Pada tahun 1980-an, perang negara amerika melawan Uni Soviet sempat menjadi perang yang nyaris tak pernah padam. Negara Uni Soviet saat ini beralih nama menjadi Rusia merupakan negara adi kuasa kedua setelah Amerika. Saat ini, kembali terjadi perang Rusia vs Amerika dengan adanya picuan konflik Suriah.

Pemerintah Rusia sempat menyampaikan larangan kepada pihak Amerika Serikat untuk tidak melakukan penyerangan terhadap daerah penyimpanyan senjata milik Suriah. Akan tetapi larangan tersebut tidak diperhatikan oleh Amerika dan menjadi tantangan bagi Rusia untuk menyerang negara penguasa PBB tersebut.
Dengan adanya serangan yang bertubi dari negara Amerika Serikat yang seolah merendahkan pesan larangan dari menteri Luar Negeri Rusia tersebut memicu konflik besar dan pernyataan perang Amerika terhadap negara komunal tersebut.

Permusuhan yang nyaris tidak pernah padam antara Uni soviet dengan Amerika Serikat kembali tersulut oleh adanya konflik di suriah ini. Selain masalah penyerangan gudang senjata kimia di Suriha, kebencian Rusia terhadap amerika semakin memuncak ketika amerika menyatakan propaganda mengenai bahaya komunisme yang dianggap oleh pemerintah Rusia, propaganda tersebut merupakan pernyataan perang Amerika kepada Rusia.

Meskipun perang tersebut masih dalam taraf ancaman dan Amerika maupun Rusia belum secara fisik menerjunkan tentara dan pasukannya menuju kancah pertempuran, namun sudah diperkirakan bahwa armada laut drai pemerintah Rusia akan berhadapan dengan pasukan perang Tentara amerika serikat yang berjumlah lima buah kapal perang.

Saat ini masih diusahakan upaya damai kedua belah pihak, namun apabila proses diplomasi damai tersebut gagal, sudah pasti pasukan tentara Amerika Serikat yang berjumlah 5 kapal perang tersebut akan segera menyerang Suriah.

Kekuatan Laut tentara Rusia juga telah dipersiapkan untuk mempertahankan suriah dan menghadang tentara pasukan Amerika serikat tersebut. Akan tetapi yang menjadi sedikit masalah adalah kapal yang disiapkan oleh pasukan Rusia, merupakan kapal yang sudah berumur tua sehingga dikhawatirkan tidak akan dengan mudah membendung serangan Ameika Serikat dengan peralatan dan tehnologi yang canggih.

Sebenarnya dunia sempat melupakan adanya perang antara Rusia lama yang kala itu masih bernama Uni soviet ketika terjadinya gencatan senjata di pertengahan dekade 1990an akian tetapi ternyata dendam masih membara di dalam diri kedua negara sehingga picuan kecil menjadikan bahan bakar yang kembali menyulut api permusuhan antara kedua negara tersebut.

Hanya saja kini Rusia sudah tidak lagi sekuat dulu ketika masih menjadi Uni soviet. Kekuatan ekonomi negra Rusia pun sedang berada di ujung kehancuran. Selama ini pemerintah Rusia secara tidak terang-terangan sebenarnya masih menyulutkan api permusuhan kepada negara amerika Serikat dengan membantu dari balik layar negara sekutu yang bermusuhan dengan Amerika serikat seperti negara Irak.

Jika perang Rusia vs Amerika ini benar-benar terjadi, maka diduga akan ada perang dunia ke-III yang melibatkan banyak sekali negara sekutu baik Rusia maupun Amerika. Secara otomatis negara sekutu Amerika seperti Eropa, Iran, Lebanon dan bahkan beberapa negara Asia pun akan ikut terlibat dalam perang tersebut.