Salah satu kegiatan akademik yang biasa dilakukan para siswa adalah penelitian. Penelitian merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat mengenai suatu masalah atau untuk menguji sebuah hipotesis.

Penelitian dibedakan menjadi dua macam, yaitu penelitian deskriptif dan penelitian eksperimental. Penelitian deskriptif adalah kegiatan mengamati, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan apa adanya, tanpa ada perlakuan apapun dalam proses penelitiannya, misalnya survei. Sedangkan penelitian eksperimental adalah penelitian yang berusaha memberi perlakuan atas objek yang dikaji, misalnya dalam penelitian sains.

Penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil yang valid sehingga dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan yang baru. Hasil penelitian juga dapat menjadi bahan rujukan di dalam kegiatan ilmiah lainnya. Oleh karena itu, salah satu proses yang penting di dalam penelitian adalah melaporkan hasil penelitian agar penelitian dapat diketahui publik.

Laporan hasil penelitian dapat disampaikan secara lisan dan tulisan. Laporan hasil penelitian yang disampaikan secara lisan biasanya dilakukan melalui presentasi di depan khalayak. Sedangkan laporan penelitian dalam bentuk tulisan biasanya berupa makalah hasil penelitian. Keduanya saling menunjang satu sama lain. Biasanya, laporan hasil penelitian secara tertulis dipresentasikan agar hasil penelitian dapat lebih dipahami publik.

Langkah-langkah Penelitian

Sebelum beranjak ke teknik melaporkan hasil penelitian, perlu dipahami terlebih dahulu langkah-langkah melakukan penelitian. Bagaimanapun, hasil penelitian diperoleh setelah dilakukannya kegiatan penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan sebuah penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan objek penelitian. Objek penelitian adalah sumber masalah yang akan diteliti, berupa hal, benda, data, dan lain sebagainya. Misalnya perilaku masyarakat desa X (dalam penelitian sosial), sebuah karya sastra (dalam penelitian sastra), atau hewan zat-zat kimia (dalam penelitian sains).
  2. Menentukan masalah yang timbul dari objek penelitian. Masalah ini juga dapat berupa sisi menarik dari suatu objek penelitian. Misalnya, dalam meneliti sebuah karya sastra berupa novel, masalah yang akan diangkat dalam penelitian adalah amanah atau pesan moral yang terkandung di dalam novel tersebut. Contoh lainnya dalam penelitian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan objek penelitian tanaman singkong, masalah yang dapat dipilih adalah kandungan gizi yang dikandungnya.
  3. Pengumpulan data. Tahap ini merupakan bagian yang penting setelah penentuan objek penelitian. Data penelitian dapat dikumpulkan dengan beragam teknik, misalnya dengan menelusuri berbagai literatur (teknik kepustakaan), melakukan wawancara, survei, atau penelitian laboratorium.
  4. Pengolahan data. Setelah dilakukan dan dikumpulkan, maka data tersebut harus diolah dengan metode yang sesuai. Pengolahan data berarti melakukan analisis terhadap objek penelitian berdasarkan data-data yang ada. Dengan demikian, akan diperoleh simpulan sebagai hasil penelitian.

Menulis Laporan Hasil Penelitian

Setelah dilakukan penelitian dan diperoleh suatu hasil, maka proses selanjutnya adalah menulis laporan hasil penelitian. Sebenarnya, ada beragam sistematika penyusunan laporan penelitian. Namun, bagian terpenting dalam sebuah laporan penelitian mencakup tiga hal, yaitu pendahuluan, pembahasan atau isi, dan kesimpulan.

1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan merupakan pengantar sebuah laporan penelitian. Pendahuluan harus mencakup latar belakang penelitian, rumusan atau batasan masalah, tujuan penelitian, kerangka berpikir, dan metode penelitian yang digunakan.

Latar belakang penelitian merupakan gambaran umum dari sebuah penelitian. Di dalamnya, harus diungkapkan alasan pemilihan judul, gambaran umum mengenai objek penelitian, dan topik yang akan dijadikan penelitian. Penulisan latar belakang penelitian tidak perlu bertele-tele, namun harus singkat, padat, namun memberikan gambaran yang jelas mengenai penelitian yang akan dilakukan.

