Secara umum, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Ekonomi juga dapat diartikan sebagai salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa.

Ilmu ekonomi mengajarkan atau menjelaskan bagaimana cara manusia beraktivitas dan berperilaku untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia itu berbeda-beda, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor ekonomi, sosial budaya, fisik, pendidikan, dan moral. Yang jadi masalah adalah kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas. Artinya, manusia tidak pernah merasa cukup dengan kebutuhannya, dari hari ke hari kebutuhan manusia terus bertambah. Sementara itu, sumber daya atau alat pemuas kebutuhan bersifat terbatas. Di sinilah akan terjadi permasalahan ekonomi. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Pokok Masalah Ekonomi

Pokok masalah dalam perekonomian adalah tiga hal, yaitu produksi, konsumsi, dan distribusi. Produksi menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda, sedangkan konsumsi menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Sementara itu, distribusi menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.

Sumber daya yang terbatas menimbulkan masalah-masalah ekonomi yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek perekonomian, tentunya tidak luput dengan bantuan dari program pemerintah untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang dialami suatu negara. Pokok masalah tersebut selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.

1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi (What?)

Masalah ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya barang apa yang akan diproduksi? Apakah barang primer, sekunder, atau tertier, atau bahkan ketiga barang tersebut diproduksi secara bersamaan? Mana yang dianggap paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masing-masing barang tersebut yang harus diproduksi? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akam muncul pertama kali ketika kita berusaha menyelesaikan suatu permasalahan ekonomi.

Dengan sumber daya yang tersedia, produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut untuk smber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dengan menekan sedikit kemungkinan timbulnya masalah baru.

2. Bagaimana cara memproduksi (How?)

Pertanyaan ini timbul karena menyangkut teknik produksi yang akan diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang tersedia yang digunakan dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia, para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai pada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi.

Setiap negara akan menerapkan teknik produksi yang berbeda-beda. Misalnya, negara maju akan menerapkan teknik produksi dengan menggunakan alat-alat canggih dan modern sehingga dapat  mengefisiensikan hasil produksi. Sementara itu, di negara yang masih kurang berkembang, akan menerapkan teknik produksi dengan menggunakan alat-alat manual sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran di negaranya. Yang pasti, teknik produksi yang diterapkan harus tepat pada sasaran ekonomi.

3. Untuk siapa barang dan jasa  dihasilkan (For Whom?)

Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil dan merata pada semua lapisan warga negara?  Apakah proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat merasakan hasil dari barang dan jasa yang diproduksi? Semua pertanyaan tersebut akan muncul karena menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Ketiga masalah tersebut, bersifat fundamental dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga tidak dapat dipisahkan, serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun oleh negara maju. Namun, tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapi oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.

Masalah Perekonomian Indonesia

Setiap negara di dunia pasti mengalami permasalah ekonomi. Namun, mungkin permasalahan yang dihadapi setiap negara akan berbeda-beda, bergantung pada kategori negaranya, sosial budayanya, kondisi negaranya, dan lain-lain. Permasalah ekonomi di negara maju akan berbeda dengan negara berkembang, dan akan berbeda juga dengan negara miskin.

Di Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan ekonomi terbesar adalah masalah pengangguran. Betapa tidak, pengangguran di Indonesia setiap tahun semakin bertambah jumlahnya. Mengapa terjadi banyak pengangguran? Dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Pengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolah SD, SMP, SMA, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Definisi pengangguran secara teknis adalah semua orang dalam referensi waktu tertentu, yaitu pada usia angkatan kerja yang tidak bekerja, baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan, dalam arti mempunyai kegiatan aktif dalam mencari kerja tersebut.

2. Faktor yang Mempengaruhi Pengangguran di Indonesia

a. Jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

b. Perkembangan inovasi teknologi informasi yang canggih menyebabkan penyerapan SDM.

c. Persaingan era globalisasi yang ketat membutuhkan SDM yang berkualitas baik IQ maupun EQ dengan standar kerja yang berlaku.

d. Malasnya calon pekerja masuk lapangan kerja yang ada karena memilih pekerjaan yang cocok sesuai minat dan besarnya gaji yang diharapkan.

e. Gengsi yang tinggi terhadap pekerjaan yang ditawarkan.

f. Takut menghadapi risiko kerja atau usaha dan takut gagal.

