Jagad raya atau disebut juga ruang angkasa adalah suatu ruang yang tidak terbatas. Ruang yang tidak terbatas tersebut terletak di antara benda-benda langit. Benda-benda langit yang dimaksud, yaitu planet-planet, satelit-satelit, dan galaksi-galaksi. Kumpulan benda-benda langit tersebut tidak terbatas luasnya dan sampai sekarang belum diketahui secara pasti luasnya oleh manusia. Oleh sebab itu, dari luas jagat raja yang tidak seorang pun tahu sebabnya manusia mencoba menyelidiki dan meneliti Jagad raya atau ruang angkasa tersebut. Dari penelitian tersebut, muncullah beberapa pandangan atau pendapat menurut para ahli.

Pandangan Seputar Jagat Raya dari Para Ahli

Berikut ini pendapat-pendapat mengenai Jagat raya atau ruang angkasa.

1. Zaman Yunani Kuno

Pada zaman Yunani Kuno, orang-orang Yunani Kuno beranggapan bahwa bumi diatur oleh dewa-dewa mereka. Dewa-dewa tersebut dipimpin oleh satu pemimpin yang mereka sebut dengan Dewa Zeus. Dewa Zeus adalah Dewa Guntur. Selain Dewa Guntur, ada dewa-dewa lain, yakni Dewa Matahari yang oleh orang-orang Yunani Kuno disebut dengan Helios atau dalam bahasa Romawi disebut Apollo. Setiap pagi, dewa tersebut yang mengendarai kereta perang dan muncul dari timur berjalan ke arah barat. Jalan tersebut searah dengan jalannya semu matahari, dari timur ke barat.

2. Pythagoras

Pythagoras adalah seorang ilmuwan yang hidup pada 2500 Sebelum Masehi. Ilmuwan tersebut sudah berkontribusi sangat banyak bagi kemajuan ilmu pengetahuan, termasuk menemukan rumus Pythagoras dan digunakan oleh manusia hingga sekarang ini. Pythagoras berpendapat bahwa bumi itu seperti bola dan bola tersebut tanpa pangkal dan ujung dan bergerak melayang-layang.

3. Aristoteles

Aristoteles adalah seorang filsuf yang hidup pada 200 tahun setelah Pythagoras. Aristoteles berpendapat jika matahari, planet-planet, dan bintang-bintang yang ada di Jagad raya ini beredar mengelilingi bumi. Menurut Aristoteles, di jagad raya ini tidak hanya terdiri atas satu lapis langit, tapi masih terdapat 8 langit lain di atas bumi. Langit tersebut terdiri dari kristal atau kaca yang tembus cahaya.

Langit yang terdekat dengan bumi adalah langit bulan yang beredar pada bumi dan terikat pada bumi mesti secara tidak langusng. Di atasnya lagi, terdapat langit merkurius dan langit venus. Setelah langit Merkurius dan langit Venus, terdapat langit-langit lain, seperti langit-langit dari matahari, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Yang terakhir, langit ke delapan yang berupa bintang-bintang yang terikat pada langit kedelapan tersebut.

Pendapat Aristoteles tersebut mendapat kecaman dari negaranya. Hal ini dikarenakan dia tidak percaya tentang dongengan pendeta-pendeta tentang Dewa Matahari Helios dan juga dewa-dewa lain yang tinggal di Gunung Olympus. Oleh karena itu, karena pendapat dan kepercayaannya tidak ada dewa-dewa di gunung tersebut, Aristoteles dijuluki atheis yang kemudian diusir dari negaranya. Aristoteles pun meninggal di negara asing.

4. Philolaus Philolaus

Philolaus Philolaus adalah seorang ahli yang hidup pada akhir abad ke-5 SM. Philolaus Philolaus berpendapat bahwa pusat peredaran benda-benda antariksa yang ada di jagad raya ini ditempati oleh Pusat Api Raksasa (a Huge Centra Fire). Di sekeliing pusat api tersebut bergeraklah bumi. Pergerakan bumi setiap hari menggunakan yang sama dan lintasan  tersebut berbentuk lingkaran.

Menurut Philolaus Philolaus, benda-benda angkasa, seperti matahari, bulan, dan bintang bergerak mengedari Pusat Api ini. Philolaus menyebutkan bahwa terdapat Bumi Imbangan (Counter Earth) yang seolah-olah mengimbangi kedudukan bumi Ptolemaeus. Nama lengkapnya adalah Claudius Ptolemaeus. Teorinya dikenal dengan Sistem Geosentris (geo = tanah atau bumi, centra = tengah atau pusat).

5. Nicolaus Copernicus

Nicolaus Copernicus adalah seorang berkebangsaan Jerman yang hidup antara tahun 1473-1543. Nicolaus Copernicus lahir di Kota Torun (Polandia). Dia adalah anak dari seorang uskup agama Katolik. Nicolaus Copernicus dikirim ke Italia untuk belajar teologi, farmasi, teknologi kedokteran, dan ilmu mesin. Teori Nicolaus Copernicus dikenal dengan nama Sistem Copernicus atau Sistem Heliosentris.

