Sebuah tulisan atau wacana terdiri atas beberapa paragraf. Paragraf tersusun atas beberapa kalimat yang saling berhubungan membentuk sebuah gagasan utama. Di dalam sebuah tulisan, terdapat berbagai jenis paragraf, yaitu paragraf deskriptif, paragraf naratif, paragraf argumentatif, paragraf ekspositoris, dan paragraf persuasif.

Paragraf persuasif adalah suatu karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulis di dalam tulisannya. Agar dapat meyakinkan pembaca, sebuah karangan persuasi harus didukung oleh data dan fakta sebagai bukti yang kuat.

Bentuk paragraf persuasif yang dikenal masyarakat umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan berupa iklan dalam surat kabar, selebaran, atau pamflet. Iklan dibuat untuk mempromosikan barang, jasa, atau kampanye untuk menarik pemilih sebanyak-banyaknya. Paragraf persuasif tersebut biasanya menggunakan pedekatan emotif, yaitu pendekatan yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi pembaca. Di samping itu, karangan persuasif pun biasanya menggunakan pendekatan rasional, yakni dengan menyampaikan fakta-fakta untuk meyakinkan pembaca atau pendengar.

Langkah-langkah Menulis Paragraf Persuasif

Untuk dapat menyusun sebuah karangan persuasi, perlu diperhatikan langkah-langkah berikut.
1.    Menentukan Topik dan Tujuan
Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya, topik yang dipilih adalah mencegah pemanasan global dengan hal-hal sederhana. Maka, tujuan penulis adalah meyakinkan kepada pembaca bahwa pemanasan global dapat dicegah meski dengan hal-hal yang sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Membuat Kerangka Karangan

Agar susunan paragraf persuasif itu sistematis dan logis, maka perlu dibuat sebuah kerangka tulisan yang komprehensif. Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti itu, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.

Contoh kerangka karangan persuasi adalah sebagai berikut.
Judul        : Mencegah Pemanasan Global dengan Hal Sederhana
Kerangka    : A. Definisi Pemanasan Global
                       B. Sejarah Pemanasan Global
                       C. Dampak Pemanasan Global
                       D. Pencegahan Pemanasan Global dalam Kehidupan Sehari-hari.

3. Mengumpulkan Bahan

Suatu karangan persuasi yang baik harus didukung oleh bukti yang kuat, berupa data atau fakta. Data tersebut dapat diperoleh melalui penelusuran informasi tertulis, wawancara, atau penyebaran angket kepada responden. Pada saat mengumpulkan bahan untuk dijadikan data tersebut, kita dapat membuat catatan yang dapat dijadikan sebagai bukti.

4. Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus dilakukan dengan benar agar tujuan karangan tercapai, yaitu membujuk pembaca untuk dapat melakukan sesuatu. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.

5. Penutup

Pada bagian penutup, perlu ditekankan ajakan penulis kepada pembaca terkait dengan topik yang sedang dibicarakan. Penulisan kalimat penutup harus benar-benar dapat meyakinkan pembaca bahwa yang ditulis di dalam karangan tersebut adalah benar.

Teknik Penulisan Paragraf Persuasif

Ada banyak teknik penulisan paragraf persuasif. Namun, pada umumnya teknik yang dikenal adalah sebagai berikut.

1. Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah proses penggunaan akal untuk memberikan dasar pembenaran terhadap suatu persoalan. Pembenaran ini berfungsi untuk memudahkan jalan agar keinginan, sikap, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan dapat dibenarkan.

2. Sugesti

Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima sikap atau pendapat tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, sugesti itu biasanya dilakukan dengan rangkaian kata-kata yang menarik dan meyakinkan. Teknik ini biasanya digunakan untuk menulis kalimat iklan dan propaganda lainnya.