Setelah mengenal definisi ilmu Biologi, cabang-cabang beserta objek penelitian dan pembahasannya, kita jadi tahu bahwa ilmu ini secara umum mempelajari berbagai hal tentang makhluk hidup. Makhluk hidup yang dimaksud tidaklah selalu berwujud makhluk besar yang kasat mata, organisme mungil seperti bakteri pun dibahas di dalamnya. Bahkan tak hanya bakteri, bagian-bagian kecil yang ada di tubuh bakteri juga dibahas di dalam Biologi. Singkatnya, Biologi membahas semua bentuk kehidupan dari hal yang sederhana hingga ke hal yang kompleks. Nah, seperti apa detail tingkatan organisasi kehidupan yang dibahas di dalam ilmu Biologi, simak uraiannya sebagai berikut.

Molekul Sebagai Penyusun Materi Kehidupan

Dalam ilmu Fisika dan Kimia, kita mungkin sudah biasa mendengar kata atom. Bagian terkecil dari suatu unsur ini dibahas sedemikian rupa hingga ke hal-hal yang detail. Begitu juga di dalam Biologi, tepatnya di dalam cabang ilmu Biologi Seluler dan Molekuler. Hal yang menjadi dasarnya tentu saja karena atom juga merupakan bagian terkecil dari tubuh hewan, tumbuhan, manusia, dan juga objek lain yang dibahas di dalam Biologi. Masih ingat apa penyusun atom? Ya! Penyusun atom adalah proton, neutron, dan elektron.

Atom-atom berikatan membentuk molekul. Sebagai contoh, molekul air disusun oleh dua atom hidrogen (H) dan satu atom oksigen (O). Contoh lainnya yang merupakan objek yang sering dibahas di dalam Biologi adalah DNA (Deoxiribosa Nucleated Acid = asam deoksiribonukleat). DNA ini adalah basis data makhluk hidup. Dia disusun oleh atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), dan fosfor (P). Rantai atom pada molekul DNA yang tersusun berdampingan menyimpan informasi dalam jumlah sangat besar. Oleh karena itu, dapat digunakan makhluk hidup untuk menjalankan seluruh fungsi kehidupan.

Sel Sebagai Materi Kehidupan yang Sederhana

Dalam hierarki organisasi biologis, sel merupakan kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup. Ada beragam bentuk kehidupan yang berwujud sel ini. Mulai dari organisme bersel tunggal hingga organisme kompleks bersel banyak (multiseluler).
Pada organisme bersel tunggal, kehidupan terjadi di dalam sel itu sendiri. Semua proses kehidupan, misalnya proses pencernaan, proses reproduksi, dan proses-proses lainnya terjadi di dalam sel. Organel-organel merupakan tempat bekerja dari proses-proses tersebut. Proses yang satu dan proses yang lain terjadi di dalam organel-organel yang terpisah. Penjelasan yang lebih detail mengenai organel bisa dilihat pada bab sel.

Organisme yang lebih kompleks, seperti tumbuhan, hewan, dan manusia, bersifat multiseluler. Tubuhnya merupakan kerja sama dari berbagai jenis sel yang terspesialisasi. Sel dapat diartikan sebagai satuan struktural dan satuan fungsional terkecil darinya.

Sel sebagai satuan terkecil dari makhluk hidup terdiri atas tiga bagian utama, yaitu membran plasma, inti sel (nukleus), dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat struktur atau komponen kecil yang sudah kita singgung di atas. Dia tak lain dan tak bukan adalah organel. Secara umum, organel-organel yang ada pada sel tumbuhan terdapat juga pada sel hewan. Akan tetapi, ada beberapa organel yang hanya terdapat di dalam sel tumbuhan saja atau sel hewan saja.

Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan

Sel-sel makhluk hidup bermacam-macam bentuk dan fungsinya. Setiap sel memiliki fungsi yang berbeda dengan jenis sel lainnya. Sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan. Terdapat banyak macam jaringan pada hewan maupun tumbuhan.

Jenis jaringan yang terdapat pada tumbuhan, yaitu jaringan xilem, floem, epidermis, pelisade, dan jaringan lainnya. Adapun jaringan yang terdapat pada hewan, yaitu jaringan otot, saraf, epitel, dan lainnya.

