Apa sih yang dimaksud dengan zaman prasejarah? Sebelum membahas zaman ini lebih jauh, ada baiknya kita membahas tentang arti “Sejarah”. Sekaligus membedakansecara ringkas antara zaman Prasejarah dan zaman Sejarah.

Sejarah, Zaman Prasejarah, dan Zaman Sejarah

Kata “sejarah” berasal dari bahasa Arab, syajaratun yang mengandung makna “pohon”. Coba perhatikan sebuah pohon! Apabila pohon tersebut dilihat secara terbalik, maka dapat dihubungkan dengan penggambaran asal dan usul sebuah keluarga atau keturunan tertentu. Prinsip inilah yang diambil saat sejarah dihubungkan dengan penelisikan asal-asul manusia dan Bumi ini.

Sejarah dimaknai sebagai segala sesuatu yang terjadi di masa lalu. Itu pengertian dalam arti sempit. Bagaimana dalam arti luas? Ilmu yang mempelajari kejadian atau peristiwa lampau dalam kehidupan manusia dan lingkungannya melalui sumber dan bukti sejarah, baik berupa benda dan monumen bersejarah maupun tulisan. Sementara menurut Prof. Dr. Kuntowidjoyo, ahli sejarah asal tanah air, sejarah merupakan sebuah rekonstruksi masa lalu. Yang direkonstruksikan adalah apa yang sudah dipikirkan, dikerjakan, diaktakan, dirasakan, dan dialami oleh seseorang.

Apapun yang terjadi di masa lalu, bisa dipelajari dan dilihat di masa kini. Dan itu merupakan hal yang sangat menarik. Sehingga umumnya manusia merasa sangat tertarik pada sejarah. Tanpa belajar dari sejarah, mustahil kita bisa tahu banyak tentang kehidupan di masa lalu, bukan?

Zaman Prasejarah sendiri diartikan sebagai zaman sebelum manusia mengenal tulisan. Zaman ini disebut juga dengan nama zaman nirleka. Sementara zaman Sejarah adalah kebalikannya. Zaman di mana peninggalan tertulis sudah ditemukan. Zaman ini disebut juga zaman Aksara. Zaman Sejarah tiap daerah itu berbeda. Mesir misalnya, sudah memasuki zaman Sejarah sejak tahun 4000 SM. Sementara di Indonesia sendiri baru terjadi pada abad ke-4 Masehi. Hal itu ditandai dengan penemuan sumber tertulis dari Kerajaan Kutai.

Pembabakan zaman Prasejarah sendiri ada beragam. Masing-masing dilihat dari subjek yang berbeda. Namun semuanya memberikan informasi yang luar biasa tentang kehidupan jutaan tahun yang lalu.

Pembabakan Zaman Prasejarah Berdasarkan Geologi

Apa itu geologi? Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi, terjadinya Bumi itu terbagi atas empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah. Keempat zaman yang dimaksud adalah :

1. Arkaikum

Zaman ini berlangsung lebih kurang 2.500 juta tahun yang silam. Saat itu, belum ada tanda-tanda keberadaan makhluk hidup. Mengapa? Karena kondisi Bumi sendiri belum stabil. Kulit Bumi masih terlalu panas sehingga tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di atasnya.

2. Palaeozoikum

Zaman Plaeozoikum ini berlangsung hingga sekitar 340 juta tahun lampau. Di sini sudah terjadi kemajuan yang sangat signifikan. Bumi sudah terbentuk dengan sempurna. Tanda-tanda kehidupan pun sudah terlihat meski jumlahnya masih terbatas. Mulai dari mikro organisme, amfibi, reptil, hingga ikan sudah ada di Bumi. Hanya saja jumlahnya masih sedikit dan ukurannya pun kecil.

3. Mesozoikum

Masa ini berlangsung hingga kurang lebih 140 juta tahun yang silam. Di saat ini, ikan dan reptil jumlahnya semakin banyak. Hebatnya lagi, di zaman inilah diperkirakan dinosaurus mulai muncul di bumi. Sementara burung dan mamalia belum berkembang dengan maksimal.

4. Neozoikum

Zaman ini masih dibedakan atas dua periode besar yaitu :

a. Zaman Tersier
Zaman Tersier ini terjadi hingga kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Di saat itu, hewan primata mulai berkembang dengan pesat. Sementara di lain pihak hewan-hewan berukuran besar jumlahnya mulai berkurang drastis.

b. Zaman Kuarter
Zaman Kuarter ini ditandai dengan kehadiran manusia purba di dunia ini. Zaman ini masih terbagi dua, yaitu sebagai berikut.

• Zaman Pleistosen, ditandai dengan kehadiran manusia purba di Bumi. Zaman ini berlangsung kira-kira 600.000 tahun silam.