Nicolaus Copernicus mengatakan bahwa pusat peredaran benda-benda antariksa dalam tata surya kita adalah matahari (helios = matahari). Nicolaus Copernicus berpendapat bahwa mataharilah yang menjadi pusat peredaran dan bumi beredar di sekelilingnya satu kali dalam satu tahun. Putaran bumi satu kali dalam satu hari menyebabkan adanya siang dan malam. Menurutnya pula, matahari sebagai pusat peredaran, sedangkan benda-benda antariksa yang mengelilinginya adalah Mercurius, Venus, Bumi, Bulan, Mars, Yupiter, Saturnus, dan bintang.

Teori Nicolaus Copernicus tersebut disebarluaskan oleh Giordano Bruno (ahli filsafat). Bruno mengejek pada ahli dan teori astronomi pada waktu itu. Dia pun dianggap sombong. Pada akhirnya, Bruno melarikan diri ke Venezia dan ditangkap pada 1593. Pada 1600, dia dihukum mati gantung, tapi oleh para ahli ilmu pengetahuan dianggap sebagai pahlawan pertama dalam dunia ilmu pengetahuandan hingga sekarang jasanya masing dikenang.

6. Tycho Brahe

Tycho Brahe (1546-1601) pada awalnya, tidak mempercayai teori Copernicus karena pada saat itu belum ada alat astronomi yang sangat teliti.

7. Johan Kepler (1571-1630)

Johan Kepler menulis buku yang berjudul “De Harmonic Mundi”. Dia pun terkenal dengan hukumnya yang disebut Hukum Kepler I, II, dan III. Menurut Kepler, peredaran planet-planet tidak berjalan sendiri, tapi terikat pada syarat tertentu.
Hukum Kepler I berbunyi, “Planet-planet beredar mengelilingi matahari menurut lintasan berbentuk ellips dengan matahari di salah satu titik apinya.” Berdasarkan penyelidikan Kepler, diketahui bahwa lintasan planet-planet hanya sedikit yang menyimpang dari bentuk atau ingkaran sejati. Dengan kata lain, dapat disebunyikan bahwa harga eksentrisitas ellipsnya kecil.

Hukum Kepler II (Hukum Petak) berbunyi, “Planet-planet di lintasannya mengelilingi matahari sedemikian rupa hingga dalam waktu yang sama, garis hubung antara matahari dan planet melukiskan bidang-bidang atau petak-petak yang sama luasnya.” Hukum Kepler III (Hukum Harmoni) berbunyi, “Pangkat dua waktu beredar sebuah planet mengelilingi matahari berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya ke matahari.”

8. Galileo Galilei

Galileo adalah seorang ilmuwan yang hidup antara tahun 1564-1642. Galileo terkenal dengan percobaan pada Menara Pisa. Percobaan tersebut tertulis dalam bukunya yang berjudul Siderial Messenger. Pada zaman Galileo Galilei hidup, telah ditemukan teleskop. Dengan teleskop tersebut itu pula, Galileo menemukan bahwa planet Yupiter bukan hanya sebuah titik cahaya kecil, melainkan berupa bola besar dengan empat buah satelit yang mengiringinya.

Galileo menemukan sebuah jalur hitam di permukaan bulan dan diduga sebagai laut atau samudera. Galileo pulalah yang mendukung teori Copernicus, yaitu matahari sebagai pusat peredaran serta menentang teori Aristoteles dan Ptolomeus yang mengatakan jika bumi diam dan berkedudukan sebagai pusat alam raya). Meski demikian, pada akhirnya, Galileo Galilei disingkirkan dari gereja. Buku-bukunya dilarang beredar. Dia dihukum dalam penjara oleh pengadilan gereja sampai wafat.

9. Isaac Newton

Isaac Newton hidup antara tahun 1642-1727. Dia seorang ilmuwan Inggris yang pandai. Banyak penelitian yang telah dilakukan dan mendapatkan banyak penemuan-penemuan baru. Newton pernah meneliti benda yang bergerak, termasuk benda jatuh. Newton berpendapat jika sebuah benda jatuh ke tanah disebabkan karena adanya gaya tarik atau disebut dengan gravitasi yang terjadi antara dua buah benda.

Gaya tersebut pula yang menyebabkan planet tetap berada dalam lintasannya mengelilingi matahari. Newton membuat hukum gravitasi yang ditulis dalam buku Philosophie Naturalis Principa Matematika. Hukum gravitasi tersebut pertama kali dikemukakan Isaac Newton pada 1687. Newton mengatakan jika “dua buah benda atau materi memiliki gaya tarik-menarik yang kekuatannya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak benda tersebut”.

10. Galaksi atau Galaktika (Galaxy)

Pengertian terakhir, yaitu pengertian yang dikemukakan oleh Astronom William Herschel. William Herschel mengamati bintang-bintang dan menemukan suatu bentuk galaksi. Kemudian pada 1780, dia menjadi orang pertama yang menyatakan bahwa beberapa objek yang tampak di langit pada malam hari ada kemungkinan adalah galaksi lain. Galaksi lain tersebut letaknya sangat jauh.

Nah, itulah penjelasan mengenai jagat raya dan hal-hal lain yang berhubungan. Semoga penjelasan tersebut bermanfaat bagi Anda.