Rumusan atau batasan masalah adalah identifikasi terhadap masalah yang akan diungkap dalam penelitian. Fungsinya adalah untuk membatasi penelitian agar tidak melenceng dari topik yang akan dibahas. Misalnya, di dalam penelitian unsur intrinsik di dalam novel Siti Nurbaya, maka rumusan masalah hanya dibatasi pada unsur-unsur seperti tema, tokoh, alur, watak, dan amanat. Penulisan rumusan masalah di dalam laporan adalah dengan bentuk kalimat pertanyaan. Misalnya, “Bagaimana karakter tokoh Datuk Maringgih di dalam novel Siti Nurbaya?”

Tujuan penelitian merupakan hasil yang hendak diperoleh di dalam penelitian berdasarkan masalah yang dirumuskan. Dalam penulisannya, tujuan penelitian adalah bentuk pernyataan dari rumusan masalah. Misalnya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh Datuk Maringgih di dalam novel Siti Nurbaya.

Kerangka berpikir adalah teori yang mendasari penelitian. Teori yang ditulis di dalam kerangka berpikir merupakan acuan yang digunakan di dalam penelitian. Di dalam kerangka berpikir juga perlu dijelaskan definisi konsep penelitian. Definisi konsep adalah kata kunci yang muncul di dalam judul penelitian. Misalnya, penelitian berjudul “Amanat dalam puisi-puisi karya Rendra” maka perlu dijelaskan definisi amanat dan puisi di dalam kerangka berpikir.

Metode penelitian adalah cara, teknik, dan langkah-langkah yang akan digunakan di dalam penelitian. Hal ini menyangkut dengan tenik pengumpulan data dan analisis di dalam penelitian. Misalnya, metode yang akan digunakan adalah metode analisis isi, maka perlu dijelaskan lebih mendalam di dalam poin metode penelitian.

2. Pembahasan

Bagian ini merupakan inti dari penelitian. Setelah gambaran umum mengenai penelitian telah dijelaskan di dalam bab Pendahuluan, maka pada bagian pembahasan dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh. Analisis yang dilakukan sesuai dengan metode dan teori yang telah dijelaskan sebelumnya. Setelah dilakukan analisis, maka akan diperoleh hasil penelitian.

Pembahasan merupakan jawaban dari rumusan masalah. Maka di dalam penulisannya, poin-poin yang menjadi rumusan masalah harus dibahas di dalam pembahasan secara mendetail. Dengan demikian, tujuan penelitian sebagaimana yang telah ditulis pada bab Pendahuluan dapat tercapai.

3. Kesimpulan

Pada bagian ini, perlu dituliskan kesimpulan yang didapat dari pembahasan. Penulisannya mencakup intisari dari hasil penelitian yang telah didapat.

Ketiga bagian penelitian tersebut merupakan sistematika umum yang dipahami para peneliti, termasuk para siswa. Namun, di beberapa laporan hasil penelitian, sangat memungkinkan terjadinya perbedaan sistematika penulisan. Di antaranya adalah laporan hasil penelitian yang dibagi menjadi lima bagian, yaitu: pendahuluan, kerangka berpikir (teori), metode penelitian, isi, dan kesimpulan. Selain itu, ada pula yang menyertakan saran setelah kesimpulan. Saran adalah pendapat peneliti yang diungkapkan demi penyempurnaan penelitiannya kepada pihak-pihak yang terkait dengan penelitiannya.

Mempresentasikan Laporan Hasil Penelitian

Setelah dilakukan penulisan laporan hasil penelitian, proses yang tidak kalah penting lainnya adalah mempresentasikan laporan hasil penelitian. Sebagaimana diungkapkan sebelumnya bahwa laporan hasil penelitian secara lisan akan menunjang terhadap laporan hasil penelitian tertulis.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk mempresentasikan sebuah laporan hasil penelitian adalah sebagai berikut:

  1. Menuliskan pokok-pokok hasil penelitian. Hal ini merupakan tahapan yang penting karena menyangkut hal pokok yang harus dipublikasikan kepada khalayak. Pokok-pokok hasil penelitian di antaranya adalah:
    • Hal atau masalah yang diteliti;
    • Orang yang meneliti;
    • Waktu dan tempat dilakukannya penelitian;
    • Alasan penelitian;
    • Proses penelitian; dan
    • Hasil penelitian yang dilakukan.
  2. Membuat ringkasan proses dan hasil penelitian dengan menggunakan kalimat yang runtut dan efektif. Hal ini penting agar presentasi berjalan dengan baik karena hasil penelitian diungkapkan secara jelas dan mudah dipahami.
  3. Setelah kedua hal tersebut diperhatikan, maka laporan hasil penelitian siap dipresentasikan di hadapan publik.

Bagaimana? Mudah, bukan? Selamat mencoba.