• Zaman Holocen, berlangsung sejak 20.000 tahun silam hingga saat ini. Di zaman ini sudah dikenal homo sapiens, manusia yang bentuk fisiknya sudah menyerupai manusia zaman sekarang.

Pembabakan Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi
Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari relik peninggalan manusia zaman kuno, mulai dari tengkorak tua hingga zaman kuno. Umumnya relik kuno terkubur di bawah tanah atau tenggelam di dasar laut. Untuk pembabakan zaman Prasejarah, dikenal dua pembagian yaitu :

1. Zaman Batu

Zaman Batu merujuk pada suatu masa di mana manusia belum mengenal logam. Jadi, peralatan yang mereka gunakan terbuat dari batu. Semua batuan yang akan digunakan sudah dipecah dalam berbagai ukuran. Ada yang dibentuk menjadi palu, tombak, hingga mata panah.

Zaman Batu sendiri masih dibedakan atas tiga periode lagi, yaitu sebagai berikut.

a. Batu Tua/Palaeolithikum
Masa ini dimulai sekitar dua juta tahun silam. Ketika itu, nenek moyang manusia sudah mulai berburu dengan menggunakan senjata yang mereka buat dari batu. Manusia kala itu pun sudah mengumpulkan tumbuhan. Ketika itu, peralatan dari batu masih sangat kasar, bentuknya pun amat sederhana. Manusia kala itu belum mengenal alat pengasah.

b. Batu Tengah Madya/Mesolithikum
Zaman ini merupakan masa transisi antara zaman Palaeolithikum dan Neolithikum. Masa ini terjadi kira-kira 12.000 tahun silam. Ketika itu, Zaman Es Terakhir sudah selesai.

c. Batu Muda/Neolithikum
Di masa ini, semua peralatan yang digunakan bentuknya sudah lebih halus dan bagus. Meski tentu saja masih jauh dari kesempurnaan. Di masa Neolithikum ini, manusia sudah mengenal cara bercocok tanam  sederhana dan mulai hidup menetap. Zaman Neolithikum dimulai sejak sekitar 10.000 tahun silam di daerah Timur Tengah.

2. Zaman Logam

Zaman ini ditandai dengan ditemukannya aneka logam buatan manusia. Ini menunjukkan bahwa manusia prasejarah telah mencapai kemajuan yang cukup signifikan. Mereka telah memiliki kemampuan untuk mengolah bijih besi untuk dijadikan aneka peralatan. Zaman logam sendiri terbagi atas tiga periode.

Periode pertama disebut dengan nama zaman Tembaga. Zaman Tembaga merupakan suatu masa di mana manusia menggunakan bahan baku tembaga untuk membuat berbagai peralatan. Pembuatan logam dari tembaga telah dimuai pada tahun 3500 SM di daerah Mesopotamia.

Periode kedua adalah Zaman Perunggu. Era ini terjadi antara tahun 3500 hingga 3000 SM. Zaman Perunggu mulai terjadi di Timur Dekat, Balkan, dan Asia Tenggara. Para pandai besi masa itu menambahkan sedikit timah ke dalam tembaga. Sehingga menghasilkan perunggu.

Peralatan perunggu jauh lebih kuat sekaligus lebih mudah digunakan dibanding tembaga. Perunggu pun menjadi bahan baku untuk pembuatan aneka perabotan rumah tangga dan senjata. Periode terakhir dikenal dengan istilah zaman Besi. Besi ditemukan oleh bangsa Hittit di Anatolia, Turki. Diduga, penemuan tersebut terjadi antara tahun 1500 hingga 1200 SM. Penemuan mereka ini yang membuat bangsa Hittit menjadi sangat kuat selama berabad-abad.

Penggunaan peralatan dari bahan baku besi dipicu oleh penemuan bijih besi yang sangat banyak. Sementara di sisi lain timah justru kian sulit ditemukan. Sehingga perlahan dan pasti perabotan dari bahan perunggu mulai tergeser kedudukannya dan diganti oleh besi.

Karena saat itu besi harganya sangat murah, orang miskin pun bisa memiliki perabotan dari besi. Begitu juga dengan senjata seperti pedang. Besi meembuat peralatan lebih kuat. Sangat cocok untuk dipergunakan saat mengolah lahan dan menuai panen oleh petani. Sehingga perkembangan budaya bercocok tanam pun semakain maksimal.

Pada tahun 1950 ditemukan manusia dari zaman Besi di Tollund-Jutland, Denmark. Manusia tersebut tersimpan dengan sangat baik selama lebih kurang 2.000 tahun.

Begitulah pembabakan zaman prasejarah yang ada. Dari kedua versi di atas, kita bisa melihat perbedaan yang sangat signifikan. Geologi melakukan pembagian yang menyeluruh. Sementara arkeologi menitikberatkan pada perkakas yang digunakan manusia. Namun, keduanya saling melengkapi dan memberi informasi yang tepat.