Pernahkah Anda mendengar banyak ikan laut atau ikan sungai mati karena limbah industri? Atau pernahkah Anda mendengar berita banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih? Ya, semua itu adalah dampak dari pencemaran air. Pencemaran air adalah bentuk perubahan keadaan yang terjadi pada daerah penampungan air misalnya sungai, laut, danau, bahkan air tanah yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak terkontrol. Air merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk dipermukaan bumi. Manusia bisa bertahan hidup tanpa makan asalkan terdapat air yang bisa diminum sehingga ada istilah yang mengatakan bahwa air adalah sumber kehidupan.

Air memiliki siklus hidrologi yang berperan dalam siklus kehidupan manusia. Dalam siklus ini danau, sungai, lautan dan air tanah sangat berperan dan di tempat inilah terdapat banyak pencemaran air. Sifat air yang mengalir mencari tempat yang lebih rendah dan akhirnya bermuara ke air laut menjadi air sebagai media untuk mengalirkan sedimen dan polutan. Jika pencemaran air tidak diantisipasi dengan baik maka akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia ditinjau dari berbagai sektor. Sebagai contoh dari sektor pariwisata air, jika wilayah tersebut tercemar maka pengunjung akan berkurang dan mata pencaharian penduduk di sekitar wisata air tersebut juga akan kehilangan mata pencaharian.

Pengamatan dan Indikator Pencemaran Air

Pencemaran air dapat diamati dengan cara sebagai berikut:

1. Pengamatan secara fisis

Pengamatan pencemaran air secara fisis dapat dilihat dari tingkat kejernihan air atau keruh tidaknya air, perubahan suhu, dan apakah ada perubahan warna, bau dan rasa. Jika terdapat perubahan-perubahan tersebut seperti air menjadi berwarna hitam, bau gas, dll berarti air lingkungan sudah tercemari.

2. Pengamatan secara kimiawi

Pengamatan air secara kimiawi dilakukan dengan mengamati zat pencemar yang terlarut di dalam air kemudian melihat apakah terdapat perubahan pH.

3. Pengamatan secara biologis

Pengamatan secara biologis dengan mengamati keberadaan mikroorganisme dalam air seperti ada tidaknya bakteri patogen (contohnya E. coli dan Salmonella). Air yang tercemar dan mengandung bakteri patogen dapat membahayakan kesehatan manusia.

Air lingkungan yang tercemar memiliki beberapa indikator yang secara umum diketahui dengan memeriksa pH atau konsentrasi ion hidrogen, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO), kebutuhan oksigen biokimia (Biochemiycal Oxygen Demand, BOD) serta kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand, COD). pH air normal yang memenuhi syarat kehidupan dan kesehatan berkisar 6,5-7,5 yang artinya air tidak bersifat asam maupun basa. Sumber pencemar air seperti limbah pabrik akan merubah pH air dan pada akhirnya akan mengganggu kestabilan ekosistem biota aquatik. Ukuran pH 7 -8,5 sesuai dangan kehidupan biota aquatik dan akan sangat sensitif karena nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan. Proses nitrifikasi tidak akan terjadi pada pH yang rendah.

Penyebab Pencemaran Air

Penyebab pencemaran air dapat bersumber berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda diantaranya:

a. Kandungan nutrien dalam air yang meningkat terus-menerus dapat menyebabkan adanya eutrofikasi. Eutrofikasi adalah masalah lingkungan hidup dimana pertumbuhan tanaman air sangat cepat melebihi batas normal yang diakibatkan oleh limbah fosfat (PO3-) pada ekositem air tawar. Secara normal konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L  dan jika melebih akan menyebabkan ketimpangan ekosistem. Pada keadaan eutrofik tumbuhan air seperti alga, dan tumbuhan mikro yang berkembang biak dengan pesat dan menyebabkan oksigen zat terlarut menurun. Kurangnya oksigen terlarut pada ekosistem air berdampak pada kematian hewan air dan menyebabkan putusnya rantai makanan.

b. Limbah industri menjadi polutan dalam air lingkungan. Limbah Industri seperti logam berat, minyak, nutrient, dan padatan memiliki efek termal dan mengurangi oksigen dalam air. Air lingkungan yang kekurangan oksigen akan berakibat pada kurangnya populasi hewan air. Seperti halnya limbah pabrik industri yang mengalir ke sungai di tanah jawa seperti di sungai Citarum.

c. Sampah organik rumah tangga seperti air comberan, sampah basah menyebabkan tercemarnya air dan tingkat kebutuhan oksigen meningkat karena kadar oksigen air menurun. Seperti pencemaran air akibat sampah organik pada beberapa sungai di Indonesia yaitu sungai Musi, sungai Brantas, dan sungai Ciliwung.

