Neraca Saldo, Setengah Jalan Menuju Laporan Keuangan

Neraca saldo adalah ringkasan dari saldo-saldo yang ada dalam buku besar. Apabila suatu akun tidak dibuat dalam bentuk neraca saldo, hal tersebut akan mempersulit dalam proses pemantauan. Pemantauan jalannya akun, sangat penting sebab besar kemungkinan terjadi salah catat atau posting yang perlu untuk segera diperbaiki, selain kesalahan posting pemantauan juga meliputi adanya akun yang patut dicurigai. Dicurigai, seperti potensi korupsi atau pencurian aset perusahaan.

Neraca saldo disebut pula dengan neraca percobaan. Disebut dengan istilah demikian sebab neraca saldo telah menggambarkan posisi akhir dari keuangan perusahaan akan tetapi belum dalam bentuk laporan laba rugi atau neraca. Percobaan yang dilakukan untuk memastikan postingan dan pencatatan yang dilakukan telah sesuai dan siap untuk dibuatkan laporan keuangan.

Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo memiliki beberapa fungsi yang akan banyak membantu Anda sebelum laporan keuangan dibuat. Fungsinya antara lain:

  1. Fungsi koreksi: sebagai tempat untuk melakukan koreksi seluruh catatan dan siklus akuntansi yang telah dilakukan sebelum pembuatan neraca saldo.
  2. Fungsi persiapan: neraca saldo mempersiapkan pembuatan laporan keuangan perusahaan. Penggunaan hanya pada buku besar, akan membuat pekerjaan penyusunan laporan keuangan menjadi lebih rumit.
  3. Fungsi pencatatan: di setiap bagian dari akuntansi selalu ada fungsi ini, sebab sebagaimana pengertian akuntansi sendiri adalah mencatat dan menghitung.
  4. Fungsi monitoring: dari neraca saldo dapat dilakukan pengawasan setiap akun dalam keuangan perusahaan.

Neraca saldo bisa saja tidak seimbang. Meskipun demikian, apabila beberapa hal seperti di bawah ini terjadi, hal tersebut tidak akan berpengaruh pada keseimbangan neraca saldo Anda. Berikut adalah hal-hal yang dimaksud.

  1. Transaksi tidak dimasukkan ke dalam buku besar, apabila transaksi tersebut memang tidak dicatat dalam buku besar. Misalnya karena alasan lupa atau memang sengaja tidak dicatat. Meskipun demikian, keseimbangan saldo-saldo rekening tetaptidak akan terganggu. Debet dan kredit tetap akan sama besarnya, tetapi jumlah tersebut tidak menunjukkan angka yang benar.
  2. Salah ketika mencatat "jumlah rupiah" dalam buku besar. Apabila hal ini terjadi pada waktu pendebetan maupun pengkreditan, kesalahan seperti ini tidak akan menganggu keseimbangan debet maupun kredit. Kesalahan seperti ini ini tidak akan terlihat dalam neraca saldo, disebabkan oleh jumlah sisi debet yang sama dengan jumlah sisi kreditnya.
  3. Proses debet atau kredit ke dalam rekening yang salah. Pendebetan atau pengkreditan pada sebuah rekening yang salah tidak akan mengganggu keseimbangan jumlah debet dan kredit.
  4. Kesalahan yang saling menutupi. Contoh kesalahan yang saling menutupi: rekening kas dicatat terlalu besar, misalnya, Rp 3.000.000,00 tetapi di pihak lain, rekening utang dagang juga dicatat terlalu besar, misalnya Rp 3.000.000,00. Hal tersebut tidak akan mengganggu keseimbangan antara debet dan kreditt.

Hal-hal tersebut perlu dicermati agar tidak terjadi saldo tidak seimbang. Seorang akuntan pembuat neraca saldo harus memiliki ketelitian dalam pengerjaan tugasnya.

Kapan Neraca Saldo Dibuat?

Neraca saldo dibuat tidak setiap hari, seperti yang dilakukan pada jurnal umum dan buku besar. Neraca saldo dibuat pada akhir periode akuntansi tertentu, jika dibuat laporan mingguan, penyusunan neraca saldo dilakukan mingguan, apabila bulanan dibuat setiap akhir bulan saja dan apabila laporan dibuar tahunan, neraca tersebut dibuat setiap akhir tahun. Waktu pembuatan tersebut sesuai dengan fungsi keberadaan neraca saldo, yaitu mengumpulkan saldo setiap akun dalam buku besar.

Dalam sistem akuntansi yang belum terkomputerisasi, kondisi di atas memang mungkin terjadi. Pembuatan neraca saldo setiap hari akan menyulitkan dan memakan waktu serta sumber daya berupa kertas. Teknologi penghitungan dengan menggunakan software dalam komputer mampu melakukan penyimpanan sekaligus penghitungan data yang cepat dan akurat.

