Siapa yang tidak kenal Film Harry Potter episode 1-7? Film tersebut telah mendunia dan disukai oleh banyak kalangan, dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Film Harry Potter adalah film yang tidak mengenal usia. Namun mungkin banyak yang tidak tahu, jika film Harry Potter tersebut berasal dari novel karangan JK. Rowling. JK. Rowling adalah pengarang perempuan yang terkenal karena novelnya ini. Kini novel Harry Potter sudah mendunia sama seperti film Harry Potter. Novel Harry Potter telah dialihbahasakan ke dalam beberapa bahasa, termasuk dalam bahasa Indonesia. Sehingga para pecinta novel terjemahan pun dalam menikmati baris demi baris, kata demi kata dalam bahasa Indonesia. Sebelum menanggapi lebih lanjut tentang novel terjemahan. Alangkah lebih baik jika mengenal pengertian novel itu sendiri.

Novel berasal dari bahasa Italia novella. Novel berarti cerita pendek dalam bentuk prosa. Perbedaan novel dan cerpen adalah jumlah halaman yang lebih panjang daripada cerpen dan cerita yang ada di dalam novel lebih kompleks daripada cerpen. Hal ini disebabkan jumlah halaman novel yang lebih panjang dibanding cerpen, dan memungkinkan untuk memuat lebih banyak cerita, tokoh juga permasalahan. Meskipun berbeda dari segi panjang cerita, novel dan cerpen memiliki unsur-unsur pembangun yang sama.

Novel terjemahan berarti novel yang bukan berasal dari Indonesia dan novel yang aslinya tidak berbahasa Indonesia. Terjemahan karena merupakan hasil terjemahan dari bahasa asing tersebut ke dalam Bahasa Indonesia. Novel terjemahan bukan hal yang asing lagi di kalangan para pecinta buku. Karena begitu banyak novel terjemahan yang membanjiri Indonesia, dan mempunyai pembaca tetap seperti novel terjemahan Harry Potter.

Banyak yang bisa ditanggapi di dalam novel terjemahan. Salah satunya adalah tokoh. Namun terlebih dahulu mari lebih dekat mengenal pengertian tokoh terlebih dahulu.

Tokoh dalam Novel

Tokoh adalah pelaku yang ada di dalam sebuah cerita. Tokoh murni ciptaan pengarang cerita, sama halnya dengan manusia yang hidup di alam nyata. Dalam pembahasan tokoh cerita, ada beberapa istilah yang perlu dikenal. Dari segi sifatnya, dikenal istilah tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki sifat baik, sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh yang memiliki sifat jahat. Dilihat dari keterlibatannya dalam cerita, dikenal tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang paling sering muncul dalam cerita dan paling banyak berhubungan dengan tokoh lain. Kehadiran tokoh utama menjadi penentu bagi jalannya cerita, sedangkan tokoh tambahan adalah tokoh kebalikan dari tokoh utama, dan merupakan pendukung tokoh utama. Tokoh dalam cerita pun bersifat tiga dimensi, yakni:

  1. Dimensi fisiologis meliputi usia, jenis kelamin, keadaan tubuh, apakah pincang, mempunyai luka, dan sebagainya.
  2. Dimensi sosiologis, meliputi status sosial, perkerjaan, jabatan, peranan tokoh tersebut di dalam masyarakat, pendidikan, agama, dan masih banyak lainnya.
  3. Dimensi psikologis meliputi perilaku ataupun kepintaran yang dimiliki oleh tokoh.

Tema dan Latar Novel

Selain tokoh, hal yang menonjol dari novel terjemahan maupun novel Indonesia adalah tema dan juga latar novel. Tema adalah pokok pikiran pengarang, inti cerita karya sastra itu. Tema bisa disebut juga dengan makna dari cerita.Tema dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:

  1. Tema jasmaniah: tema yang berhubungan dengan keadaan jiwa seorang manusia.
  2. Tema moral: tema yang berhubungan dengan moral manusia.
  3. Tema sosial: tema yang berhubungan dengan kehidupan sosial manusia.
  4. Tema ketuhanan: tema yang berhubungan dengan Tuhan.