Sumber atau bahan pencemar ada beberapa jenis dan memiliki efek yang berbeda satu dengan lainnya. Berikut beberapa jenis bahan pencemar dan pengaruh yang ditimbulkan.

1.    Unsur-unsur renik berpengaruh terhadap kesehatan biota akuatik
2.    Senyawa logam berpengaruh terhadap transpor logam
3.    Polutan anorganik berpengaruh terhadap toksisitas biota akuatik
4.    Zat hara dan ganggang berpengaruh terhadap eutrofikasi
5.    Pestisida berpengaruh terhadap toksisitas
6.    Radionuklida berpengaruh terhadap toksisitas
7.    Alkalinitas, salinitas tinggi berpengaruh terhadap toksisitas kualitas air kehidupan
8.    Limbah minyak berpengaruh terhadap kesehatan
9.    Patogen berpengaruh terhadap penyebab kanker
10.    Detergen berpengaruh terhadap satwa liar estetik

Dampak Pencemaran Air

Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran air seperti kekurangan air bersih, banyaknya hewan air yang mati sehingga mengganggu kestabilan ekosistem air. Beberapa dampak pencemaran air dapat diurai sebagai berikut:

a. Penurunan kualitas air

Sampah-sampah organik yang membusuk dalam air sungai, danau atau air lingkungan lainnya akan diuraikan oleh bakteri dan membutuhkan oksigen. Perilaku ini menyebabkan kurangnya kandungan oksigen dalam air dan membuat organisme yang ada di dalamnya menjadi kekurangan oksigen dan berujung kepada kepunahan.

b. Munculnya kuman penyakit

Air yang tercemar mengandung banyak bakteri patogen, virus, dan mikroorganisme lainnya yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Banyak masyarakat yang menderita diare, penyakit kulit, dan sebagainya karena air yang tercemar.

c. Air tak layak minum

Kebutuhan air bersih semakin meningkat seiring pertambahan penduduk. Peningkatan penduduk tidak seiring dengan persediaan air bersih yang malah semakin berkurang karena dampak pencemaran air. Air yang seharusnya bisa dijadikan sebagai air bersih dan bahkan bisa dikonsumsi menjadi air yang tercemar dan bahkan untuk mencuci sudah tidak layak digunakan.

d.    Menurunnya suplai air
Sungai yang tercemar biasanya akan mengalami pendangkalan karena proses pembusukan limbah industri. Pendangkalan ini menyebabkan suplai air menjadi berkurang.

e. Punahnya hewan air

Masuknya zat-zat berbahaya dalam air lingkungan baik sungai, danau, dan laut menyebabkan banyak hewan air mati. Punahnya hewan air tersebut disebabkan oleh menkonsumsi zat beracun yang mencemari air dan dapat juga disebabkan karena kurangnya konsentrasi oksigen dalam air yang menyebabkan ikan-ikan  atau hewan air lainnya tidak bisa bertahan hidup.

f. Banjir

Membuang sampah pada daerah aliran air menjadi masalah utama di negara kita. Masyarakat belum mampu melihat pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bahaya membuang sampah di sungai atau di selokan. Kebiasaan buruk masyarakat ini membuat sampah menumpuk pada sungai dan saluaran air. Masalah yang timbul adalah ketika turun hujan, maka masyarakat sekitar harus waspada banjir. Samapah-sampah tersebut mengapung dan menyumbat aliran air sehingga menyebabkan banjir pada saat musim penghujan tiba.

g. Pariwisata air menurun

Pariwisata air merupakan objek wisata yang paling banyak diminati oleh masayarakat. Sungai, danau dan laut merupakan objek wisata yang bisa menjadi sumber devisa dan mata pencaharian masyarakat. Tercemarnya air lingkungan ini menyebabkan kualitas objek wisata air tersebut menurun dan diikuti dengan menurunnya pengunjung dan beralih ke objek wisata lainya.