Neraca saldo sekarang tidak hanya dibuat di akhir-akhir periode, tetapi secara tersistem dan otomatis mampu tampil dalam waktu singkat dan kapan pun. Pengendalian internal lebih mudah dilakukan dengan melakukan pemantauan harian atas neraca saldo yang dibuat oleh komputer. Maka tidak ada lagi neraca saldo pada akhir periode, karena setiap hari ada neraca saldo yang dapat diperiksa.

Bentuk Neraca Saldo

Bentuk neraca saldo, sebagaimana jurnal umum dan buku besar, yaitu berupa kolom-kolom dengan keterangan dan isian tertentu.

Berikut adalah bentuk neraca saldo

Neraca Saldo

Perusahaan ...

31 Desember 20xx

Keterangan:

Neraca Saldo selalu harus diberi judul sehingga orang yang membaca bentuk seperti di atas, akan langsung paham meski tidak mengikuti alur akuntansi secara lengkap. Langkah yang harus Anda lakukan adalah:

  1. Isi nama perusahaan dan tanggal akhir neraca saldo.
  2. No. Akunà diisi dengan nomor akun, sebagaimana kaidah pemberian nomor akun yang telah dijelaskan sebelumnya.
  3. Nama Akunà diisi dengan nama akun. Pemberian nama akun akan memperjelas akun yang disampaikan. Pemberian nomor tanpa adanya pemberian nama, akan membuat neraca saldo rancu dan tidak menarik.
  4. Ref (Referensi)à diisi asal buku besar yang diposting. Ref selalu diberikan untuk memastikan bahwa langkah kerja atau pemindahan (posting) yang dilakukan telah benar.
  5. Debità diisi besarnya nilai saldo akhir akun debit yang tercantum pada buku besar.
  6. Kredità diisi besarnya nilai saldo akhir akun kredit yang tercantum dalam buku besar.

Mekanisme pengisian akun debit dan kredit sama dengan pengelompokan saldo normal akun pada neraca saldo. Saldo normal yang telah sesuai tempatnya akan memberikan hasil yang sesuai.

Contoh Neraca Saldo

Berikut adalah contoh neraca saldo:

Posisi neraca saldo harus seimbang, antara debit dan kredit. Apabila tidak, pembuat neraca saldo atau pihak yang memeriksa neraca saldo harus segera menelusurinya. Ketidakseimbangan pada neraca saldo menunjukkan adanya kondisi pencatatan yang tidak seimbang. Padahal dalam akuntansi harus selalu berlaku aktiva=passiva.

Nantinya akun-akun harta, hutang dan modal akan dimasukkan dalam laporan neraca dan pendapatan serta beban masuk dalam laporan laba rugi.

Tahapan dalam Neraca Saldo

Dalam siklus akuntansi, neraca saldo muncul dalam tiga tahapan. Setiap tahapan akan memunculkan nilai yang berbeda-beda. Tiga tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Neraca Saldo Sebelum penyesuaian (unadjusted trial balance)

Neraca saldo paling awal muncul setelah dilakukan pencatatan jurnal umum. Posting dilakukan dalam buku besar dan posting saldo buku besar dalam neraca saldo. Pada tahap ini, neraca saldo bersaldo paling akhir adalah tanggal pencatatan, belum dilakukan penyesuaian atas hal-hal yang perlu dilakukan penyesuaian (sewa dibayar di muka, pendapatan diterima di muka dan sebagainya) sehingga perlu dilakukan pembuatan neraca saldo kembali setelah dilakukan penyesuaian.

2. Neraca Saldo Setelah penyesuaian (adjusted trial balance)

Setelah pencatatan penyesuaian, neraca saldo ini baru akan muncul. Neraca saldo ini lah yang menjadi pijakan utama pembuatan laporan keuangan. Semua saldo dalam neraca saldo yang telah disesuaikan ini akan muncul dalam laporan keuangan perusahaan.

3. Neraca Saldo Setelah Penutupan (Post Closing Trial Balance)

Bagian akhir dalam pembuatan neraca saldo adalah membuat kembali neraca saldo setelah dilakukan penutupan atas akun nominal (pendapatan dan beban). Kegiatan ini dilakukan, apabila telah diperoleh laporan keuangan yang lengkap. Akun-akun nominal ditutup sebab sudah terwakilkan oleh adanya laporan laba rugi. Kondisi tersebut mengakibatkan neraca saldo tampil hanya dengan sebagian akun saj. Akun yang bersaldo adalah harta hutang dan modal. Untuk pendapatan dan beban akan  bersaldo nol.

Berakhirnya pembuatan neraca saldo setelah penutupan menandakan laporan keuangan tahun baru siap untuk dimulai. Akun-akun pendapatan dan beban kembali bermunculan dan akun riil terus bertambah atau berkurang. Siapkan diri Anda untuk kembali berkutat dengan laporan keuangan!