Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris, “research” yang artinya proses pengumpulan data, mencari lagi, melihat kembali dan meneliti lagi berbagai macam informasi yang bertujuan untuk meningkatkan, memodifikasi atau mengembangkan sebuah penyelidikan atau kelompok penyelidikan. Artinya penelitian ilmiah merupakan serangkaian pengamatan yang saling berkaitan, sambung-menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang bisa menjelaskan dan meramalkan berbagai macam fenomena, baik dunia alam maupun dunia sosial. Contohnya, penelitian mengenai kredibilitas komunikator/marketing dalam sebuah perusahaan untuk memperkenalkan produk baru.

Banyak pengertian pengertian mengenai penelitian yang dikemukakan oleh para ahli. Pengertian-pengertian tersebut memiliki perbedaan masing-masing namun perbedaan  memiliki maksud dan arti yang sama. Munculnya banyak pengertian penelitian yang berbeda karena disebabkan perbedaan pada faktor-faktor yang melatarbelakangi dan perbedaan pengalaman para ahli. Beberapa pengertian penelitian dari beberapa ahli adalah sebagai berikut:

Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer tahun 1996, yang dimaksud dengan penelitian adalah sebuah cara yang sistematik dengan tujuan meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Berdasarkan pengertian Fellin, Tripodi dan Meyer, pada dasarnya riset atau penelitian adalah suatu proses yang akan menghasilkan ilmu pengetahuan, yang dilakukan dengan cara sistematis.

Menurut Clifford Woody, penelitian adalah suatu pencarian yang dilaksanakan dengan teliti untuk memeroleh kenyataan-kenyataan fakta atau hukum-hukum baru. Di dalamnya terdapat usaha dan perencanaan yang sungguh-sungguh yang relatif memakan waktu cukup lama. Dari pengertian Clifford Woody, sebuah penelitian harus menggunakan metode atau cara yang tepat karena berkaitan dengan waktu penelitian tersebut. Jika penelitian tersebut membutuhkan waktu yang relatif lama, berbulan-bulan atau bahkan sampai bertahun-tahun maka yang digunakan adalah metode longitudinal. Sedangkan penelitian yang tidak membutuhkan waktu lama, dengan mengambil waktu dan tempat tertentu, maka metode yang digunakan dengan cara cross-sectional.

Menurut Yoseph dan Yoseph (1979) penelitian adalah art and science yang digunakan untuk mencari jawaban terhadap suatu permasalahan.  Pada dasarnya penelitian bisa diartikan juga sebagai suatu pengamatan (inkuiri) dengan tujuan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang diteliti, baik penelitian discovery dan inventition.
Yang dimaksud dengan discovery adalah penemuan yang sudah ada, misalnya: penemuan benda-benda purbakala. Sedangkan penemuan inventition adalah penemuan yang baru, yang belum ada sebelumnya.

Peneltian menurut Kerlinger (1986) penelitian adalah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris dan mendasar pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Kerlinger menekankan, bahwa pekerjaan penelitian memiliki perbedaan dengan pekerjaan profesional lainnya. Pada kerja penelitian harus dilengkapi karakteristik lain yang mampu mendukung teori yang digunakan dan relevan dilakukan dengan sistematis, intensif serta terdapat control dalam pelaksanaannya.

Sutrisno Hadi memaparkan pengertian penelitian adalah sebuah usaha untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

Arif Furchan menyatakan hakikat penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian, suatu masalah yang bertujuan untuk menemukan jawaban tentang persoalan yang berarti melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah. Dari pengertian Sutrisno Hadi dan Arif Furchan, sebuah penelitian adalah suatu kegiatan yang sistematis dan objektif yang bertujuan untuk mendapatkan jawaban, pengetahuan-pengetahuan yang dapat dipercaya, diuji kebenarannya.

Nana Syaodin Sukmadinata, menjelaskan yang dimaksud dengan penelitian adalah proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan dengan sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Proses dan pengumpulan analisis data yang dimaksud harus menggunakan metode ilmiah, bisa dengan menggunakan metode yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif, eksperimental atau non eksperimental, menggunakan pola interaktif atau non interaktif.

