Pernahkah Anda melihat seseorang yang menderita gangguan pernapasan? Atau mungkin Anda pernah merasakannya sendiri? Di tempat tinggal penulis, yaitu di daerah Cipanas-Puncak, Jawa Barat, banyak sekali ditemukan kasus-kasus anak yang menderita KP (Koch Pulmonum), asma, dan bronkitis pada anak-anak. Iklim yang dingin dan perubahan cuaca yang kadang-kadang tidak menentu mungkin menjadi salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit saluran pernapasan tersebut.

Penyakit saluran pernapasan dapat menyerang segala kalangan, baik itu anak kecil, dewasa, bahkan orang tua sekalipun. Penyakit ini dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, sesuai dengan cuaca atau kebersihan suatu tempat.

Sesungguhnya, banyak sekali macam dan jenis penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya akan diuraikan berikut ini.

Asma

Penyakit asma merupakan salah satu jenis penyakit yang bersifat genetis atau bawaan seseorang dari sejak lahir. Pada penyakit asma, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen secara optimal. Seseorang yang menderita penyakit asma akan kambuh apabila ada suatu pemicu seperti udara kotor, udara dingin, alergi, dan stres.

Adapun beberapa gejala yang dapat dikenali pada penderita asma adalah sebagai berikut:

1.    Mengalami sesak napas sehingga bernapas dengan tersenggal-senggal.
2.    Sering batuk-batuk terutama pada saat udara dingin.
3.    Mengi atau bernapas dengan mengeluarkan bunyi, seperti ngiiik ... ngiiik.
4.    Dada terasa sesak dan berat.
5.    Badan terlihat letih dan lesu serta kurang bersemangat.
6.    Mengalami kesulitan untuk tidur dengan nyenyak.
7.    Mudah terkena alergi seperti udara dingin, debu, atau jenis makanan tertentu.
8.    Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul, maka seseorang yang menderita asma akan kesulitan untuk melakukan pernapasan dikarenakan adanya kontraksi pada otot-otot bronkul yang mengakibatkan penyempitan pada saluran pernapasan.

Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.
Berikut ini beberapa gejala yang dapat dikenali pada seseorang yang menderita penyakit sinusitis.

1.  Hidung tersumbat dan terasa geli atau gatal.
2.  Tercium bau tidak sedap pada hidung ketika bernapas.
3.  Sering bersin.
4.  Hidung mengeluarkan ingus kental yang berwarna putih atau kekuning-kuningan.
5.  Kepala terasa sakit seperti ada yang menekan.

Penyakit sinusistis dapat dicegah dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan kebiasan merokok, dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan.

Renitis

Renitis merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer). Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.

Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan pada selaput lendir, trakea, dan saluran bronkia. Bronkitis dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit bronkitis dapat dikenali melalui gejala-gejala berikut ini.

1.  Batuk berdahak.
2.  Sering sesak napas.
3.  Flu yang berkepanjangan.
4.  Mengi.
5.  Tubuh mudah lelah.
6.  Pembengkakan pada pergelangan kaki.
7.  Timbul warna kemerahan pada wajah, telapak tangan, dan selaput lendir.
8.  Kepala terasa sakit.
9.  Penglihatan tampak kabur.

Tonsilitis

Tonsilitis merupakan peradangan pada amandel sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri.
Adapun gejala-gelaja tonsilitis adalah sebagai berikut.

1.    Tenggorokan terasa sakit.
2.    Terasa sakit saat menelan.
3.    Tubuh mengalami demam tinggi.
4.    Sering mengalami muntah
5.    Mengalami kesulitan saat bernapas
6.    Tidur mendengkur
7.    Nafsu makan menurun
8.    Timbul bau tidak sedap pada mulut
9.    Timbul nyeri di sekitar otot

Tubercolusis (TBC)

TBC merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosa. Bakteri Mycobacterium tuberculosa merupakan bakteri yang bersifat tahan terhadap asam dan berbentuk batang sehingga bakteri ini disebut juga dengan bakteri Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri-bakteri tersebut akan berkembang biak di dalam paru-paru sehingga dapat menyebabkan peradangan pada dinding alveolus yang berakibat pada terganggunya sistem difusi oksigen (O2).

TBC dapat menular melalui udara ketika si penderita batuk atau bersin. Selain itu, penyakit TBC juga dapat menular melalui persentuhan air liur seperti dari gelas, sendok, atau peralatan makan yang dipakai bersama dengan si penderita. TBC merupakan penyakit pernapasan yang sangat berbahaya dan menjadi penyebab kematian pada penderita. Bahkan, Indonesia dikenal sebagai negara ketiga terbesar di dunia yang penduduknya mengidap penyakit TBC.

Gejala-gejala penyakit TBC yang dapat dikenali secara umum antara lain sebagai berikut:

1.  Sering batuk yang disertai dahak berdarah dan dada terasa sakit ketika batuk.
2.  Berat badan menurun secara drastis.
3.  Cepat merasa lelah ketika melakukan aktivitas fisik.
4.  Demam tinggi.
5.  Berkeringat pada malam hari.
6.  Tubuh merasa kedinginan.
7.  Nafsu makan menurun bahkan mungkin juga hilang.
8.  Dada terasa nyeri.

Bahaya lain dari penyakit TBC adalah bakteri yang sudah tumbuh kembang di dalam paru-paru dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti ginjal, tulang belakang, bahkan otak.

Emfisema

Emfisema merupakan penyakit saluran pernapasan yang menyerang paru-paru berupa robeknya alveolus sehingga mengganggu sirkulasi pertukaran gas di dalam paru-paru. Gejala utama emfisema adalah adanya penyempitan atau obstruksi pada saluran pernapasan karena alveolus menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas. Sementara itu, gejala-gejala lainnya antara lain:

1.    Sering batuk menyerupai bronkitis kronis.
2.    Napas tersenggal-senggal dan mengeluarkan bunyi ngiiik ... ngiiik.
3.    Dada terasa sakit dan berbentuk seperti tong.
4.    Otot leher terlihat lebih menonjol sehingga penderita tampak membungkuk.
5.    Bibir berwarna kebiruan.
6.    Berat badan menurun secara drastis.
7.    Nafsu makan menghilang.

Difteri

Difteri merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Bakteri tersebut menyerang selaput lendir bagian laring dan bronkus sehingga mengalami penyumbatan.
Beberapa gejala penyakit difteria antara lain sebagai berikut:

1.    Tenggorokan terasa sakit.
2.    Mengalami demam tinggi.
3.    Flu yang disertai batuk ringan.
4.    Mengalami mual, kadang-kadang disertai muntah.
5.    Otot leher terasa kaku.
6.    Tenggorokan dipenuhi lendir yang berwarna abu-abu.

Apabila tidak segera ditangani dengan baik, difteri dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, jantung, dan sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kematian pada penderita.

Asfiksi

Asfiksi merupakan penyakit pernapasan berupa terganggunya pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Penyakit ini disebabkan karena terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh. Asfiksi bisa terjadi pada penderita yang tenggelam maupun pneumonia.

Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan alveolus terisi banyak cairan lendir karena infeksi dinding alveolus oleh bakteri.

Beberapa gejala yang menunjukkan bahwa seseorang menderita pneumonia, antara lain:

1.  Batuk yang disertai dahak atau lendir yang kental berwarna kehijauan atau bercampur darah.
2.  Mengalami demam tinggi.
3.  Nafas terlihat cepat dan tersenggal-senggal.
4.  Dada terasa nyeri.
5.  Denyut jantung tinggi.
6.  Tubuh mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik.
7.  Sering mengalami mual yang disertai muntah.
8.  Diare.