Pasar ada bermacam-macam kita mungkin sering mendengar tentang pasar monopoli, pasar persaingan sempurna, pasar persaingan tidak sempurna, atau pasar oligopoli. Nama-nama pasar tersebut tentu mengindikasikan ciri-ciri yang mereka miliki. Setiap pasar memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan pasar yang lain.

Salah satu jenis pasar disebut pasar oligopoli. Pasar oligopoli merupakan jenis pasar yang dibedakan berdasarkan jumlah produsennya. Jumlah produsen pasar ini hanya ada beberapa saja, biasanya kurang dari sepuluh. Pembahasan berikut ini akan lebih mengenalkan kita dengan pasar oligopoli.

Pengertian dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Sebelum kita membahas pasar Oligopoli kita perlu tahu bahwa jenis pasar yang satu ini juga termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan tidak sempurna ada 3 macam, yaitu sebagai berikut.

1. Pasar Monopoli
2. Pasar Oligopoli
3. Pasar Persaingan Monopolistis

Ketiga pasar tersebut termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna karena produsen memiliki kekuasaan dalam menentukan harga masing-masing dengan kadar yang berbeda-beda. Jika pasar monopoli, produsen dengan kekuasaan yang besar dapat menentukan harganya sendiri, Jika pada pasar persaingan monopolistis produsen juga dapat menentukan harganya sendiri walaupun tidak seleluasa pada pasar monopoli. Nah, bagaimana dengan pasar Oligopoli?

Oligopoli berasal dari dua unsur kata Oligoi dan Polein. Kedua kata tersebut berasal dari bahasa Yunani. Oligoi berarti sedikit sedangkan Polein berarti menjual. Dari pengertian tersebut kita bisa mengartikan bahwa pasar oligopoli  merupakan pasar yang memiliki beberapa perusahaan yang menjual satu jenis barang tertentu. Perusahaan satu dengan yang lain saling bergantung dan mempengaruhi.

Pasar oligopoli umumnya terbentuk dari industry-industri yang membutuhkan modal yang tinggi. Jadi tidak banyak perusahaan yang mau ambil bagian dalam pasar karena mereka tidak memiliki modal yang besar. Beberapa ciri-ciri pasar oligopoli, yaitu sebagai berikut:

1. Hanya ada beberapa produsen,

2. Produsen atau penjual hanyalah perusahaan besar atau memiliki modal yang besar,

3. Terdapat banyak pembeli,

4. Produknya merupakan kebutuhan sehari-hari yang memiliki pangsa pasar yang besar,

5. Produk yang diperjualbelikan merupakan satu jenis produk dengan diferensiasi tertentu,

6. Perusahaan baru sulit masuk ke dalam pasar ini,

7. Perusahaan atau produsen dalam pasar ini bergantung satu sama lain dengan adanya tarik menarik market share,

8. Iklan menjadi sarana yang penting bagi perusahaan untuk menciptakan branding dan bersaing dengan produsen lainnya dalam pasar.

Pasar oligopoli sendiri masih dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:

1. Pasar oligopoli murni (pure oligopoly)
2. Pasar oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopoly)

Pada pasar oligopoli murni barang yang diperjualbelikan benar-benar sama dan sulit dibedakan. Sedangkan pada differentiated oligopoli barang yang diperjualbelikan masih ada perbedaan.

Pasar oligopoli memiliki beberapa kelemahan atau dampak negatif, pemerintah sendiri memberlakukan beberapa peraturan untuk pasar oligopoli. Kebijakan pemerintah dalam mengatur pasar oligopoli ini antara lain :

1. Pemerintah dapat mempermudah masuknya perusahaan baru sehingga menciptakan persaingan yang sehat dan konsumen mendapatkan pilihan produk yang banyak.

2. Pemerintah dapat memberlakukan undang-undang antikerjasama antar produsen yang ada di dalam pasar oligopoli.

Didalam pasar oligopoli pemerintah memang harus turut campur untuk mencegah perusahan-perusahaan dalam pasar tersebut bekerjasama membentuk harga tertentu untuk produk-produk mereka. Harga barang yang seharusnya bisa rendah dapat dibuat tinggi dengan adanya kerjasama antar produsen tersebut sehingga menciptakan kisaran harga tertentu di dalam pasar. Selain memainkan harga perusahaan pada pasar ini juga dapat membatasi kuota atau jumlah produksi dan bagi-bagi daerah pasar. Praktek tersebut bisa dibilang praktek kolusi antar produsen oligopolis sehingga konsumen yang dapat dirugikan.

Kolusi dalam pasar oligopoli dapat juga disebut sebagai kartel. Kartel merupakan perjanjian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pada pasar oligopoli. Kartel menetapkan harga dan juga pangsa pasar dari berbagai perusahaan. Beberapa negara menganggap bahwa kartel ini merupakan kegiatan yang illegal.