Sementara itu, latar cerita merupakan unsur fiksi yang mengacu pada tempat, waktu, dan kondisi sosial cerita itu terjadi. Latar juga bisa disebut tempat terjadinya cerita atau latar belakang cerita. Latar dibedakan menjadi tiga macam, yakni:

  1. Latar tempat: latar yang berkaitan dengan masalah geografis cerita tersebut. Latar tempat menyangkut lokasi di mana terjadinya kejadian tersebut. Misalnya saja di kelas, di halaman rumah, di kota, di pedesaan, dan lain sebagainya.
  2. Latar waktu: latar yang berkaitan dengan masalah waktu, hari, jam, maupun kejadian-kejadian. Misalnya pada pagi hari, sore hari, siang hari, dan lain sebagainya.
  3. Latar sosial berkaitan dengan kehidupan masyarakat di mana cerita itu terjadi. Misalnya saja dalam masyarakat yang kaya, miskin ataupun masyarakat yang agamis.

Terkait dengan penggambarannya, latar dapat disebutkan secara sederhana dan secara detail. Pada latar yang sederhana biasanya hanya tertulis nama tempat atau nama waktu. Sedangkan pada latar detail, biasanya digambarkan latar secara lengkap dan jelas.

Mendeskripsikan Alur Novel Terjemahan

Menanggapi cerpen terjemahan selain dari tema, tokoh, alur, juga dari alur cerpen. Pengertian dari alur sendiri adalah sambung-sinambungnya suatu cerita dari suatu peristiwa lainnya sehingga menimbulkan cerita yang utuh. Rangkaian peristiwa atau alur (plot) cerita tersebut terdiri atas lima bagian, yakni eksposisi (pengarang mengenalkan latar, tokoh, dan masalah), konflik (terjadi perselisihan atau konflik antartokoh), klimaks (konflik antartokoh mencapai puncak dan pengarang mengambil keputusan penyelesaian konflik), resolusi (konflik antartokoh mulai mereda), dan solusi ( konflik antartokoh berakhir dengan menyenangkan atau tragis).

Alur novel dibedakan menjadi tiga, yakni alur maju (linier), melingkar (sirkuer), dan sorot balik (flash back). Disebut alur maju jika peristiwa dalam novel diceritakan secara beruntutan dari awal hingga akhir cerita, dikatakan alur melingkar jika peristiwa tidak diceritakan secara berurutan (mungkin dari tengah), dan disebut alur sorot balik jika peristiwa akhir dikisahkan lebih dulu, selanjutnya disusul kejadian awal dan rangkaian peristiwa selanjutnya.

Alur dikembangkan dengan sejumlah peristiwa yang dialami para tokoh. Para tokoh memiliki watak yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan konflik. Konflik antartokoh menjadi motivasi munculnya perubahan peristiwa. Melalui peristiwa yang dialami para tokoh, pengarang menyampaikan pesan kepada pembaca.

Menanggapi Novel Terjemahan

Banyak cara yang bisa digunakan untuk menanggapi novel terjemahan. Misalnya saja dengan mendiskusikan novel terjemahan. Pertama-tama adalah membaca novel terjemahan, kemudian menanggapi dari segi alur, tokoh, tema, dan latar. Menanggapi novel terjemahan juga dapat secara tidak keseluruhan, namun menanggapi hal yang dianggap paling menarik. Menanggapi novel terjemahan juga bisa dengan membuat sinopsis, untuk kemudian ditanggapi hal yang dianggap menarik.

Di bawah ini adalah sinopsis novel terjemahan Harry Potter untuk kemudian ditanggapi dari hal yang dianggap menarik.

Judul Buku                              : Harry Potter and the Sorcers Stone

Nama pengarang                     : J.K Rowling

Penerbit                                   : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit                             : 2002

Jumlah halaman                       : 424

Sinopsis Harry Potter and the Sorcers Stone

Novel Harry Potter and the Sorcers Stone diawali dengan menceritkan kehidupan Mr dan Mrs Dursley yang tinggal di Prevet Drive. Keduanya mempunyai seorang anak yang bernama Dudley. Keluarga Dursley sangat benci bila mengingat tentang keluarganya, yakni keluarga Potter. Oleh karena itu dalam kesehariannya, Mr dan Mrs Dursley jarang sekali membicarakan tentang keluarga Potter. Meskipun  Lily, ibu Harry Potter adalah adik dari Mrs Dursley. Dalam beberapa hari terakhir Mr Dursley merasakan ada sesuatu yang aneh dengan keadaan sekitarnya. Ia melihat seekor kucing yang selalu saja mengawasi rumahnya, juga orang-orang yang berjubah keunguan sering berada di jalan, belum lagi burung hantu yang suka beterbangan di siang hari. Hal yang paling terburuk bagi keluarga Dursley adalah ketika mengetahui hal tentang keluarga Potter.

