Pernahkah kalian melihat diskusi di kelas maupun di tempat terbuka? Dalam diskusi membahas suatu tema kemudian ditanggapi oleh peserta diskusi. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari diskusi bersama. Selain berlatih untuk berbicara di depan umum dengan aturan-aturan yang ada di dalam diskusi. Selain itu diskusi juga dapat melatih untuk berpikir kritis dan kreatif menanggapi isi dari diskusi. Dengan diskusi mampu melatih kita berpikir kritis yang berpikir secara logis dan sistematis serta menyampaikan gagasan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar secara lisan.

Dengan berdiskusi kita dapat berlatih menggunakan pengetahuan dan gagasan-gagasan kita untuk menyampaikan persetujuan, sanggahan atau penolakan dari pendapat. Secara tidak langsung, melalui diskusi mengandung nilai untuk saling menghargai pendapat diantara satu dengan yang lain dan orang lain walaupun kadang pendapat orang tersebut berbeda dengan pendapat dan jalan pikiran kita. Namun kita tetap menghargai pendapat tersebut walau kemudian kita menyanggah atau menolak pendapat dengan sopan.

Pengertian diskusi sendiri adalah forum bertukar pendapat atau bertukar pemikiran untuk memecahkan suatu masalah. Ketika berdiskusi, kita harus menjadi peserta diskusi yang baik. Untuk dapat menjadi peserta diskusi yang baik, kita harus berpartisipasi dalam forum diskusi. Simak jalannya diskusi dari awal hingga akhir.

Dalam diskusi sendiri, terdiri atas moderator yang bertugas memimpin jalannya diskusi dari awal sampai akhir. Diibaratkan moderator adalah sopir yang memandu perjalanan untuk bisa sampai tujuan dengan selamat. Selain moderator ada juga penyaji. Tugas penyaji adalah menyajikan masalah yang akan dibahas dan didiskusikan bersama. Selain itu ada notulis. Notulis sendiri adalah orang yang bertugas menulis, mencatat setiap pembicaraan dalam jalannya diskusi dari awal sampai akhir, termasuk mencatat semua persetujuan, sanggahan juga penolakan dari peserta. Yang terakhir adalah peserta diskusi.

Sudah sepantasnya di dalam sebuah diskusi, seorang peserta mempunyai hak menyatakan persetujuan, sanggahan ataupun penolakan dari pendapat pemateri atau penyaji. Karena untuk itulah dilakukan diskusi. Kalau tanpa menyatakan persetujuan, sanggahan atau penolakan pendapat dalam diskusi, maka diskusi pun tidak usah dilakukan. Karena salah satu tujuan diskusi adalah komunikasi dua arah. Meskipun dalam mengemukakan persetujuan, sanggahan ataupun penolakan dilakukan dengan menggunakan kalimat yang sopan, jelas, logis, dan tidak menyimpang dari pokok persoalan.

Meskipun kita mengomentari pendapat dari orang lain atau pendapat dari pemateri, kita harus mengemukakan persetujuan, sanggahan atau penolakan dengan jelas dan dengan bahasa yang tepat, agar mudah dimengerti. Agar persetujuan, sanggahan atau penolakan dapat disampaikan dengan baik, seorang peserta harus memperhatikan hal-hal berikut.

1. Peserta harus menguasai masalah yang dibahas.

Penting sekali untuk peserta menguasi tema diskusi dan masalah yang akan dibahas. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehilangan arah saat akan menyatakan persetujuan, sanggahan ataupun penolakan.

2. Ketika menyampaikan pendapat, peserta harus menggunakan bahasa yang baku serta kalimat yang sopan.

Meskipun pendapat yang disampaikan adalah pendapat yang bernada menyanggah dan menolak, peserta tetap harus menggunakan bahasa yang sopan, dan baku. Pergunakan kata-kata sapaan sebelum mulai menyanggah atau menolak pendapat.  

Mengemukakan pendapat yang berupa persetujuan atau penolakan bisa menggunakan ungkapan:

  • Saya setuju dengan pendapat Sdr. Arman..... di samping itu.....
  • Sebaiknya seperti yang dikatakan oleh Sdr. Dini…selain itu….

3. Peserta harus menyampaikan pendapat yang masuk akal.

Peserta harus tetap menyampaikan persetujuan, sanggahan dan penolakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh akal sehat oleh orang lain yang juga ada dalam diskusi. Sanggahan atau penolakan tersebut harus disertai dengan alasan yang rasional.

Selain menyatakan persetujuan, penyanggahan serta menyatakan penolakan, di dalam diskusi juga ada memberikan pertanyaan. Kita dapat memberikan pertanyaan kepada penyaji setelah kita dapat menangkap inti dan memahami pembicaraan dalam diskusi. Kita dapat mengajukan pertanyaan berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh narasumber. Pertanyaan tersebut harus sesuai dengan pokok persoalan yang sedang dibahas.

Saat akan mengungkapkan pendapat, usulan, penolakan, persetujuan, atau tanggapan, kadang kala kita mengalami kesulitan dalam memulai mengungkapkan pendapat kita. Seakan-akan kita kebingungan untuk menyampaikan pendapat yang sebenarnya sudah ada di dalam angan-angan kita. Untuk mengatasi itu semua, sebaiknya gagasan yang akan disampaikan, perlu terlebih dahulu dirumuskan.

Agar kita dapat dengan mudah mengungkapkan gagasan, sebaiknya kita merumuskan gagasan terlebih dahulu, dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini.

  1. Kita harus paham betul dengan apa yang hendak kita sampaikan?
  2. Untuk tujuan apakah kita menyampaikan hal tersebut. Apakah sebagai penolakan, persetujuan atau sanggahan?
  3. Bagaimana kita akan memilih kata nantinya, sehingga struktur kalimat yang hendak kita gunakan juga ikut terumuskan?

Selain ha-hal di atas, kita juga harus terus memantau jalannya diskusi, agar gagasan yang kita sampaikan tersebut tidak melenceng dari pembicaraan. Oleh karena itu, ketika mengikuti diskusi kita harus:

  1. Mencatat pokok-pokok pembicaraan yang disampaikan oleh pemateri.
  2. Mencatat hal-hal yang masih dipertanyakan.
  3. Mencatat masalah-masalah yang akan kita tanggapi dengan sanggahan.

Dari hasil ketiga hal yang ada dalam catatan, kita dengan mudah akan mendapatkan dan mempunyai bahan untuk menyampaikan persetujuan, sanggahan, maupun penolakan kepada pemateri. Untuk menyampaikan suatu sanggahan yang baik hendaknya:

  1. Menggunakan alasan dan argumen yang logis untuk memperkuat gagasan yang kita sampaikan.
  2. Didukung dengan fakta dan dengan bukti-bukti yang kuat sehingga akan diterima oleh orang lain.
  3. Menggunakan kalimat efektif dan tidak berbelit-belit untuk mengefisiensikan waktu.