Salah satu kartel yang cukup sukses adalah OPEC. OPEC berada di luar pengendalian suatu negara sehingga bisa dapat ada sampai sekarang. Harga minyak memang kadang membuat kita bertanya-tanya darimana sebenarnya asalnya. OPEC-lah yang tahu jawabannya. Tentu banyak sekali dampak dengan adanya perjanjian semacam ini bagi konsumen-konsumen yang sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi dengan harga minyak yang sering naik dan turun itu.

Contoh Pasar Oligopoli

Sebelumnya kita sudah membahas tentang bagaimana ciri-ciri dan juga dampak yang terjadi pada pasar oligopoli. Kita juga sudah tahu bahwa pasar oligopoli ini dibedakan menjadi dua yaitu pure oligopoli dan juga differentiated oligopoli. Jika kita sudah mengetahui tentang oligopoli tentu kita juga bisa tahu mana saja yang termasuk dalam pasar oligopoli. Pembahasan berikut akan membahas beberapa contoh pasar oligopoli. Contoh pasar oligopoli yang akan dibahas antara lain, yaitu sebagai berikut:

• Pasar Semen
• Pasar Sepeda Motor Matic

a.    Pasar Semen

Semen merupakan komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk membangun bangunan, baik itu berupa rumah kecil, jembatan, maupun gedung bertingkat. Kebutuhan semen terus meningkat sesuai dengan meningkatnya pembangunan di Indonesia. Perusahaan-perusahaan semen yang ada di Indonesia tidaklah banyak hanya ada beberapa. Beberapa perusahaan semen tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Semen Gresik Group (SGG)
2. Indocement
3. Holcim Indonesia

Selain ketiga perusahaan besar tersebut masih ada perusahaan semen lain yang memiliki pangsa pasar yang lebih sedikit yaitu Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Bosowa, dan Semen Kupang. Perusahaan SGG merupakan perusahaan yang paling banyak menguasai pangsa pasar yaitu sekitar 45%.

Perusahaan semen yang tidak terlalu banyak tersebut merupakan salah satu ciri pasar oligopoli. Industri semen sendiri sebelumnya telah mengakui bahwa struktu pasar mereka dapat dikatakan pasar oligopoli. Komisi Pengawas Persaingan Usaha sebelumnya juga pernah melaporkan bahwa industri semen yang oligopoli ini mengindikasikan persaingan yang tidak sehat namun sempat dibantah oleh Asosiasi Semen Indonesia. Perusahaan semen di Indonesia memang masih sedikit dan hal tersebut memang rentan dengan praktik kolusi antar perusahaan semen besar.

Pasar Sepeda Motor Matic

Kita dapat menjumpai berbagai macam merk sepeda motor berseliweran di jalan raya perkotaan maupun jalan-jalan sempit di pedesaan. Sepeda motor memang merupakan alat transportasi yang populer di kalangan masyarakat awam. Bagaimana dengan pasar sepeda motor sendiri? produsen-produsen sepeda motor memang sangat beragam.

Produsen yang terbanyak menjual motornya di Indonesia adalah produsen dari Jepang. Produsen dari Jepang tersebut ada beberapa yang populer di Indonesia namun tidak terlalu banyak. Kita bisa melihat merk sepeda motor Yamaha, Honda, ataupun Suzuki. Ketiganya berlomba-lomba menarik hati para konsumen.

Meskipun sama-sama menjual “sepeda motor”, namun ternyata sepeda motor yang mereka jual ada bermacam-macam. Dalam satu produsen sendiri juga memproduksi berbagai jenis sepeda motor misalnya sepeda motor matic dan sepeda motor bebek. Pada pasar sepeda motor matic saja, ada sepeda motor Vario, Beat, dan Mio.

Ketiganya memang sama-sama sepeda motor matic namun kita bisa melihat perbedaan diantara ketiganya. Perbedaan tersebut dapat kita lihat pada bentuk, fungsi, dan juga kemasan. Nah, ciri-ciri tersebut sudah masuk dalam kategori pasar oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopoli).

Harga dalam pasar ini juga dapat ditentukan oleh masing-masing produsen, namun tidak sepenuhnya dapat ditentukan oleh produsen. Produsen tentu akan melihat harga dari pesaing lain dan juga kualitas barang yang dijualnya. Harga dari Vario, Mio, dan juga Beat memang berbeda-beda namun tidak terlalu jauh perbedaannya. Produsen tentu tidak ingin kehilangan konsumen hanya karena harga yang lebih tinggi dari pesaing, namun dengan kualitas yang sama.

Nah, demikianlah sekilas pembahasan mengenai pasar oligopoli ini. Semoga setelah membaca artikel ini pemahaman pembaca sedikit bertambah.