Di lain tempat, di sudut jalan dekat rumah nomer empat, Albush Dumbledor sedang mengawasi keadaan sekitar, tidak berapa lama kucing yang selalu mengawasi rumah nomer empat berubah menjadi Profesor McGonagall. Keduanya kemudian berbincang mengenai Lily dan James yang telah dibunuh Kau-Tau-Siapa untuk menyebut Volddemort dan Harry anak mereka yang sebatang kara harus tinggal bersama paman dan Bibinya untuk sementara waktu.

Waktu berlalu dengan cepatnya, tak terasa sudah hampir sepuluh tahun Harry Potter tinggal bersama paman dan bibinya. Di keluarga ini Harry mendapat perlakuan yang sangat buruk, dan diberikan kamar di lemari bawah tangga. Harry tidak pernah mendapatkan baju baru, kecuali baju bekas milik Dudley. Setiap kali makan pun, makanan Harry selalu direbut oleh Dudley, namun hal itu tidak pernah membuat Harry kelaparan. Setiap hari Harry selalu melakukan pekerjaan rumah kalau tidak ingin membuat paman dan Bibi Petunia tambah marah. Belum lagi saudaranya Dudley beserta teman-temannya yang senang sekali mengganggu Harry.

Pada suatu hari di saat Dudley berulang tahun, keluarga Dursley terpaksa mengajak Harry Potter pergi ke kebun binatang karena  kali Mrs Figg, tetangga yang sering dititipi Harry ketika keluarga paman Verlon pergi kakinya sedang patah. Hal tersebuat adalah hal yang menyenangkan bagi Harry selama ini karena untuk pertama kalinya Harry pergi ke kebun binatang.  Di kebun binatang terjadi sesuatu yang mengejutkan, yakni ketika Harry secara tidak sengaja melepaskan ular boa besar, dan untuk itu Harry harus menerima hukuman dari paman Vernon untuk beberapa lama. Di hari kenaikan kelasnya, Harry sangat senang akan bersekolah di tempat yang baru, dan mendapatkan seragam baru, namun lagi-lagi Harry hanya mendapatkan baju bekas milik Dudley yang oleh Bibi Petunia direndam di dalam air berwarna biru.

Ketika makan siang, ada hal yang mengejutkan, Harry Potter untuk pertama kalinya mendapatkan surat yang entah dari siapa. Sayangnya Harry tidak tau apa isi dari suratnya tersebut, Karena paman Verlon mengambilnya dari Harry. Misteri tentang surat misterius itu tidak pernah berhenti, karena Harry selalu mendapat kiriman surat lagi secara turus-menerus hingg beratus-ratus surat dan Harry belum pernah sekalipun membacanya.

Datangnya surat yang terus-menerus dan tidak masuk akal tersebut membuat paman Vernon marah dan mengajak keluarga beserta Harry pergi dari rumahnya. Keanehan pun tidak berhenti sampai di situ, karena  di setiap tempat yang menjadi persinggahan Harry dan pamannya, Harry selalu mendapat kiriman suratnya lagi. Paman Vernon akhirnya memutuskan untuk naik kapal. Di dalam kapal, Harry menunggu detik-detik umurnya genap menjadi  11 tahun, dan berharap akan ada sesuatu yang istimewa diumurnya yang ke-11.

Di tengah lamunannya, tiba-tiba pintu kapal digedor dengan kerasnya oleh seseorang dan masuklah manusia raksasa yang bernama Hagrid, pemegang kunci di Hogwarts begitu Hagrid memperkenalkan diri kepada Harry. Namun Harry sama sekali tidak mengerti dengan apa yang telah dikatakan kepada Harry. Hagrid sangat marah kepada paman Vernon karena menyembunyikan rahasia tentang Harry Potter dan tentang kematian orang tua Harry Potter, sedangkan yang Harry tau selama ini orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil. Akhirnya Harry tau rahasia tentang dirinya dari Hagrid dan dirinya akan bersekolah di Hogwarts.

