Berbicara tentang buku besar maka erat kaitannya dengan bidang akuntansi. Pada dasarnya, buku besar terbagi menjadi dua, yakni buku besar utama dan buku besar pembantu. Lantas, apa pentingnya buku besar itu?

Penggunaan Buku Besar

Seperti yang kita ketahui, setiap organisasi maupun perusahaan pastinya perlu menyusun laporan keuangan demi kelangsungan usahanya. Ada yang sudah memanfaatkan kecanggihan komputer, namun tak sedikit juga masih menggunakan cara manual. 
 
Nah bagi perusahaan yang masih mencatat secara manual perihal laporan keuangan pastinya membutuhkan buku besar sebagai media pencatatannya. Tujuannya tidak lain agar transaksi yang sudah dilakukan bisa diakumulasikan secara rinci atau detail.
 
Seperti yang disebutkan sebelumnya, dilihat dari jenisnya buku besar terbagi menjadi dua, di antaranya adalah buku besar umum dan buku besar pembantu. Lantas, apa perbedaan kedua buku besar tersebut?
 
Buku besar umum atau utama merupakan kumpulan akun-akun sejenis yang sudah teercaat dalam jurnal umum maupun khusus. Buku besar umum pada dasarnya digunakan untuk mencatat berbagai perubahan pada modal (ekuitas), kewajiban (liabilitas), harta, beban, dan pendapatan dalam satu periode.
 
Buku besar umum memiliki beberapa tujuan. Pertama, untuk mencatat semua transaksi akuntansi secara rinci, akurat, dan dipastikan kebenarannya. Kedua, memposting transaksi-transaksi yang sudah dilakukan ke akun yang tepat.
 
Ketiga, menjaga keseimbangan antara kredit dengan debeet pada akun. Keempat mengakomodari entry jurnal penyesuaian yang dipeerlukan. Kelima, menghasilkan laaoiran keuangan yang tepat wwaktu dan dapat dipercaya setiap periode akuntansi.
 
Lantas, apa fungsi dari sistem buku besar umum? Fungsi sistem buku besar umum pada dasarnya adalah untuk mengumpulkan data transaksi. Selain itu untuk mengkodekan dan mengklasifikasikan data transaksi dan akun. 
 
Selanjutnya untuk meelakukan validasi ke setiap transaksi yang sudah tercatat. Kemudian untuk mencatatkan penyesuaian atau perubahan yang terjadi pada akun. Hal yang paling utama tentu saja sebagai bahan untuk membuat laporan keuangan.
 
Lantas, apa itu buku besar pembantu? Buku besar pembantu merupakan buku besar yang digunakan unttuk merinci dari akun tertentu yang terdapat dalam buku besar umum. Secara umum, buku besar pembantu terbagi lagi menjadi 3, di antaranya adalah buku besar pembantu persediaan, buku besar besar pembantu piutang dagang, dan buku besar pembantu utang dagang.
 
Buku besar pembantu persediaan merupakan buku besar yang digunakan untuk merinci persediaan perusahaan berdasarkan jenis dan nama. Kemudian buku besar pembantu piutang dagang adalah buku besar yang digunakan untuk merinci hutang piuang berdasarkan nama perusahaan atau kreditur. Terakhir, buku besar pembantu piutang dagang merupakan buku besar untuk merinci piutang berdasarkan nama perusahaan atau debitur.
 
Dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa buku besar utama berfungsi untuk mengendalikan buku besar. Jadi, jumlah saldo dari akun yang tercatat dalam buku besar pembantu harus sama persis dengan saldo akun di dalam buku besar umum. Oleh karena itulah, buku besar umum lebih dikenal sebagai akun pengendali atau akun induk. 
 
Sementara itu, fungsi buku besar pembantu ialah untuk merinci suatu akun yang terdapat dalam buku besar umum. Sumber pencatatan buku besar umum diambil dari jurnal khusus dan jurnal umum. Kemudian untuk buku besar pembantu, sumber pencatatan diambil dari buku transaksi.
 
Demikianlah ulasan mengenai pentingnya buku besar dalam pembuatan laporan keuangan. Mulai dari pengertian, perbedaan sampai dengan fungsi buku besar umum dan buku besar pembantu. Semoga ulasan di atas memudahkan Anda membuat laporan keuangan secara manual.