Pekerjaan jurusan akuntansi setelah menyelesaikan pendidikannya pada saat ini cukup banyak tersedia, mulai dari sektor perbankan, perpajakan, hingga ke sektor di luar dunia ekonomi pun membutuhkan tenaga ahli di bidang akuntansi. Itulah mengapa jenjang pendidikan akuntansi cukup banyak diminati oleh lulusan sekolah menengah atas.

Di sektor pemerintahan pun, kebutuhan tenaga ahli di bidang akuntansi cukup dicari. Kondisi ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan pembuatan laporan di bidang keuangan yang harus dikerjakan dengan sistem yang mengacu pada bidang akuntansi.

Mengenal Akuntansi

Akuntansi sendiri merupakan salah satu cabang dari Ilmu Ekonomi yang mempelajari mengenai tata kelola pelaporan keuangan dan segala hal terkait dengan administrasi keuangan. Namun demikian, akuntansi berbeda dengan keuangan.

Ilmu Akuntansi cenderung lebih mempelajari tata kelola keuangan dari sudut pelaporan aktivitas keuangan yang ada dalam sebuah instansi. Sementara, keuangan lebih mengedepankan perhitungan nilai bisnis dari sudut pandang investasi, perhitungan keuntungan, dan segala sesuatu yang terkait perputaran keuangan.

Di perguruan tinggi sendiri, bidang Ilmu Ekonomi dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah ilmu yang mempelajari ekonomi makro yang dikenal dengan Ilmu Ekonomi Pembangunan. Dalam kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan, pokok bahasan tertuju pada bagaimana tata kelola perekonomian negara, mulai dari penetapan suku bunga perbankan, tingkat inflasi, serta bagaimana konsep perdagangan ekonomi internasional.

Sementara untuk ekonomi mikro, dikelompokkan menjadi dua kajian ilmu. Pertama adalah Ilmu Manajemen yang mempelajari konsep tata kelola sebuah organisasi perusahaan. Dalam kajian ini, dibahas tentang bagaimana menentukan sumber daya manusia, proses produksi perusahaan, konsep pemasaran, pengaturan keuangan perusahaan, dan juga tentang bagaimana sebuah perusahaan menentukan strategi.

Untuk Ilmu Akuntansi, merupakan cabang Ilmu Ekonomi yang pada dasarnya merupakan Ilmu Administrasi Keuangan. Ilmu ini mempelajari tentang pelaporan aktivitas sebuah organisasi perusahaan yang berhubungan dengan aset yang dimiliki. Dari pelaporan yang dibuat ini, pada akhirnya akan diketahui posisi keuangan sebuah organisasi perusahaan apakah dalam keadaan rugi atau untung dan mengetahui posisi keuangan yang ada. Posisi keuangan ini menyangkut tentang berapa nilai kekayaan perusahaan, nilai utang atau beban yang harus dibayarkan dan menjadi kewajiban perusahaan tersebut.

Bidang Ilmu Akuntansi

Sebagai sebuah cabang ilmu dari ekonomi, akuntansi juga memiliki beberapa bidang kajian. Ada lima jenis kajian Ilmu Akuntansi yang paling dominan dan saat ini digunakan dalam berbagai bidang. Kelima bidang kajian ilmu akuntansi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan mempelajari tentang pembuatan laporan keuangan yang ditujukan untuk pihak eksternal perusahaan. Bidang yang termasuk dalam kelompok eksternal perusahan ini antara lain pemegang saham, kreditor, distributor, dan pemerintah.

Konsep yang digunakan dalam akuntansi keuangan adalah adanya persamaan akuntansi, yaitu aset merupakan gabungan dari kewajiban dan harta yang dimiliki. Akuntansi keuangan memiliki keterkaitan dengan proses pencatatan transaksi untuk sebuah perusahaan atau organisasi yang harus menyusun laporan keuangan secara rutin dan berkala.