Organisasi Kehidupan Tingkat Organ dan Sistem Organ

Kumpulan jaringan yang berbeda yang membentuk suatu fungsi tertentu dan spesifik disebut sebagai organ. Mulut, lambung, hati, pankreas, dan usus adalah organ-organ yang terdapat pada manusia dan hewan. Sementara pada tumbuhan terdapat organ akar, batang, dan daun.

Organ-organ yang berbeda kemudian akan saling bekerja sama untuk membentuk suatu sistem yang mempunyai fungsi tertentu yang juga spesifik. Sistem ini dinamakan sebagai sistem organ. Contoh sistem organ misalnya saja adalah sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem peredaran darah, dan sistem-sistem yang lainnya.

Organisasi Kehidupan Tingkat Individu

Individu dapat berupa organisme bersel tunggal atau bersel banyak. Bakteri, protozoa, dan alga adalah contoh organisme bersel tunggal. Manusia, kucing, pohon kelapa, dan tanaman melati merupakan contoh organisme multiseluler.

Individu yang termasuk organisme multiseluler terbentuk dari berbagai sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Setiap sistem organ tidak dapat melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri. Satu sama lainnya memiliki ketergantungan. Misalnya saja pada manusia, sistem organ seperti sistem pernapasan dan sistem peredaran darah.

Di sini ketergantungan bisa dilihat pada pernapasan yang membutuhkan darah sebagai pembawa oksigen. Padahal darah berperan besar di dalam sistem sirkulasi (peredaran darah). Perlu diingat juga bahwa saat bersirkulasi, darah juga membawa sari-sari makanan (yang terkait dengan sistem pencernaan), membawa hormon (yang terkait sistem hormon), membawa air (yang terkait sistem ekskresi), menyuplai energi (yang terkait sistem gerak) dan masih banyak lagi.

Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi

Individu-individu sejenis yang berkumpul di suatu tempat tertentu pada waktu yang sama membentuk populasi. Murid-murid yang berada di sekolah dinamakan populasi manusia. Kumpulan rumput yang ada di halaman dinamakan populasi rumput. Umumnya, di suatu tempat terdapat lebih dari satu macam populasi. Coba saja perhatikan halaman sekolah. Di sana mungkin terdapat populasi rumput, populasi cacing, populasi belalang, dan populasi semut. Kumpulan populasi yang menempati area sama dan saling berhubungan disebut komunitas. Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berbeda.

Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem

Perhatikan kembali halaman sekolah. Di manakah rerumputan menancapkan akarnya? Dari manakah rerumputan memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses fotosintesisnya? Apa yang dihasilkan dari fotosintesis tumbuhan? Siapa atau apa saja yang merasakan manfaat dari hasil fotosintesis tumbuhan? Jika kita dapat menjawab semua pertanyaan di atas, kita dapat melihat bahwa terdapat saling keterkaitan dan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup serta antara makhluk hidup dan lingkungannya.

Bentuk organisasi kehidupan ini dinamakan organisasi kehidupan tingkat ekosistem. Jadi, ekosistem adalah interaksi antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) dalam suatu hubungan yang saling mempengaruhi. Ekosistem secara umum terbagi menjadi tiga tipe, yaitu ekosistem air (akuatik), ekosistem darat (teresterial), dan ekosistem buatan.

Pada kasus di atas, tumbuhan yang merupakan komponen biotik bergantung pada air, udara, sinar matahari, dan tanah untuk hidup dan berfotosintesis. Dan hasil fotosintesis tumbuhan yang berupa oksigen dan karbohidrat digunakan oleh makhluk hidup lain.

Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma

Bioma adalah ekosistem yang menempati suatu daerah yang luas. Bioma diklasifikasikan berdasarkan vegetasi yang dominan yang ditandai dengan adaptasi organisme terhadap lingkungan tertentu. Iklim yang berbeda akan menciptakan jenis ekosistem yang berbeda pula. Misalnya saja ekosistem hutan hujan tropis yang ada di daerah tropis, seperti Indonesia, akan membentuk bioma hutan hujan tropis. Contoh bioma lainnya adalah bioma tundra, gurun, padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan taiga.