Pagi harinya Harry pergi dengan Hagrid untuk membeli peralatan sekolahnya ke London. Di sana Harry membeli peralatan sekolahnya seperti mantel, tongkat penyihir, burung peliharaan dan buku-buku pelajaran. Harry tidak pernah menyangka dirinya sebegitu terkenalnya dan banyak orang yang mengaguminya. Akhirnya tiba waktunya, tanggal 1 September di mana Harry harus berangkat menuju Hogwarts dengan masuk peron sembilan tiga perempat. Harry mengira bahwa karcisnya salah karena yang ada adalah peron sembilan dan peron sepuluh.

Di tengah kebingungannya tiba-tiba Harry bertemu dengan sebuah keluarga dengan peron yang sama. Dari situlah Harry tau bagaimana cara memasuki peron sembilan tiga perempat dan mengenal Ron, Ginny, George, Fred dan Percy.  Di dalam kereta Harry duduk bersama orang yang ditemui di stasiun kereta tadi yaitu Ron. Di dalam kereta pula Harry bertemu dengan Malfoy dan Hermione. Sejak saat itu Malfoy bersikap buruk pada Harry dan Ron. Seteleh beberapa saat menaiki kereta mereka tiba di jalan sempit di tepi danau untuk bersama-sama menaiki kapal menuju Hogwarts.

Penyihir pertama yang Harry dan teman-teman lainnya temui adalah Profesor McGonagall, pertama kali melihatnya Harry langsung berpikir bahwa jangan sampai membuat professor ini marah dengan wajah professor yang kelihatan sangat galak. Professor McGonakal adalah pemimpin kelas 1. Di hari pertama mereka sekolah, akan diadakan seleksi menentukan asrama mana yang akan mereka tempati. Di Hogwarts ada empat asrama, yakni Gryffindor, Hufflepuff, Ravenclaw, dan Slyterin .

Masing-masing asrama punya sejarah luhur dan masing-masing telah menghasilkan penyihir hebat. Yang ada di benak Harry dan kawan-kawannya hanyalah rasa takut. Dia tak mengetahui apapun tentang ilmu sihir dan bagaimana dia akan melakukan tesnya dan bagaimana bila sampai Harry gagal dalam tesnya yang pertama. Ketakutan Harry dan teman-temannya tidak terbukti, kerena yang akan menyeleksi manakah asrama yang akan ditempati adalah sebuah topi jelek dan hampir robek di sana-sini.

Untuk sesaat topi itu bernyanyi dengan meyebutkan nama-nama asramanya. Dimulai dari Gryffindor, tempat berkumpul mereka yang berhati berani dan jujur, keberanian, keuletan dan kepahlawanan mereka membuat Gryffindor termasyur.  Asrama Hufflepuff, di tempat mereka yang adil dan setia, penghuni Hufflepuff sabar dan loyal, kerja keras bukan beban bagi mereka. Revenclaw, tempat bagi orang yang cerdas dan mau belajar, tempat orang yang bijak, pintar dan cendekia. Yang terakhir adalah Slytherin, tempat di mana menemukan teman-teman sejati, orang-orang licik yang menggunakan segalanya untuk kepuasan pribadi.

Akhirnya satu per satu anak-anak kelas satu memakai topi seleksi mereka, Hermione, Ron, Harry menempati asrama Gryffindor, sedangkan Malfoy musuh mereka menempati asrama Stytherin.  Sambutan pertama oleh kepala sekolah Hogwarts, Profesor Dumbledor. Dia mengingatkan kepada murid-murid baru untuk tidak pergi ke hutan larangan  tidak mendekati koridor bila tidak ingin mati penuh dengan penderitaan.

Hogwarts adalah tempat yang sangat istimewa, ada seratus empat puluh dua tangga, ada yang lebar, landai, sempit. Tangga-tangga itu menuju tempat yang berbeda setiap hari jumat. Sebelum memasuki suatu ruangan, meraka harus melewati lukisan dengan kata kunci yang harus diucapkan agar pintu tersebut bisa terbuka. Hogwarts penuh dengan penjagaan dari Nick si Kepala-Nyaris-Putus, Preves si hantu jail dan Argus Filch yang memiliki seeokor kucing bernama Mrs Norris, kucing kurus abu-abu kurus berbulu kecoklat-coklatan.