3. Jenis-Jenis Pengangguran

a. Pengangguran Friksionil, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang memilih mengganggur sambil menunggu pekerjaan yang lebih baik, yang memberikan fasilitas dan keadaan yang lebih baik.

b. Pengangguran Struktural, yakni pengangguran yang terjadi karena seseorang diberhentikan oleh perusahaan karena kondisi perusahaan yang sedang mengalami kemunduran usaha sehingga terpaksa mengurangi tenaga kerja.

c. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena mulai digunakannya teknologi yang menggantikan tenaga manusia.

d. Pengangguran Siklikal, yakni pengangguran yang terjadi karena terjadinya pengurangan tenaga kerja yang secara menyeluruh, dikarenakan kemunduran dan resesi ekonomi.

e. Pengangguran Musiman, yakni pengangguran yang terjadinya dipengaruhi oleh musim. Jenis pengangguran ini sering terjadi pada sektor pertanian.

f. Pengangguran Tidak Kentara, yakni pengangguran yang secara fisik dan sepintas tidak kelihatan, namun secara eknomi dapat dibuktikan bahwa seseorang tersebut sesungguhnya menganggur.

4. Cara Mengatasi Pengangguran di Indonesia

Pemerintah telah menggalakkan beberapa cara untuk menekan pertambahan jumlah pengangguran di Indonesia karena dengan bertambahanya jumlah pengangguran, suatu negara akan dinilai buruk oleh negara lain. Hal tersebut menandakan bahwa perekonomian di Indonesia masih belum stabil. Dengan demikian, akan menghambat para investor dari negara-negara lain yang akan menginvestasikan modal dan mendirikan perusahaan di Indonesia, yang akan mengurangi jumlah pengangguran. Berikut ini beberapa hal yang telah pemerintah lakukan guna menekan jumlah pengangguran.

a. Yang paling mendasar adalah dengan mengatasi masalah kependudukan, yakni dengan mencoba mengendalikan pertumbuhan penduduk karena disadari bahwa pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat akan memicu munculnya pengangguran pada masa datang jika tidak diimbangi dengan peningkatann kegiatan produksi.

b. Dengan tidak melupakan prinsip APBN, akan menambah sektor pengeluaran, baik itu pengeluaran pemerintah maupun pengeluaran dari sektor investasi swasta guna mendukung terciptaya peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan dapat membuka peluang dan kesempatan kerja yang lebih banyak.

c. Di pihak lain, dengan memberikan dan mengarahkan pendidikan sumber daya ke arah yang lebih mendesak, dengan memperbanyak pusat-pusat pelatihan kerja, serta dengan memberi kemudahan bagi pengelolan sekolah-sekolah kejurusan.

d. Tidak lupa di sektor luar negeri, mulai digalakkannya ekspor jasa berupa tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri meskipun untuk langkah terakhir ini masih memerlukan usaha yang lebih keras dari semua pihak, agar kepentingan dan nasib pekerja yang bekerja diluar negeri lebih baik.

Selain pemerintah yang melakukan upaya pengurangan jumlah pengangguran, masyarakat pun harus terus berusaha bagaimana caranya agar pengangguran dapat berkurang. Selain itu, bagi masyarakat yang sampai saat ini masih belum mendapatkan pekerjaan janganlah putus asa, terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan. Tambah skill yang dimiliki sehingga memiliki banyak potensi.
Bagi masyarakat yang memiliki modal usaha, hendaknya gunakan modal tersebut untuk membuka usaha baru yang membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat membantu pemerintah dalam menekan jumlah pengangguran. Jika banyak dari masyarakat Indonesia bisa membuka usaha sendiri yang membutuhkan banyak tenaga kerja, maka jumlah pengangguran di Indonesia akan berkurang.