Secara sederhana, semantik adalah salah satu jenis ilmu bahasa. Ada lima jenis ilmu bahasa termasuk semantik. Ilmu-ilmu bahasa itu dibagi menjadi:

  1. Fonetik, yakni ilmu bahasa yang mempelajari bunyi terlepas dari pembeda arti. Ilmu bahasa ini jarang menjadi kajian khusus .
  2. Fonologi, adalah ilmu bahasa yang mempelajari bunyi sebagai pembeda arti.
  3. Morfologi, adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk kata, atau struktur kata.
  4. Sintaksis, adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk frase, kalimat, dan wacana.
  5. Semantik, adalah ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk arti kata.

Karena bahasa merupakan sistem komunikasi paling penting bagi manusia, pengkajian pun dilakukan dengan berbagai macam pendekatan atau disiplin ilmu. Antara lain pendekatan yang dapat digunakan untuk mengkaji bahasa, yakni pendekatan makna atau semantik.

Makna selalu menyatu pada tuturan kata dan kalimat. Makna juga memiliki jenis-jenis seperti makna leksikal, makna gramatikal, makna denotasi, makna kontoasi, dan lainnya. Ada pula yang disebut relasi makna yaitu makna yang berhubungan dengan semantik, yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa lain.

Pengertian Semantik

Dalam bahasa Inggris, makna disebut meaning. Kata semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu sema (kata benda) yang berarti ‘menandai’ atau ‘lambang’ dan kata semaino yang berarti ‘menandai’ atau ‘melambangkan’. Kemudian, semantik disepakati sebagai istilah yang digunakan dalam bidang linguistik. Akan tetapi istilah semantik juga bersinggungan dengan kata semantique dari bahasa Prancis. Prancis sendiri menyerapnya dari bahasa Yunani dan istilah ‘semantique’ itu diperkenalkan oleh M. Breal.

Dalam bidang linguistik, istilah semantik juga melahirkan istilah lain seperti semiotika, semiologi, semasiologi, sememik, dan semik, yang kesemuanya itu merupakan cabang bidang studi yang mempelajari lambang.

Sejarah Semantik

Semasiologi, sebagai ilmu baru pada 1820-1925 belum disadari sebagai semantik. Berdasarkan pemikiran Resigh tersebut, perkembangan semantik dapat dibagi dalam tiga masa pertumbuhan. Setelah karya de Saussure lahir, pandangan semantik pun mulai berubah. Perubahan itu antara lain:

Pandangan semantik kemudian berbeda dengan pandangan sebelumnya, setelah karya de Saussure ini muncul. Perbedaan pandangan tersebut antara lain:

  1. Ditinggalkannya pandangan historis.
  2. Perhatian keilmuan mulai merujuk pada struktur di dalam kosakata.
  3. Stilistika mulai memengaruhi semantik.
  4. Semantik telah melepaskan diri dari filsafat. Meski demikian filsafat memiliki kontribusi besar dalam membantu perkembangan semantik. Salah satu contohnya semantik filosofis yang merupakan cabang ilmu logika simbolis.
  5. Mulai dipeliharanya hubungan antara bahasa dan pikiran. Ini karena bahasa merupakan kekuatan untuk mengarahkan dan menentukan pikran.
  6. Cabang ilmu semantik sudah terarah pada satu bahasa tertentu. Artinya sudah tidak bersifat umum.

Pengertian Semantik Menurut Para Ahli

Semantik menurut ahli bahasa merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik atau tanda-tanda lingual dengan hal-hal yang ditandainya, yang biasa kita sebut makna. Istilah semantik pun merupakan istilah baru dalam bahasa Inggris. Istilah lain yang pernah digunakan adalah semiotika, semiologi, semaologi, dan semetik. Namun berbicara masalah pengertian semantik, berikut ini pengertian semantik menurut para ahli.

Pandangan yang bermacam-macam dari para ahli membuat mereka memiliki perbedaan dalam mengartikan semantik. Pengertian semantik yang berbeda-beda tersebut justru diharapkan dapat mngembangkan disiplin ilmu linguistik yang amat luas cakupannya.

1. Charles Morrist

Mengemukakan bahwa semantik menelaah “hubungan-hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut”.

2. J.W.M Verhaar; 1981:9

Mengemukakan bahwa semantik berarti teori makna atau teori arti, yakni cabang sistematik bahasa yang menyelidiki makna atau arti.

3. Lehrer; 1974: 1

Semantik adalah studi tentang makna. Bagi Lehrer, semantik merupakan bidang kajian yang sangat luas, karena turut menyinggung aspek-aspek struktur dan fungsi bahasa sehingga dapat dihubungkan dengan psikologi, filsafat dan antropologi.

