Sebuah wacana terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf sendiri tersusun atas gagasan utama yang didukung dengan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan kalimat yang menjadi pokok pikiran pada suatu paragraf. Sedangkan gagasan penjelas merupakan kalimat-kalimat lain yang menjelaskan pokok pikiran tersebut.

Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki gagasan utama dan dijelaskan dengan kalimat lain sebagai penjelas. Hal tersebut dinamakan dengan pengembangan paragraf. Pengembangan paragraf memiliki pola-pola tertentu. Namun, sebelum mengenal pola-pola pengembangan paragraf, perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai jenis-jenis paragraf berdasarkan letak gagasan utamanya.

Jenis-jenis Paragraf

Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf terdiri atas empat jenis paragraf, yaitu deduktif, induktif, campuran, dan naratif. Jenis paragraf ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di awal paragraf. Paragraf deduktif menggunakan pola pengembangan umum ke khusus. Contoh paragraf deduktif adalah sebagai berikut.

Ada banyak penyebab sering terjadi banjir di kawasan Karangsari. Pertama, pengelolaan sampah yang buruk sehingga masyarakat sering membuang sampah sesuka hatinya tanpa memedulikan kebersihan. Kedua, pembalakan liar yang sering terjadi di hutan menyebabkan kurangnya daerah serapan air. Ketiga, kurang tegasnya pemerintah setempat dalam menyikapi hal tersebut.

2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di akhir kalimat. Paragraf induktif menggunakan pola pengembangan khusus ke umum. Contoh paragraf induktif adalah sebagai berikut.

Masyarakat Karangsari memiliki pengelolaan sampah yang buruk. Kebanyakan warga membuang sampah sesuka hati tanpa memedulikan kebersihan. Selain itu, pembalakan liar yang tidak terkendali terus dilakukan sehingga daerah serapan air berkurang. Sayangnya, pemerintah setempat juga kurang tegas menanggapi hal itu. Hal tersebut merupakan penyebab sering terjadinya banjir di kawasan Karangsari.

3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya berada di awal dan akhir paragraf. Kalimat utama yang terletak di akhir merupakan penegas dari kalimat utama yang terletak di awal. Pola pengembangan paragraf yang digunakan adalah umum ke khusus, kemudian dikembalikan lagi ke umum. Contoh paragraf campuran adalah sebagai berikut.

Ada banyak penyebab sering terjadi banjir di kawasan Karangsari. Pertama, pengelolaan sampah yang buruk sehingga masyarakat sering membuang sampah sesuka hatinya tanpa memedulikan kebersihan. Kedua, pembalakan liar yang sering terjadi di hutan menyebabkan kurangnya daerah serapan air. Ketiga, kurang tegasnya pemerintah setempat dalam menyikapi hal tersebut. Oleh sebab itu, banjir di kawasan Karangsari pun tidak dapat dihindarkan.

4. Paragraf Naratif

Paragraf naratif adalah paragraf yang tersusun atas kalimat yang terintegrasi dengan baik. Susunan kalimat itu merupakan satu kesatuan inti dan menggambarkan gagasan paragraf tersebut. Pada paragraf naratif, setiap kalimat harus saling berhubungan dan berkesinambungan. Contoh paragraf naratif adalah sebagai berikut.

Bu Mus adalah seorang penyapu jalanan. Setiap hari, Bu Mus berangkat kerja pada pukul lima pagi dan baru kembali pada pukul lima sore. Setiap hari, Bu Mus hanya menghabiskan waktu di jalan dengan membawa sapu ke mana-mana. Namun demikian, Bu Mus tidak pernah mengeluh karena dia sangat menikmati pekerjaan yang telah ditekuninya selama dua puluh tahun.

Jenis Pola Pengembangan Paragraf

Setelah mengetahui jenis-jenis paragraf, maka perlu diketahui beragam jenis pola pengembangan sebuah paragraf. Sebuah paragraf dapat dikembangkan dengan menggunakan pola sebagai berikut.

  1. Rincian. Pola pengembangan rincian merupakan pola pengembangan sebuah paragraf dengan menggunakan rincian sebagai penjelas gagasan utamanya.
  2. Sebab-Akibat. Pola pengembangan sebab-akibat adalah pola pengembangan paragraf berdasarkan hubungan sebab-akibat.
  3. Akibat-Sebab. Pola pengembangan akibat-sebab adalah pola pengembangan paragraf berdasarkan hubungan akibat-sebab.
  4. Analogi. Pola pengembangan analogi adalah pola pengembangan paragraf yang membandingkan dua atau lebih benda yang dianggap memiliki kesamaan dan kemudian ditarik kesimpulan.
  5. Perbandingan. Pola pengembangan perbandingan adalah pola pengembangan paragraf dengan melakukan perbandingan antara dua atau lebih hal untuk diketahui persamaan dan perbedaannya.
  6. Generalisasi. Pola pengembangan generalisasi adalah pola pengembangan paragraf dengan melakukan generalisasi terhadap suatu permasalahan. Paragraf dengan pola pengembangan generalisasi terdiri atas gagasan khusus yang kemudian ditarik kepada gagasan umum.