Laporan keuangan digunakan sebagai media untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah dikelola dengan baik atau belum, salah satu indikatornya adalah apakah perusahaan memperoleh laba atau rugi. Laporan akuntasi keuangan juga dijadikan sebagai media pertanggungjawaban manajemen perusahaan kepada pemegang saham.

Pembuatan laporan akuntansi keuangan menggunakan patokan pada konsep Standar Akuntansi Keuangan atau SAK. Dalam standar ini, terdapat kaidah yang harus digunakan untuk mengukur dan menyajikan laporan keuangan bagi kepentingan eksternal. Pada nantinya, laporan yang dibuat tersebut bisa dipahami oleh pengguna laporan akuntansi keuangan. Hal ini karena standar tersebut ditujukan untuk menciptakan komunikasi akuntansi di antara pembuat dan pembaca laporan keuangan tersebut. Standarisasi ini dilaksanakan sejak tahun 1994 yang menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.

2. Akuntansi Perpajakan

Akuntansi perpajakan merupakan salah satu bidang Ilmu Akuntansi yang mempelajari mengenai konsep akuntansi terkait dengan masalah perpajakan. Laporan keuangan yang dibuat ditujukan untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan oleh sebuah instansi kepada pemerintah.

Di dalam pembuatan laporan akuntansi perpajakan, terdapat besaran pajak yang harus dibayarkan oleh sebuah instansi. Besaran pajak ini ditentukan oleh tingkat pendapatan yang dicapai oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

3. Akuntansi Pemerintahan

Akuntansi pemerintahan merupakan cabang dari akuntansi yang mempelajari pembuatan laporan keuangan yang dilakukan oleh pemerintahan atau negara. Laporan keuangan ini mencatat semua aktivitas keuangan yang berhubungan dengan keuangan negara dan digunakan sebagai pertanggungjawaban kepada rakyat. Selain ditujukan untuk organisasi pemerintahan, bidang akuntansi ini juga ditujukan untuk organisasi yang tidak bertujuan untuk mencari laba.

4. Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen merupakan sistem akuntansi yang berhubungan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi bagi kepentingan pihak manajemen pada sebuah organisasi. Informasi yang diberikan ini akan menjadi dasar manajemen dalam proses pembuatan keputusan bisnis, sehingga pada nantinya pihak manajemen akan memiliki persiapan dalam mengelola keuangan serta menciptakan fungsi pengawasan dalam bidang keuangan tersebut.

Informasi yang terkandung dalam akuntansi manajemen memiliki ciri-ciri berikut.

  • Cenderung digunakan untuk kepentingan internal perusahan dan ditujukan untuk pihak manajemen.
  • Memiliki sifat yang rahasia dan berhubungan dengan strategi yang akan diambil oleh perusahaan.
  • Bertujuan untuk melihat ke masa depan dan bukan ke masa lalu.
  • Berbeda dengan akuntansi keuangan, pada akuntansi manajemen proses pembuatannya didasarkan pada kebutuhan manajemen dan tidak menggunakan standar tertentu seperti Standar Akuntansi Keuangan.

5. Auditing

Auditing merupakan bagian dari akuntansi yang memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan terhadap proses pembuatan laporan keuangan. Dalam tahap auditing ini, akan dilakukan pengecekan untuk mengetahui kesesuaian antara apa yang tertulis dalam laporan keuangan dengan fakta yang ada.

Auditing hanya memiliki fungsi untuk melakukan pengawasan apakah prosedur yang dilakukan dalam proses pengelolaan keuangan sudah sesuai ketentuan atau tidak. Laporan dari hasil auditing ini bisa digunakan pihak manajemen untuk mengetahui efektivitas kinerja. Selain itu, laporan auditing bisa digunakan oleh pemegang saham sebagai bentuk pengawasan manajemen perusahaan.

Proses auditing ini bisa dilakukan oleh dua pihak. Pertama adalah auditing oleh pihak internal perusahaan dan yang kedua dilakukan oleh auditor independen yang biasanya berasal dari Kantor Akuntan Publik.

Itulah 5 jenis pekerjaan jurusan akuntansi. Semoga bermanfaat!