nilai perdagangan sebesar 3,87 triliun dollar. Dari angka ekspor dan impor, China telah melampaui Amerika Serikat yang terkenal sebagai negara adidaya dan pemilik ekspor dan impor terbesar.

Pada 2009, Republik Rakyat China tercatat memiliki nilai ekspor terbesar di dunia. Apalagi, kini Amerika mengalami krisis moneter yang terus memuncak. Bukan tak mungkin pada 2016, China akan menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara dagang terbesar di dunia. Hal ini bergantung dari keadaan Amerika Serikat dan usaha pemerintah Amerika Serikat untuk membangun lagi perekonomian yang saat ini sedang terpuruk.

Republik Rakyat China mampu bersaing dengan Amerika Serikat karena memiliki sebuah kekuatan yang ditunjang oleh sistem politik, ketersediaan sumber daya alam, sumber daya manusia, serta teknologi yang maju. Sektor teknologi ini memberikan pengaruh besar bagi kemajuan perekonomian di China. Selain itu, jumlah penduduk yang banyak tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan Amerika Serikat juga menjadi nilai tersendiri bagi kesejahteraan masyarakat China.

Selain dalam hal perekonomian, China dan Amerika Serikat juga merupakan dua negara besar yang memiliki jumlah penduduk terbanyak. Selain itu, dalam hal luas wilayah Amerika dan China juga sama-sama terdaftar dalam urutan negara yang terluas di dunia.

Dua kekuatan besar ini bukan hanya terkenal karena besar negaranya saja, tapi juga kekuatan ekonomi yang dimilikinya. Dalam hal sistem ekonomi, Republik Rakyat China dan Amerika Serikat pun memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Amerika Serikat menganut sistem ekonomi liberal, sedangkan China yang dipimpin oleh partai komunis menekankan sistem ekonomi campuran yang mampu membawa China berkembang pesat hingga saat ini.

Nah, itulah penjelasan mengenai perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Semoga informasi yang disampaikan bermanfaat bagi Anda.