4. Kambartel (dalam Bauerk, 1979: 195)

Semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia.

5. Ensiklopedia britanika (Encyclopedia Britanica, vol.20, 1996: 313)

Semantik adalah studi tentang hubungan antara suatu pembeda linguistik dengan hubungan proses mental atau simbol dalam aktivitas bicara.

6. Dr. Mansoer pateda

Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna.

7. Abdul Chaer

Semantik adalah ilmu tentang makna atau tentang arti. Yaitu salah satu dari 3 (tiga) tataran analisis bahasa (fonologi, gramatikal dan semantik).

Semantik dalam Studi Linguistik

1. Aristoteles (384 – 322 SM)

Kata adalah satuan terkecil yang mengandung makna. Yaitu (1) makna yang hadir dari kata itu sendiri secara otonom (makna leksikal), dan (2) makna yang hadir akibat proses gramatika (makna gramatikal).

2. Plato (429 – 347 SM)

Bunyi-bunyi bahasa secara implisit mengandung makna tertentu. Memang ada perbedaan pendapat antara Plato dan Aristoteles. Plato mempercayai tentang adanya hubungan berarti antara kata (bunyi-bunyi bahasa) dengan referentnya. Sedangkan Aristoteles, berpendapat bahwa hubungan antara bentuk dan arti kata adalah soal perjanjian antarpemakainya.

3. C. Chr. Reisig (1825)

Konsep baru mengenai gramatika: Gramatika terdiri dari tiga unsur utama, yaitu:

  1. Semasiologi, studi tentang tanda.
  2. Sintaksis, studi tentang susunan kalimat.
  3. Etimologi, studi tentang asal-usul kata,perubahan bentuk kata, dan perubahan makna.

4. Michel Breal (akhir abad XIX)

Dalam karangannya, Essai de Semantique, telah menggunakan istilah semantik. Dan menyebutnya sebagai suatu bidang ilmu yang baru.

5. Ferdinand de Saussure

Dalam bukunya Cours de Linguistique Generale (1916) “Studi lingustik harus difokuskan pada keberadaan bahasa pada waktu tertentu. Pendekatannya harus sinkronis, dan studinya harus deskriptif”. De Saussure juga mengajukan konsep signé (tanda) untuk menunjukkan hubungan antara signifié (yang ditandai) dan signifiant (yang menandai). Signifié adalah makna atau konsep dari signifiant yang berwujud bunyi-bunyi bahasa. Signifié dan signifiant sebagai signé linguistique adalah satu kesatuan yang merujuk pada satu referent. Yaitu sesuatu, berupa benda atau hal yang di luar bahasa.

Manfaat Semantik

Sama dengan disiplin ilmu lainnya, semantik juga memiliki banyak manfaat bagi kegiatan manusia dalam bidang akademik maupun keseharian. Beberapa manfaat itu antara lain:

  1. Bagi seorang mahasiswa Jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia, sangat penting untuk mengetahui dan memahami seluk-beluk bahasa. Di antara sub cabang linguistik, semantic menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kajian demi kajian terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Artinya, semantik bermanfaat bagi perkembangan intelektual mahasiswa juga agar lebih menguasai kebahasaan Indonesia.
  2. Bagi peneliti dan ahli bahasa, pengetahuan semantik akan banyak memberi banyak teori untuk menganalisis suatu bahasa tertentu. Baik dalam kajian pengistilahan dari bahasa asing, memaknai puisi atau karya sastra, atau pengetahuan umum mengenai bahasa Indonesia. Peneliti dan ahli bahasa akan memperoleh manfaat praktis setelah mengenal dan mengaplikasi semantik. Hal ini tentu akan memudahkan sebuah kajian yang mereka geluti dan memberikan hasil kajiannya yang bermanfaat untuk masyarakat.
  3. Bagi masyarakat awan, pemakaian dasar-dasar semantik diperlukan untuk memahami perkembangan bahasa yang kian hari dihinggapi bahasa-bahasa urban mulai dari bahasa preman, bahasa salon, sampai bahasa alay.

Ilmu tentang makna ini cenderung dianggap sepela, untuk apa toh kita tahu makna yang terkandung dalam setiap kata yang diucapkan. Begitu kira-kira. Tapi, pernahkah Anda memikirkan bahwa makna pada satu kata tersebut terbentuk karena adanya proses? Tahukah Anda bahwa imbuhan ternyata bisa membedakan makna? Dan tahukah Anda, bahwa tidak selamanya kalimat yang Anda dengar artinya adalah persis seperti yang ditafsirkan? Dan semantik membantu Anda untuk lebih memahami ilmu makna.