Di hari-hari pertamanya Harry dan teman-temannya mulai belajar tentang sihir.  Di bawah pengasuh wanita penyihir gemuk pendek bernama professor Sprout mereka mempelajari Herbologi, ilmu tentang tanaman obat. Sejarah sihir yang diajarkan oleh Professor Binns. Professor Flitwick, guru jimat dan guna-guna. Harry senang sekali ketika dia tidak ketinggalan pelajaran dari teman-temannya. Pelajaran yang paling tidak disukai Harry adalah pelajaran Ramuan, karena pelajaran itu diajar oleh professor Snap kepala asrama Slytherin yang selalu pilih kasih. Dipelajaran ini Harry terlihat sangat bodoh karena tidak pernah bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh professor Snape.

Pelajaran lain di Hogwarts adalah pelajaran terbang dengan Madam Hoock. Teman-teman Harry ketakutan pada pelajaran ini, karena sebelumnya mereka belum pernah menaiki sapu, dan terjadi kecelakaan yang dialami oleh Neville tangannya patah karena terjatuh dari sapu terbangnya. Di saat madam Hoock sedang mengobati Neville, Malfoy berbuat ulah. Dia membuat Harry marah dan meminta Harry mengejarnya dengan sapu terbang. Harry kemudian naik sapu dan mengejar Malfoy yang telah dulu terbang dengan membawa Remembrall.

Terjadilah rebutan antara Harry dan Malfoy untuk mendapatkan Remembrall. Harry terbang dengan sangat cepat untuk merebut bola itu dan ketika Malfoy melempar batu itu Harry kemudian mengejarnya dan menangkapnya sesaat sebelum jatuh ke tanah. Sesampainya di tanah, Harry disambut kedatangan Professor McGongall yang kelihatannya marah sekali dengan perbuatan Harry. Harry dibawa menemui Wood anak kelas lima yang tegap dan besar, juga memanggil Preeves. Harry potter diperkenalkan sebagai Seeker pencarinya yang baru. Di tengah kegembiraannya Harry, Ron dan Hermione menemukan ruang rahasia yang ternyata dijaga oleh anjing berkepala tiga.

Keesokan harinya Harry mendapatkan sebuah sapu terbang, Nimbus Dua Ribu. Sapu terbang yang akan digunakan Harry untuk berlatih Quidditch. Betapa senangnya perasaan Harry saat itu. Malam harinya Harry berlatih Quiddicth untuk pertama kalinya. Harry diperkenalkan tentang Quiddicth yang mempunyai tujuh orang pemain, tiga di antaranya adalah pengejar atau Chaser,  yang bertugas melempar bola Quaffle kepada sesama Chaser dan berusaha memasukkannya ke salah satu lingkaran untuk mendapatkan angka. Sepuluh angka setiap kali berhasil memasukkan bola Quffle. Selain itu ada Keeper yang bertugas mengelilingi lingkaran mencegah tim musuh mencetak gol. Selanjutnya Harry diperkenalkan dengan Bluger dan bola-bola yang lainnya.

Di pertandingan pertamanya Harry berhasil menangkap Quaffle dan membawa timnya menang. Walaupun selama pertandingan ada yang berniat mencelakai Harry dengan memantrainya. Ron dan Hermione mencurigai professor Snape yang berniat mencelaki Harry dan berhasil menggagalkannya. Harry Potter, Ron dan Hermione pun menjadi berteman setelah mereka menyelamatkan nyawa Hermione.

Setelah kemenangannya Harry dan teman-temannya tetap menaruh curiga dengan apa yang telah disembunyikan di Hogwarts. Apalagi setelah mereka menemukan nama Nicolas Flamel dan berusaha mencarinya di ruang perpustakaan. Hampir setiap malam mereka mengendap-endap untuk bisa pergi ke perpustakaan mencari informasi tentang Nicolas Flame. Di saat bersamaan Harry mendapat kiriman mantel penghilang entah dari siapa.

Dengan mantel itu Harry dan kedua temannya semakin leluasa pergi ke ruang perpustakaan dan Harry menemukan cermin Tarsah. Ketika Harry memandang cermin tersebut, seakan-akan di belakang Harry ada banyak orang, dua orang yang Harry kenali adalah ayah dan ibunya. Harry seakan menemukan dunia lain ketika berkaca pada cermin tersebut, hingga Professor Dumbledor mengetahui perbuatan Harry dan memindahkan cermin tersebut ke tempat yang lebih aman. semakin hari, Harry semakin mencurigai professor Snape, yang mereka duga sebagai orang yang hendak mencuri batu bertuah.

