Pada tahun 1568 hingga tahun 1648 terjadi perang antara Belanda melawan Spanyol. Perang tersebutmemiliki latar belakang adanya perebutan wilayah kekuasaan di negara-negara jajahan terutama wilayah asia dan afrika. Perang tersebut menjadikan motivasi bagi Belanda datang ke wilayah Nusantara untuk menjajah.

Tahun 1602, tepatnya pada tanggal 20 Maret, Belanda secara resmi mendirikan sebuah kongsi dagang disebut vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang memiliki tujuan untuk memenangkan persaingan dagang serta menyatukan sumber daya manusia guna menghadapi kolonial Portugis yang saat itu menguasai wilayah perdagangan di Indonesia. VOC juga didirikan guna membiayai perang melawan spanyol yang menghabiskan dana sangat besar.

Pemimpin VOC Belanda secara terus menerus adalah warga Belanda, dengan anggota awal adalah 17 orang. Hak istimewa diberlakukan kepada naggota VOC, dinamakan hak oktroi. Hak Oktroi tersebut mengatur bahwa anggota VOC dapat menjadi wakil Belanda di Asia, kemudian melakukan monopoli dagang serta mencetak uang sendiri di negara yang dikuasai. Selanjutnya melakukan serta mengadakan perang dengan negara lain. Yang terakhir adalah menjalankan kekuasaan dan hukum secara mutlak, mempunyai angkatan perang serta melakukan pemerintahan sendiri di wilayah jajahan.

Gubernur pertama VOC adalah Pieter Both. Pieter Both memerintah VOC semasa kedudukan VOC di ambon, yaitu pada tahun 1620 – 1619. Setelah VOC dipindahkan ke Jayakarta atau batavia pada tahun 1619, maka VOC dipimpin oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen. Jan Pieterzoon memimpin VOC sejak tahun 1619 hingga 1623. Nassau Huis, sebuah tembok batu dibangun pada masa kepemimpinan Coen , berfungsi untuk membentengi Batavia dari serangan musuh.
Sementara Gubernur VOC lain yang tidak menduduki wilayah Indonesia masih banyak lagi, yaitu sebagai berikut :

1. Gerard Reynst, memimpin tahun 1614 hingga tahun 1615.

2. Laurens Reael, tahun 1615 hingga 1619.

3. Pieter de carpentier memimpin VOC tahun 1623 hingga 1627

4. Jacques Specx, memimpin VOC tahun 1629 hingga 1632

5. Hendrix Bruower, tahun 1632 hingga 1636

6. Antonio van Diemen, memimpin tahun 1636 hingga 1645

7. Cornelis van der Lijn, memimpin VOC tahun 1646 hingga 1650

8. Carel Reyniersz, pemimpin VOC wanita yang memimpin tahun 1651 hingga 1653

9. Joan maetsuycker, memimpin tahun 1653 hingga 1678

10. Rijkloff van Goens, memimpin VOC tahun 1678 hingga 1681

11. Cornelis speelman memimpin VOC tahun 1681 hingga 1684

12. Johanner Camphuys memimpin tahun 1684 hingga 1691

13. Willem van Outhoorn memimpin tahun 1691 hingga 1704

14. Abraham van Riebeeck memimpin sejak 1704 hingga 1709

15. Hendrick Zwaardecroon memimpin secara resmi tahun 1713 hingga 1718.

16. Mattheus de Haan, tahun 1725 hingga 1729

17. Reinier de Klerk, tahun 1778 hingga 1780

18. Willem Alting, tahun 1780 hingga 1797

19. Pieter Gerardus van Overstraten, tahun 1798 hingga 1799

Beberapa Pemimpin VOC Belanda lainnya tidak tercatat secara resmi dalam sejarah dan beberapa juga masih terdapat sumber yang simpang siur, sebelum kemudian VOC dilanjutkan pemerintahannya setelah di bawah kekuasaan Napoleon dari Perancis.