Metode dalam penelitian tersebut sudah melalui proses pengembangan yang dilakukan dengan intensif dengan proses uji coba sehingga sudah memiliki prosedur dan cara yang baku. Metode penelitian umumnya disebut “desain” atau biasa disebut “metodologi penelitian.” Metodologi penelitian berisi mengenai rancangan yang menjadi perumusan dalam penelitian (subjek atau objek yang sedang atau akan diteliti), teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan, prosedur pengumpulan dan pengolahan data dan analisis yang berhubungan, berkaitan dengan penelitian tersebut.

Sedangkan menurut Jhon (1949) yang dimaksud dengan penelitian, yang pertama; adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas bertujuan untuk menemukan hubungan antara fakta-fakta yang ada sehingga menghasilkan dalil dan hukum, dan yang kedua, adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

Dari pengertian penelitian dari para ahli , dapat disimpulkan ciri-ciri sebuah penelitian yang tepat menurut metode dan kaidah keilmuan/kaidah ilmiah, adalah sebagai berikut:

  1. Penelitian bersifat  kritis dan analitis.
  2. Memuat konsep dan teori-teori  yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat.
  3. Menggunakan istilah yang tepat, tidak bertele-tele dengan bahasa yang baik dan benar (bahasa baku).
  4. Berpikir secara rasional dengan berlandaskan logika.
  5. Berpikir secara obyektif dan menghindari berpikir subjektif.
  6. Konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas.
  7. Koherensi (saling berkaitan).

Dari pengertian-pengertian yang sudah dikemukakan oleh para ahli, maka sebuah penelitian harus memiliki persyaratan dan kriteria, sebagai berikut:

1. Memiliki Tujuan yang Jelas

Suatu penelitian dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas, tujuan menjadi alasan mengapa penelitian tersebut harus dilakukan, sehingga hasil yang didapatkan dari penelitian harus menjelaskan mengenai permasalahan yang diteliti. Penelitian harus memiliki tujuan yang lebih luas, dan lebih dalam.

2. Sistematis

Artinya suatu penelitian dilakukan berdasarkan pola tertentu yang tertata dan teratur, mulai dari yang terkecil berurutan sampai yang terbesar, dari yang sederhana sampai yang rumit/komplek. Pola pengerjaan dan pola berpikir yang sistematis dalam penelitian menjadi syarat terpenting agar dapat menghasilkan tujuan yang efektif dan efisien.

3. Adanya Perencanaan

Sebuah penelitian harus memiliki perencanaan (planning) artinya suatu penelitian dilakukan dengan sengaja dan dengan tahapan-tahapan atau cara kerja yang sudah ditentukan sebelumnya dengan serius, artinya penelitian dilakukan dengan teliti, hati-hati dan cermat.

4. Dapat Diuji Kebenarannya

Sebuah penelitian akan terlihat hasilnya apakah valid atau tidak, dari kerja uji hipotesis. Uji penelitian adalah dengan menggunakan metode penelitian yang digunakan.

5. Objektif

Artinya penelitian harus berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari data-data yang ditemukan, bukan atas dasar pendapat atau kesimpulan pribadi (subjektif).

6. Penelitian Berlaku Umum

Artinya sebuah penelitian mencakup ada atau tidaknya penerapannya dalam suatu bidang tertentu, atau dalam berbagai situasi, keadaan. Penelitian semakin berguna, apabila cakupannya berlaku lebih luas dan umum.

7. Mengikuti Prosedur Ilmiah

artinya dalam kegiatan penelitian dari awal sampai akhir dilakukan dengan cara-cara tertentu yang sudah ditentukan dan menggunakan prinsip  untuk memeroleh pengetahuan ilmiah. Misalnya dalam penelitian tersebut menggunakan metodologi yang sudah ditentukan dan dapat diuji kebenarannya.

Intinya penelitian ilmiah memiliki ciri-ciri, yaitu:

  • Yang pertama: penelitian bersifat ilmiah artinya pengerjaan dilakukan dengan menggunakan pembuktian untuk meyakinkan, berupa fakta-fakta dan data-data yang diperoleh dengan cara yang objektif.
  • Yang kedua: penelitian merupakan proses yang berkesinambungan artinya terus-menerus atau dapat dilanjutkan kembali sebab hasil penelitian berpeluang terus untuk dilakukan uji kebenarannya dan bisa disempurnakan lagi.