Pada suatu hari, Hagrid mengundang Harry, Ron dan Hermione untuk minum teh bersama sekalian memberi tahu bahwa Hagrid mempunyai telur naga hewan yang dilarang untuk dipelihara di Hogwarts. Ketika telur itu menetas, mereka menamainya Norbert si Naga Punggung Bersirip Norwegia. Sayangnya keberadaan mereka diketahui oleh Malfoy dan akan mengadukan mereka bertiga. Untuk mencri jalan aman, secepatnya naga itu harus dipindahkan dari Hogwars.

Perbuatan mereka diketahui dan mereka dihukum masuk ke hutan larangan untuk mencari Unicorn yang terluka dan mati karena ada seseorang yang telah menggigitnya. Malam itu Harry, Malfoy, Ron dan  Hermione dihukum bersama Hagrid yang menemani untuk mencari Unicorn yang terluka. Di tengah mereka mencari, tiba-tiba saja ada seseorang yang bertudung sedang menghisap darah Unicorn dan akan menyerang Harry, untung saja Harry diselamatkan oleh Centaurus. teka-teki tetap menyelimuti, siapa orang yang berkerudung dan tega-teganya meminum darah Unicorn.

Harry menyadari sesuatu, bahwa ada yang tidak beres dengan naga yang dengan begitu saja didapatkan oleh Hagrid. Kemudian Harry menanyai Hagrid, dan ternyata orang yang memberinya telur naga adalah orang yang mengenakan tudung kepala. Harry kemudian yakin, bahwa Professor Snape telah menemukan rahasia untuk bisa melewati Fluty. Tekad Harry semakin kuat untuk bisa memasuki pintu terlarang dan menyelamatkan batu bertuah.

Katiganya kemudian pergi ke pintu terlarang dan mendapatkan Fluty sedang tertidur dan di bawahnya ada kotak musik yang tiba-tiba berhenti bermain. Anjing berkepala tiga itu kemudian terbangun dan  Harry memainkan seruling hingga anjing tersebut tertidur lagi dan mereka berhasil masuk ke pintu rahasia. Hal yang pertama kali dihadapi ketiganya adalah rumput hidup, bidak catur dan kemudian pintu dengan ratusan kunci yang beterbangan. Di permainan bidak catur, Ron pingsang.

Hal terakhir yang harus mereka hadapi adalah permainan logika, di sini Hermione berhasil mengatasinya dan Harry berhasil masuk ke ruang rahasia. Di dalam ruangan Harry mendapati seseorang yang sama sekali tidak ia duga, yaitu Quirrell. Ternyata selama ini yang merencanakan mencuri batu bertuah adalah Quirell bukan professor Snape. Bahkan dari Quirrell, Harry tau bahwa professor Snape selama ini melindunginya dari perbuatan Quirrell.

Di ruang rahasia itu kemudian Harry dan Quirrell bertarung. Quirell adalah lelaki dengan dua wajah, yaitu wajahnya sendiri dan wajah Voldemort. Yang Harry ingat, ia menemukan batu bertuah itu di dalam sakunya dan untuk kemudian Harry pingsan, dan ketika dia bangun dia sudah berada di rumah sakit dengan Professor Dlumbledor di sampingnya. Begitulah buku Harry Potter yang pertama ini. Gryfindor akhirya bisa mengalahkan Slyterin dan mengakhiri tahun pertamanya di Hogwarts.

Tanggapan Novel Terjemahan Harry Potter

Harry Potter and the Sorcers Stone adalah buku pertama dari seri Harry Potter yang berjumlah tujuh buah buku. Buku ini baik dibaca untuk dewasa maupun anak-anak. Isinya sangat menarik, sehingga pembaca tidak akan bosan membacanya hingga beratus-ratus halaman. Apalagi nilai-nilai moral yang terkadung di dalamnya dapat sebagai media dalam pembentukan moral anak, sehingga anak mempunyai sifat-sifat yang baik, seperti peduli terhadap sesama, pantang menyerah, belajar dengan giat dan masih banyak yang lain.

Dari membaca dan menulis sinopsis novel terjemahan Harry Potter, kita bisa langsung mendiskusikan bersama teman semeja ataupun di depan kelas. Selain dari sisi pantas dan tidaknya novel terjemahan Harry Potter untuk kita baca, pembaca juga bisa menanggapi tokoh-tokoh dan juga alur cerita dari novel terjemahan Harry Potter.