Pengertian pranata sosial dalam praktik kehidupan sehari-hari seringkali menjadi rancu atau bias serta tercampur aduk dengan pengertian dari asosiasi atau kelompok sosial. Terlebih lagi jika istilah-istilah berikut dipergunakan, seperti lembaga kemasyarakatan, lembaga sosial, atau organisasi sosial. Mari kita tegaskan kembali makna dari pranata sosial dan kita bedakan dari asosiasi atau kelompok sosial.

Berikut pengertian pranata sosial menurut para ahli:

1. Menurut Koentjaraningrat

Koentjaraningrat menyatakan bahwa pranata sosial merupakan sistem-sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat untuk berinteraksi menurut pola-pola atau sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
 (1979).

2. Menurut Bruce J. Cohen

Pranata sosial merupakan pola-pola sosial yang tersusun rapi dan relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat (Sosiologi: Suatu Pengantar: terjemahan)

3. Menurut Mac Iver dan Page

Pranata sosial merupakan suatu tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok masyarakat (A Text Book of Sociology).

4. Menurut Joseph S. Rucek dan Roland L. Warren

Pranata sosial diartkan sebagai pola-pola yang mempunyai kedudukan tetap untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dan cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.

5. Menurut Alvin L. Berrtrand

Pranata sosial yaitu kumpulan norma sosial (struktur-struktur sosial) yang telah diciptakan untuk melaksanakan fungsi masyarakat (Sosiologi).

6. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Pranata sosial merupakan suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.

7. Summer

Pranata sosial adalah suatu lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan yang dipandang dari sudut kebudayaan, yaitu merupakan perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang bersifat kekal. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Dari pendapat para ahli itu dapat ditarik kesimpulan bahwa secara sosiologis lembaga sosial merupakan suatu sistem norma yang memeiliki tujuan tertentu yang dianggap penting oleh masyarakat. Hal-hal yang dicakup oleh sistem norma itu sendiri di antaranya adalah:

  • Gagasan
  • Tata cara kegiatan
  • Aturan
  • Ketentuan sanksi

Berbagai norma itu lalu berkembang sehingga terbagi dalam berbagai kelompok yang disesuaikan dengan berbagai keperluan masyarakat. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Kebutuhan masyarakat akan pemenuhan kebutuhan hidup akan menciptakan suatu lembaga pertanian, lembaga industri, atau lembaga perniagaan.
  • Kebutuhan masyarakat pada pendidikan akan menciptakan suatu lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, pesantren, dan sebagainya.
  • Kebutuhan masyarakat akan kesehatan fisik atau jasmani akan memunculkan kegiatan olahraga atau pemeliharaan kesehatan jasmani.

Bentuk nyata dari lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan adalah asosiasi atau association, misalnya adalah:

  • Sekolah dan pesantren merupakan lembaga sosial, sementara SMP Negeri 1 dan Pondok Pesantren Suryalaya merupakan lembaga kemasyarakatan.
  • Pemeliharaan kesehatan adalah lembaga sosial, sementara Rumah Sakit Pusat Pertamina merupakan asosiasi.

Pada setiap pembahasan tentang pranata sosial ada tiga kunci pokok, yaitu: nilai dan norma sosial, prosedur umum atau pola perilaku yang baku, serta sistem hubungan. Pada dasarnya, pranata sosial bukanlah sesuatu yang nyata (kongkret), artinya segala sesuatu yang menyangkut pranata sosial itu bisa di amati secara kasat mata, banyak hal dalam pranata sosial yang tidak berwujud fisik.

Pranata sosial sendiri sifatnya lebih ke konseptual, maksudnya adalah eksistensinya hanya dapat dipahami melalui pemahaman secara imajinasi dan nalar sebagai suatu konsep yang ada dalam pikiran. Unsur pranata yang dapat dilihat secara kasat mata di antaranya adalah: berbagai perilaku dari suatu kelompok atau individu pada saat melakukan hubungan sosial atau berinteraksi dengan sesamanya.

Ada hal penting yang perlu penegasan, yaitu seseorang atau sekelompok orang bisa saja datang dan pergi pada suatu lembaga, tetapi lembaga itu akan tetap eksis tanpa gangguan dari proses keluar masuknya individu atau kelompok itu. Keluar masuknya individu atau kelompok itu hanya memiliki fungsi untuk saling menggantikan.

Istilah pranata sosial diambil dari Bahasa Inggris yaitu Social Institution (lembaga sosial). Istilah lain yang digunakan untuk pranata sosial misalnya bangunan sosial atau lembaga sosial, tetapi walaupun banyak istilah yang digunakan, social institute mengacu pada berbagai unsur yang mengatur perilaku anggota masyarakat. Selain dari Bahasa Inggris, pranata juga diambil dari Bahasa Latin yaitu instituere artinya mendirikan, sementara kata bendanya adalah institution atau pendirian. Institution dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai institusi atau pranata dan institut atau lembaga. Institusi merupakan sistem dari norma atau aturan yang berlaku sedangkan institut merpakan wujud real dari berbagai norma yang ada.

Pranata merupakan seperangkat aturan seputar aktivitas atau keperluan tertentu. Pranata merupakan kebutuhan sosial, pranata juga merupakan seperangkat aturan yang bersifat abstrak. Seringkali istilah pranata menjadi tidak jelas pengertiannya, seperti halnya dengan pengertian institution dan institute yang memiliki arti yang tidak sama. Oleh karena itu setiap kali membahas tentang pranata sosial, maka tidak bisa melepaskan diri dari tiga kunci, yaitu:

  • Nilai dan norma.
  • Pola perilaku yang telah baku atau disebut juga sebagai prosedur yang umum.
  • Sistem hubungan, maksudnya adalah jaringan peran dan status yang menjadi wadah untuk melaksanakan tingkah laku yang sesuai dengan prosedur umum yang berlaku.

Di samping untuk mengatur supaya manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memadai, pranata sosial juga berperan dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat agar bisa berjalan lancar dan tertib sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Contohnya adalah bagaimana pranata pendidikan mengatur suatu sekolah agar anak-anak didiknya bisa berhasil lulus ujian dengan nilai dan kemampuan yang memuaskan. Pranata sosial memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia, jika pranata sosial tidak ada, maka kehidupan manusia akan berantakan, karena jumlah sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan akan semakin tidak memadai, sementara jumlah warga masyarakat yang membutuhkan sarana dan prasarana itu semakin banyak dari waktu ke waktu.

Pranata sosial pada umumnya memiliki berbagai tujuan seperti berikut ini:

  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan sosial serta kekerabatan (domestic institutions atau kinship)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan manusia dalam aktivitas mata pencaharian, aktivitas produksi, penimbunan dan pendistribusian harta benda (economic institutions)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat (educational institutions)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan ilmiah bagi masyarakat (scientific institutions)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan manusia dalam aspek keindahan, dan rekeasi (aesthetic and recreational institutions)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan manusia dalam membina hubungan dengan Tuhan (religious institution)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan manusia dalam aktivitas beroganisasi, berkelompok, dan bernegara (political institutions)
  • Sebagai sarana untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan dan kebugaran fisik atau jasmani masyarakat (somatic institutions)

Itulah pengertian dari pranata sosial yang kadang kita sulit untuk mengungkapkan, padahal kita sendiri sedang melakukannya. Mudah-mudahan dengan adanya penjelasan ini, kita akan menjadi lebih paham akan kebutuhan kita dan bagaimana cara yang akan kita lakukan dalam pemenuhan kebutuhan itu.