Perang Rusia vs Jepang merupakan perang yang terjadi pada awal abad ke-20, tepatnya pada tanggal 10 Februari 1904 dan berlangsung hingga 5 September 1905. Konflik perang yang sangat tragis dan dipenuhi dengan pembunuhan tersebut berawal dari adanya konflik sertra persaingan antara imperialis Rusia dengan Jepang. Persaingan tersebut timbul untuk memperebutkan wilayah port Arthur dan Jazirah Liaodong. Masih lagi diperebutkan pula wilayah jalur rel yang membentang dari pelabuhan ke arah Harbin.
 
Pada akhir abad ke-19, berbagai negara melakukan perebutan wilayah kekuasaan untuk perdagangan terutama dilakukan oleh negara barat yang berekspansi ke wilayah Asia. Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang cukup kuat dan memiliki kekuasaan serta kekayaan yang besar.
Jepang memberikan perhatian besar kepada daerah di Korea dan Tiongkok. Sementara Korea dan Tiongkok waktu itu juga menjadi daerah incaran kekuasaan Rusia.  Kebetulan Rusia berdampingan dengan negara tiongkok, sehingga ekspansi negara Jepang ke wilayah tersebut menjadikan Rusia merasa daerah kekuasaannya direbut dan selanjutnya timbullah peperangan. Usaha Jepang untuk menduduki Korea juga menimbulkan kemarahan bagi Rusia dan menyulutkan peperangan yang semakin meruncing antara Rusia dengan Jepang.
 
Port Arthur merupakan sebuah pangkalan angkatan laut besar yang dikuasai Rusia. Sementara Jepang juga memerlukan sebuah pangkalan laut yang besar una melakukan peperangan di Asia untuk memperluas daerah jajahannya. Oleh karena itu, pasukan militer laut tentara Jepang berusaha menetralkan armada Rusia di Pangkalan Port Arthur.
Serangan mendadak dilakukan oleh tentara laut Jepang terhadap Rusia. Peluru kendali dan meriam besar ditembakkan untuk mengusir pasukan Rusia supaya menyingkir dari Pangkalan laut tersebut. Namun kekuatan Jepang yang menyerang dengan menggunakan Rusia ternyata tidak berhasil mengusir pasukan Rusia dan tentara Rusia tetap merusaha tinggal di daerah pangkalan tadi.
 
Selanjutnya Jepang berusaha menduduki wilayah Seoul dan beberapa tempat di Korea. Tentara Jepang yang berada dibawah pimpinan Kuroki Tei menyerang pasukan Rusia di wilayah manchuria dengan menyeberangi sungai Yalu. 
 
Pasukan Rusia membuat pertahanan-pertahanan terhadap serangan Jepang dengan menggunakan tindakan strategi penghalangan. Di wilayah Manchuria tersebut pecahlah sebuah pertemburan berdarah yang sangat besar. Pasukan Jepang secara membabi buta menyerang pasukan Rusia dan berhasil mendesak pasukan Rusia hingga mundur sampai di daerah perbatasan dan akhirnya memukul balik pasukan Rusia menuju Port Arthur. 
 
Namun ternyata strategi Rusia yang bersikap pasif dan seolah tidak meluncurkan serangan balasan justru membuat kekalahan besar bagi Jepang. Pada akhir pertempuran, pasukan Jepang kalah namun Jepang tetap tidak mau mengaku kalah dan Perang Rusia vs Jepang ini terus berlangsung hingga tahun 1905.